15 Sejarah dan Biografi Nabi Muhammad SAW

Menurut sirah (biografi) yang tercatat tentang Muhammad, beliau disebutkan lahir sekitar 20 April 570/ 571, di Makkah dan wafat pada 8 Juni 632 di Madinah pada usia 63 tahun. Kedua kota tersebut terletak di daerah Hijaz (Arab Saudi saat ini). Beliau haram digambarkan dalam bentuk patung ataupun gambar ilustrasi.

Sebelumnya Allah SWT mengutus para nabi-Nya sebagai rahmat kepada kaum dan zaman mereka saja, namun Allah SWT mengutus Nabi Muhammad saw sebagai rahmat bagi alam semesta. Allah SWT berfirman, “Dan aku tidak mengutusmu kecuali sebagai rahmat bagi alam semesta.” (QS. Al-Anbiya’: 107)

 

Muhammad SAW adalah seorang yatim piatu yang pada dirinya telah dibersihkan sifat-sifat yang buruk.

Muhammad saw
abasalehzarand.ir

Ia lahir dari rahim Siti Aminah. Sang ibu berkata “saat ia dalam kandunganku aku bermimpi melihat cahaya terang yang keluar dari diriku menyinari istana-istana Bushra di negeri Syam. Demi Allah selama aku hamil sama sekali tidak merasa berat, tidak ada wanita hamil yang merasa seringan dan semudah yang aku rasakan, ketika lahir ia meletakkan telapak tangannya di tanah, sedang kepalanya menengadah ke langit.

Pada hari lahirnya Nabi Muhammad saw, terjadi beberapa peristiwa luar biasa. Di antaranya, runtuhnya empat belas balkon istana kekaisaran, padamnya api yang sekian lama disembah oleh kaum Majusi, dan hancurnya gereja-gereja di sekitar danau Saawah setelah airnya menyusut. Riwayat tersebut dilansir oleh ath-Thabari, al-Baihaqi

Adapun ayahnya, Abdullah bin Muthalib meninggal dunia ketika ia masih berada dalam kandungan. Nama Muhammad diberikan oleh kakeknya, Abdul Muthalib. Lalu sesuai tradisi, Muhammad dicarikan ibu susu, lalu dipertemukanlah ia dengan Halimah. Sejak diambilnya Muhammad sebagai anak susuan, kambing ternak dan susu kambing-kambing milik Halima semakin bertambah.

Pada usia dua tahun, beliau didatangi oleh dua orang malaikat yang muncul sebagai lelaki yang berpakaian putih. Mereka bertanggungjawab untuk membedah Muhammad. Halimah dan suaminya mengetahui kejadian itu dari anak mereka yang sebaya dengan Muhammad. Merasa khawatir, Halimah mengembalikan Muhammad kepada keluarganya.

Suatu hari, saat usia Muhammad 6 tahun, sang ibu mengajaknya pergi ke Madinah untuk mengunjungi sanak saudara. Dalam perjalanan pulang, ketika mereka sampai di Abwa ibunya meninggal lantaran sebuah penyakit sehingga ia dikuburkan di situ juga. Muhammad lalu dibawa pulang ke Makkah oleh Ummu Aiman. Di Makkah, Muhammad diasuh oleh kakeknya. Ketika usia Muhammad 8 tahun, kakeknya meninggal sehingga hak asuhnya dilimpahkan kepada sang paman, Abu Thalib.

Muhammad SAW adalah seorang penggembala dan pedagang

Muhammad saw
twiter user @Aljoore_2014

Bersama Abu Thalib, Muhammad berdagang hingga ke negeri Syam. Suatu hari saat di negeri Syam, ketika itu Muhammad berusia 12 tahun, mereka bertemu dengan seorang rahib yang dapat melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Lalu rahib tersebut menasihati Abu Thalib supaya mereka tidak pergi jauh ke daerah Syam karena khawatir orang-orang Yahudi akan menyakiti Muhammad jika mengetahui tanda-tanda tersebut. Abu Thalib mengikutu nasihat rahib tersebut dan dia tidak banyak membawa harta dari perjalanan tersebut.

Muhammad SAW masyhur dengan julukan Al-Amin

Muhammad saw
allah-muhammad-calligraphy almadinainstitute.org

Muhammad muda dikenal sebagai orang yang jujur dan dapat dipercaya sehingga ia dijuluki Al-Amin. Ia juga dipercaya menyelesaikan sengketa antarsuku saat renovasi Ka’bah. Saat itu semua suku ribut tentang siapa yang berhak meletakkan hajar aswad ke tempatnya semula. Lalu beliau mengambil selembar kain, diletakkannya hajar aswad di atas kain tersebut. Beliau meminta masing-masing kepala suku untuk memegang ujung kain tersebut yang terdapat empat sisi. Kemudian, beliau meletakkan hajar aswad ke tempatnya semula. Semua kepala suku merasa senang dengan apa yang dilakukan oleh Nabi Muhammad saw.

Muhammad SAW menikah dengan Khadijah

Muhammad saw
chatajmal.com

Saat beranjak dewasa, Nabi Muhammad saw membawa barang dagangan Khadijah binti Khuwailid. Melalu budaknya, Maisarah, Khadijah mengetahui perilaku beradab Muhammad yang jujur dan bertanggungjawab sehingga timbul keinginannya untuk menikah dengan Nabi Muhammad saw. Sebelumnya, Khadijah telah menikah dua kali, namun suaminya meninggal. Telah banyak yang mempersuntingnya kembali, tetapi semua ia tolak karena mereka yang ingin memperistrinya hanya tertarik dengan hartanya.

Melalui Nafisah binti Muniyyah, Muhammad mengetahui keinginan Khadijah tersebut. Usai berunding dengan paman-pamannya, beliau pergi melamar Khadijah. Tidak lama setelah itu, pernikahan pun dilangsungkan. Akad pernikahan tersebut dihadiri oleh para keluarga dari kalangan Bani Hasyim dan para pembesar kabilah Mudhar. Dalam pernikahan ini, Rasulullah memberikan mahar berupa 20 ekor unta muda. Pernikahan ini terjadi setelah dua bulan Rasulullah kembali dari Syam. Saat mereka menikah, usia Muhammad 25 tahun, adapun Khadijah 40 tahun.

Muhammad SAW menerima wahyu pertama kali pada usia 40 tahun

Muhammad saw
dawahwin.com

Pada usia 40 tahun, Muhammad menerima wahyu yang pertama dan hal itu menandai pengangkatannya sebagai Nabi sekalian alam. Ketika itu, ia berada di Gua Hira’, bermunajat, merenung, memikirkan nasib umat manusia yang kala itu berada dalam kesesatan. Malaikat Jibril menyapanya dan menyuruhnya membaca ayat quran yang pertama diturunkan kepada Muhammad yaitu QS. Al-‘Alaq 1-5.

Rasulullah pulang dengan tubuh gementar. Sampai di rumah, ia diselimuti oleh Khadijah supaya merasa tenang. Khadijah kemudian mengajaknya menemui kerabatnya yang seorang rahib, Waraqah bin Naufal. Darinya mereka tahu bahwa makhluk yang ditemui Muhammad di gua Hira’ adalah Malaikat Jibril.

Muhammad SAW berdakwah secara sembunyi-sembunyi

Muhammad saw
mit3mr.com

Nabi Muhammad saw memulai dakwahnya secara sembunyi-sembunyi, pertama ia seru kaum kerabatnya. Khadijah isterinya adalah wanita pertama yang mempercayai kenabiannya. Disusul kemudian Ali bin Abi Thalib, keponakannya, lalu sahabatnya seperti Abu Bakar. Dakwah sembunyi-sembunyi ini berlangsung selama tiga tahun.

Orang-orang yang pertama masuk Islam disebut dengan assabiqunal awwalun. Terdapat beberapa perbedaan pendapat tentang berapa orang yang termasuk dalam golongan ini, ada yang menyebut 40 orang dan ada pula yang menyebutnya 50 orang. Orang-orang tersebut yaitu:

  1. Khadijah binti khuwailid
  2. Ali bin Abi Thalib
  3. Abu Bakar Ash-Shidiq
  4. Zaid bin Haritsah
  5. Utsman bin Affan
  6. Zubair
  7. Sa’ad bin Abi Waqash
  8. Thalhah bin Ubaidillah
  9. Abdurrahman bin Auf
  10. Abu Ubaidah bin Al-Jarrah
  11. Abu Salamah bin Abdul Asad
  12. Arqom bin Abil Arqom
  13. Utman bin Madz’un
  14. Ubaidah bin Al-Harits
  15. Said bin Zaid bin amru
  16. Asma’ binti As-Shadiq
  17. Khabab bin Al-Arat Al-Khaza’i
  18. Amir bin abi waqash
  19. Abdullah bin mas’ud
  20. Mas’ud bin Rabiah
  21. Sulaith bin Amru
  22. ‘Iyas bin abi robiah
  23. Asma’ binti salamah
  24. Khunais bin khudafah As-sahmi
  25. Amir bin Rabiah
  26. Abdullah bin jahsy
  27. Ja’far bin Abi Thalib
  28. Istrinya, Asma’ binti umais
  29. Hathib bin Harits
  30. Istrinya, Fatimah binti Al-Mujlal
  31. Saudarnya, Khattab
  32. Istrinya, Fakihah binti yasar
  33. Mu’mar bin Al-Harits
  34. Saib ayah utsman bin madz’un
  35. Muthallib bin Azhar
  36. Istrinya Muththalib, Romlah binti Abi Auf
  37. Niham nu’aim bin Abdullah al-Adawi
  38. Amir bin Fahirah, pelayan As-Shiddi
  39. Khalid bin Said
  40. Istrinya Khalid, Amimah
  41. Hathib bin amru al-Amiri
  42. Abu hudaifah bin utbah bin Rabi’ah
  43. Waqid bin Abdullah
  44. Khalid
  45. Amir
  46. Aqil
  47. Iyas
  48. Amar bin yasar
  49. Shohib bin sinan
  50. Abu dzar jundab bin junadah

Muhammad SAW berdakwah secara terang-terangan

Muhammad saw
islamstory.com

Kemudian turun wahyu kepadanya untuk berdakwah secara terang-terangan yaitu QS Al-Hijr:94. Namun, sesuai tabiat dakwah yang dulu juga dialami oleh para nabi sebelum Nabi Muhammad saw, penduduk Quraisy menentang ajaran tauhid yang ia bawa. Ia menghadapi tekanan, cemoohan, dan siksaan dari penduduk Makkah yang jahil dan keras hati untuk beriman kepada Allah. Bukan hanya dirinya saja, tetapi sahabatnya yang beriman juga turut merasakan penderitaan tersebut seperti Bilal bin Rabah.

Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah obat pelipur lara Muhammad SAW

Muhammad saw
islam-submission.com

Kesedihan Nabi Muhammad sawa semakin bertambah ketika istrinya, Khadijah wafat pada tahun sepuluh kenabiaannya. Pada tahun itu juga pamannya, Abu Thalib juga meninggal dunia. Kedua orang inilah yang selama ini membela Nabi Muhammad saw, orang-orang Quraisy pun segan kepada keduanya sehingga teror mereka terhadap dakwah Islam terkadang masih ditahan-tahan. Maka dengan meninggalnya kedua orang itu, siksaan kaum Quraisy terhadap Nabi Muhammad saw dan pengikutnya semakin menjadi-jadi. Untuk menghibur kesedihan Nabi Muhammad saw, Allah swt memberikan peristiwa Isra’ Mi’raj yaitu perjalanan dalam satu malam yang melintasi Masjidil Haram-Masjidil Aqsha-Sidratul Muntaha. Kisah ini terdapat dalam QS. Al-Isra’: 1 dan QS. An-Najm:13-18.

Suatu ketika Muhammad SAW di Thaif

Muhammad saw
maxforums.net

Nabi Muhammad pernah ke Thaif dalam rangka melebarkan dakwahnya yang sulit berkembang di Makkah. Namun penduduk Thaif menolaknya mentah-mentah, bahkan melemparinya dengan batu. Saat itu ia ditawari oleh Malaikat Jibril, jika berkehendak maka ia dapat menggulingkan gunung kepada penduduk Thaif. Namun, Nabi Muhammad saw menolaknya. Ia berdalih penduduk Thaif bertindak kejam karena mereka belum paham dengan ajaran yang ia bawa, Ia pun mendoakan agar kelak penduduk Thaif menjadi orang-orang yang beriman. Ia kemudian berteduh di sebuah kebun anggur yang di sana ia bertemu seorang pelayan rumah beragama Nasrani. Pelayan ini merasa kasihan dan memberikan buah kepada Nabi Muhammad saw. Merasa takjub dengan bacaan basmallah Nabi Muhammad saw, pelayan itu pun berikrar masuk Islam.

Muhammad SAW hijrah ke Madinah

Muhammad saw
mehrnews.com

Atas ijin Allah swt, Nabi Muhammad saw beserta pengikutnya hijrah ke Madinah. Tidak seperti penduduk Makkad dan Thaif, penduduk Madinah lebih terbuka kepada dakwah Islam. Hijrah tersebut dilakukan secara bergelombang. Nabi Muhammad saw hijrah ke Madinah ditemani Abu Bakar pada malam hari ketika pemuda pilihan kaum Quraisy mengepung rumahnya untuk membunuh Nabi Muhammad saw. Ketika sampai di Madinah, Nabi Muhammad saw disambut meriah oleh penduduk Madinah. Penduduk Makkah yang berhijrah digelari kaum Muhajirin, adapun penduduk Madinah digelari kaum Anshar. Akhirnya, sebuah negara Islam berdiri di bawah kepemimpinan Rasulullah saw.

Muhammad SAW mendirikan negara Islam

Muhammad saw
twitter user @nanymod38

Negara Islam yang baru dibina di Madinah ditentang kaum Quraisy di Makkah dan diganggu kaum Yahudi serta kaum non-Islam yang lain. Namun demikian, Nabi Muhammad saw berhasil menumbuhkan sebuah negara Islam yang berlandaskan syariat Islam. Ia dilantik sebagai ketua agama, tentara, dan negara. Semua rakyat mendapat hak yang sama. Piagam Madinah yang merupakan sebuah perjanjian bertulis juga telah dibentuk. Piagam ini mengandung beberapa pasal yang melibatkan hubungan antara semua rakyat termasuk kaum non-Islam dan merangkum aspek politik, sosial, agama, ekonomi dan militer. Isi piagam tersebut adalah berdasarkan wahyu dan dijadikan dasar undang-undang Madinah.

Muhammad SAW dan perang

Muhammad saw
slideshare.net

Islam adalah agama yang cinta damai. Meski demikian, aspek pertahanan amat penting bagi melindungi agama, masyarakat dan negara. Rasulullah telah menyertai 27 kali ekspedisi tentara untuk mempertahankan dan menegakkan keadilan Islam. Peperangan yang diikuti Rasulllah ialah Perang Badar (623 M/2 H), Perang Uhud (624 M/3 H), Perang Khandak (626 M/5 H) dan Perang Tabuk (630 M/9 H). Namun tidak semua peperangan diakhiri dengan kemenangan.

Pada tahun 625 M/ 4 Hijrah, disepakati Perjanjian Hudaibiyah antara penduduk Islam Madinah dan kaum Musyrikin Makkah. Maka dengan itu, negara Islam Madinah telah diakui. Perang terakhir yang disertai oleh Rasulullah ialah Perang Tabuk yang dimenangkan oleh umat Islam.

Fathu Makkah

Muhammad saw
qadir-khom.blogfa.com

Nabi Muhammad saw kemudian berhasil menaklukkan kota Makkah yang dikenal dengan peristiwa Fathu Makkah pada 630 M/9 H bersama dengan 10 000 orang para pengikutnya. Peristiwa ini terjadi pada tahun 630 tepatnya pada tanggal 10 Ramadan 8 H. Peristiwa ini bermula ketika perjanjian Hudaibiyah (gencatan senjata selama 10 tahun) dilanggar oleh kau Quraisy. Nabi Muhammad saw beserta pasukannya dari Madinah memasuki Makkah kemudian menguasainya secara keseluruhan tanpa pertumpahan darah sedikitpun, sekaligus menghancurkan berhala yang ditempatkan di dalam dan sekitar Ka’bah.

Muhammad SAW dan para pembesar dari berbagai dunia

Muhammad saw
sqebd.com

Pasca berakhirnya perjanjian Hudaibiyah yang dilanggar oleh kau Quraisy, Nabi SAW  kemudian berdakwah  kepada raja-raja dan para pembesar di sekitar tanah Arab, mengajak mereka untuk masuk Islam dengan cara berkirim surat. Sebelum berkirim surat kepada para raja dan pembesar tersebut, Nabi Muhammad saw membuat cincin dari perak yang bertuliskan (berukir) “Muhammad Rasulullah”. Kata “Allah” ditulis paling atas, kata “Rasul” ditulis di tengah, dan kata “Muhammad” di tulis paling bawah. Cincin berukir “Muhammad Rasulullah” tersebut dibaut guna membubuhi cap pada surat-surat yang akan beliau kirim. Surat-surat tersebut dikirim kepada:

  1. Heraklius, kaisar Romawi. Dibawa oleh Dihyah bin Khalifah Al-Kalbiy.
  2. Kisra Abrawaiz, raja Persia. Dibawa oleh shahabat ‘Abdullah bin Hudzafah As-Sahmiy.
  3. Najasyi, raja Habsyi. Dibawa oleh shahabat ‘Amr bin Umayyah Adl-Dlamriy.
  4. Muqauqis, gubernur Mesir. Dibawa oleh shahabat Hathib bin Abu Balta’ah.
  5. Al-Harits bin Abu Syammar Al-Ghassaniy, wakil kaisar Rum di Damaskus. Dibawa oleh Syuja’ bin Wahab.
  6. Mundzir bin Sawa, raja Bahrain, wakil raja Kisra. Dibawa oleh Ibnul-Hadlramiy.
  7. Amir Bushra (suatu kota yang termasuk bagian daerah negeri Syam). Dibawa oleh shahabat Al-Harits bin Umair Al-Azdiy.

Hari-hari terakhir kehidupan Muhammad SAW

Muhammad saw
pakjannat.com

Menjelang akhir hayatnya, Rasulullah menunaikan haji bersama-sama dengan 100.000 orang pengikutnya. Ia menyampaikan amanat terakhirnya pada hari itu. Ia membacakan wahyu terakhir yaitu QS. Al-Maidah: 3. Dan ia bersabda, “Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa Tuhan Maha Esa dan kamu semua berasal dari satu keturunan yaitu keturunan Nabi Adam as. Manusia yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah swt adalah orang yang paling bertakwa. Aku telah tinggalkan kepadamu dua perkara dan kamu tidak akan sesat selama-lamanya jika berpegang teguh kepadanya keduanya, yaitu kitab al-Quran dan Sunnah Rasulullah.”

Rasulullah wafat pada bulan Juni tahun 632 M/12 Rabiul Awal tahun 11 Hijrah. Kematiannya sempat ditolak oleh beberapa sahabat termasuk Umar bin Khattab. mereka menganggap bahwa Rasulullah seperti Nabi Isa yang diangkat ke langit oleh Allah dan akan kembali ke dunia suatu saat nanti. Namun, akhirnya mereka disadarkan oleh Abu Bakar bahwa Rasulullah adalah manusia biasa yang juga memiliki batas usia. Di dunia ini, setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati.

Tinggalkan komentar