5 Ajaran atau Aliran Menyimpang Ini Sempat Hebohkan Masyarakat Indonesia

Indonesia adalah negara yang memiliki aneka ragam ras, budaya, dan agama. Oleh karena itu, tentu di negeri ini banyak sekali kepercayaan, ajaran atau aliran yang bermunculan di kalangan masyarakat.

Di zaman ini, banyak sekali ajaran-ajaran yang menyimpang dari agama yang diakui di Indonesia. Jika masyarakat yang tidak mempunyai pemahaman kuat menerima ajaran-ajaran tersebut, mungkin banyak dari mereka yang akan menjadi meyimpang pula.

Berikut ini, kita sediakan informasi mengenai ajaran atau aliran menyimpang di Indonesia yang sempat menghebongkan masyarakat Indonesia. Yuk, simak dengan seksama.

Inkar Sunnah

Inkar Sunnah merupakan sebuah aliran yang pertama kali muncul pada tahun 1980-an di wilayah Jakarta. Aliran ini mempercayai jika Al-Quran adalah satu-satunya sumber dasar hukum. Selain itu, mereka menganggap bahwa semua hadist itu menyesatkan.

Dalam ajaran ini, pengikutnya masih menjalankan ritual keagamaan layaknya umat Islam pada umumnya. Akan tetapi, ada perbedaan yang sangat mendasar dari ritual keagamaannya. Yakni, syahadatnya tidak sesuai ajaran Islam, shalat boleh memakai celana pendek, dan masih banyak yang lainnya.

Satrio Piningit Weteng Buwono

Aliran ini dipimpin oleh Agus Imam Solichin. Dia mengaku bahwa dirinya adalah Satrio Piningit yang berkembang di wilayah Jakarta Selatan. Selain itu, Dia juga mengungkapkan bahwa dirinya merupakan titisan presiden Soekarno.

Dalam ajaran yang dibesut Agus Imam Solichini ini, dia tidak menganjurkan para pengikutnya untuk melakukan shalat, zakat, puasa, dan juga segala sesuatu hal yang diajarkan oleh agama Islam. Bahkan yang lebih parahnya, dia menghalalkan zina.

Al-Qiyadah Al-Islamiyah

Seorang pria bernama Ahmad Musaddeq alias Haji Salam bermimpi didatangi oleh 2 orang yang menurutnya adalah malaikat. Kemudian setelah mengalami mimpi itu, dia membuat sebuah aliran yang bernama Al-Qiyadah Al-Islamiyah.

Kemudian pria ini mengaku sebagai utusan Tuhan. Saat mencoba menyampaikan pemahamannya kepada orang lain, jika ingin mengikuti ajarannya, maka orang tersebut harus mengucapkan syahadat sesuai tuntunannya. Yakni, mengakui bahwa dirinya adalah seorang nabi terakhir.

Dalam ajarannya ini terjadi penyimpangan yang sangat parah. Yakni Ahmad Musaddeq tidak mewajibkan para pengikutnya untuk shalat 5 waktu, zakat, haji, dan rukun islam yang lainnya.

LDII

Meskipun kurang tepat dikatakan sebagai sebuah aliran keagamaan, akan tetapi dari berbagai pihak organisasi Islam menganggap, bahwa organisasi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) ini temasuk ke dalam ajaran yang mentimpang.

Mereka menganggap bahwa semua orang di luar kelompek mereka, baik itu yang beragama Islam atau non-Islam adalah najis dan kafir, bahkan keluarganya sekalipun.

Meskipun para penganut ajaran LDII masih melaksanakan aturan yang sesuai dengan Al-Quran dan hadits, tetapi akan menjadi haram hukumnya bila tidak sesuai dengan apa yang diajarkan oleh imam mereka.

Ahmadiyah

Ahmadiyah merupakan suatu aliran keagamaan yang dalam beberapa tahun terakhir sering mendapat sorotan serta reaksi keras dari banyak umat Islam di Indonesia. Adapun penyebabnya adalah para pengikut Ahmadiyah mempunyai nabi serta rasul tersendiri, yakni Mirza Ghulam Ahmad yang berasal dari India.

Adapun kitab suci Ahmadiyah bernama Tadzkirah, bukan Al-Quran. Sedangkan tempat suci Ahmadiyah berada di Qaidan, India serta Rabwah, Pakistan.

Dalam pelaksanaannya sendiri, para pengikut ajaran Ahmadiyah memang masih menghormati Al-Quran serta Nabi Muhammad. Akan tetapi, mereka menganggap bahwa Mirza Ghulam Ahmad merupakan perwujudan janji Tuhan sebagai nabi terakhir yang diutus ke muka bumi ini.

Demikian penjelasan mengenai beberapa aliran atau ajaran menyimpang yang sempat menghebongkan masyarakat Indonesia. Semoga kita semua tidak sampai terjebak dalam ajaran-ajaran menyimpang ini. Semoga bermanfaat, sekian dan terima kasih.

Tinggalkan komentar