5 penyakit bersumber nyamuk

Saat ini pakar taksonomi telah berhasil mengidentifikasi sebanyak 3453 spesies nyamuk di dunia, namun hanya sebagian kecil yang berdampak pada kesehatan manusia. Akibat yang ditimbulkan nyamuk pun bermacam-macam. Mulai dari gangguan kenyamanan sewaktu istirahat, gigitan yang menimbulkan alergi, sampai ke dampak kesehatan yang lebih serius yaitu kematian pada penderitanya karena infeksi dari kuman penyakit yang ditularkannya.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan penyakit bersumber nyamuk antara lain pergerakan penduduk dan perilaku manusia yang secara sengaja maupun tidak sengaja menyebabkan kerusakan lingkungan sehingga menjadi tempat yang cocok untuk perkembang biakan nyamuk. Ditambah lagi teknologi untuk mengendalikan nyamuk sangat sedikit. Oleh karena itu kita harus merawat lingkungan kita agar terbebas dari nyamuk. Karena gigitan nyamuk bukan hanya sekedar gangguan melainkan mempunyai potensi bahaya yang cukup besar.

Malaria

Di indonesia ditemukan lebih dari 80 spesies nyamuk Anopheles dan 14 spesies di antaranya terbukti sebagai nyamuk penyebab malaria. Dalam lima tahun terakhir wabah malaria meningkat di pulau-pulau jawa dan bali. Penyebabnya antara lain kerusakan lingkungan, meningkatnya kekebalan nyamuk penyebab malaria terhadap obat anti-malaria.

Demam Berdarah

Virus penyebab penyakit ini ditularkan terutama oleh Aedes aegypti. Dan di beberapa lokasi ditularkan juga oleh nyamuk Aedes albopictus. Kedua jenis nyamuk ini sering berada di dalam rumah tinggal dan sekitar pemukiman kita. Sejak 1968, kasus demam berdarah di indonesia cenderung meningkat bahkan semakin luas penyebaran wilayahnya.

Chikungunya

Penyakit ini menyebabkan kasus yang luar biasa di beberapa daerah. Penyebabnya  sama dengan demam berdarah yaitu Aedes aegypti. Meskipun tidak menyebabkan kematian, Chikungunya dengan gejalanya yang kronis mendatangkan gangguan kesehatan yang lain, misalnya demam tinggi, lumpuh atau persendian bengkok.

Japanese Enchepalitis.

Penyakit ini mewabah di bali, sumatra utara, sulawesi utara, papua dan di lokasi yang ada kaitannya dengan peternakan babi. Nyamuk jenis culex dikenal sebagai pembawa penyakit ini. Nyamuk culex dapat berkembang dimana-mana seperti sawah, kolam, air genangan pada kandang dan lain-lain.

Filariasis Limfatik (Kaki Gajah)

Tersebar luas dipelosok tanah air. Resiko penularan penyakit ini cukup besar di daerah-daerah berkepadatan tinggi, misalnya diperkampungan padat penduduk.

Tinggalkan komentar