Adab Bertamu yang Tidak Boleh Kita Lupakan Ketika Bertamu

Saling berkunjung dan bertamu ke rumah orang lain adalah bagian dari kehidupan Manusia. Entah itu berkunjung ke rumah keluarga, teman, kenalan, tentangga, atau sekedar sesama manusia. Tapi seringkali kita tidak mengetahui bagaimana adab-adab dalam bertamu.

Padahal Rasulullah telah mengajarkan bagaimana cara bertamu yang sesuai adab. Sayang sekali jika silaturahim kita tidak diniatkan untuk ibadah dan mengikuti sunnah beliau. Oleh karena itu kita harus mengetahui adab-adab dalam bertamu.

 

Salam dan Mohon Izin Maksimal Hanya Tiga Kali

www.mnginteractive.com
www.mnginteractive.com

Dalam salam dan meminta izin (mis. Mengetuk pintu) kita diajarkan untuk hanya melakukannya tiga kali. Jika sudah tiga kali maka kita urungkan keinginan kita untuk bertamu. Ini sebagaimana sabda Rasulullah, yaitu:

Dari Abu Musa Al-Asy’ary radhiallahu’anhu, dia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Minta izin masuk rumah itu 3 kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!’” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengucapkan salam dan meminta Izin sebelum masuk

www.ministry-to-children.comwww.ministry-to-children.com

Mungkin kita pernah melihat orang yang niatnya ingin bertamu, tetapi dia langsung masuk ke rumah orang yang dia ingin bertamu tanpa minta izin terlebih dahulu. Hal semacam ini tidak boleh dalam Islam. Islam mengajarkan kepada kita untuk saling menghormati termasuk menghormati tempat tinggal milik seseorang.

Selain meminta izin kita juga harus mengucapkan salam dan menyebutkan nama kita sebagai orang yang mau bertamu. Ini sebagaimana yang Rasulullah sabdakan, yaitu:

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” (QS. An-Nuur [24]: 27)

Selain itu hal ini juga disinggung dalam hadits riwayat Kildah ibn al-Hambal radhiallahu’anhu, dalam hadits tersebut Rasul bersabda:

“Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu aku masuk ke rumahnya tanpa mengucap salam. Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Keluar dan ulangi lagi dengan mengucapkan ‘assalamu’alaikum’, boleh aku masuk?’” (HR. Abu Daud dan Tirmidzi berkata: Hadits Hasan)

Mengucapkan salam dan dijawabnya salam kita saja tidaklah berarti kita sudah dibolehkan masuk. Kita harus menunggu sampai sang pemilik rumah mengizinkan atau mengajak kita masuk. Memang mungkin budaya di sebagian tempat berbeda dengan hal ini. Tetapi justru itu, kita harus menerapkan adab bertamu islami ini dalam apapun budayanya.

Aturan Islam ini bertujuan agar si penamu tidak menggangu sang tuan rumah. Selain itu dengan adab ini juga melindungi aib sang tuan rumah yang seharusnya tidak terlihat oleh sang tamu. Setiap orang memiliki privasi dalam kehidupannya masing-masing. Islam mengerti hal ini dan memberikan kebaikan dalam kehidupan manusia. Terkait dengan hal ini Rasulullah bersabda,

“Sesungguhnya disyari’atkan minta izin adalah karena untuk menjaga pandangan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Mengetuk Pintu Tanpa Menganggu

www.events.contractors.netwww.events.contractors.net

Terkadang kita temukan ketika seseorang hendak bertamu dia mengetuk pintu tuan rumahnya dengan berlebihan. Hal tersebut tidak seperti yang dicontohkan Rasul. Mengetuk pintu secara berlebihan dan keras-keras dapat mengagetkan pemilik rumah dan menganggu mereka. Hal tersebut justru menjadi awal yang tidak baik bagi kegiatan bertamu nantinya. Sebagaimana yang Rasul contohkan dalam hal ini,

“Kami di masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengetuk pintu dengan kuku-kuku.” (HR. Bukhari)

Posisi Berdiri Tidak Menghadap Pintu Masuk

modernsurvivalblog.commodernsurvivalblog.com

Berdirilah di samping pintu, atau jika berdiri di depan pintu menghadaplah ke selain dalam rumah. Sehingga dengan posisi yang seperti itu, sang pemiliki rumah dapat melihat sang penamu sebelum diizinkannya masuk. Hal ini sebagaimana yang disabdakan Rasulullah,

“Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu’alaikum… assalamu’alaikum…” (HR. Abu Dawud)

Tidak Boleh Mengintip Isi Rumah Orang Laing

www.therapytwins.comwww.therapytwins.com

Mengintip ke dalam rumah orang lain adalah hal yang sangat dilarang dalam Islam. Ini termasuk perbuatan yang tercela, sebagaimana yang Rasulullah sabdakan,

“Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu.” (HR. Bukhari)

“Dari Anas bin Malik radhiallahu’anhu sesungguhnya ada seorang laki-laki mengintip sebagian kamar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu nabi berdiri menuju kepadanya dengan membawa anak panah yang lebar atau beberapa anak panah yang lebar, dan seakan-akan aku melihat beliau menanti peluang untuk menusuk orang itu.” (HR. Bukhari )

Jika Tuan Rumah Menyuruh Pulang, Maka Kita Wajib Pulang

www.ambitious.comwww.ambitious.com

Jika sang tuan rumah menyuruh kita pulang maka kita harus pulang. Kalau seorang penamu ditolak kedatangannya, ini bukan berarti tuan rumah sombong dan angkuh dan kita tidak boleh marah Ini sebagaimana yang difirmankan Allah,

Jika kamu tidak menemui seorangpun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur [24]: 28)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini dengan berkata, “Mengapa demikian? Karena meminta izin sebelum memasuki rumah orang lain itu berkaitan dengan pengunaan hak orang lain. Oleh karena itu, tuan rumah berhak menerima atau menolak tamu.”

Syaikh Rahman bin Nasir As Sa’di menambahkan dalam tasirnya bahwa jika kita disuruh kembali pulang maka pulanglah, dan janganlah kita marah. Karena tuan rumah tidak menolak hak kita. Terserah dia karena itu haknya dia. Jangan ada tuduhan atau perasaan bahwa dia sombong atau angkuh.

Menjawab Nama dengan Jelas jika Sang Tuan Rumah Bertanya

www.teachers.netwww.teachers.net

Tak jarang pemiliki rumah bertanya “siapa?” kepada sang penamu. Jika terjadi seperti itu, maka sang penamu harus menjawabnya dengan namanya yang jelas. Ini sebagaimana yang dipesankan oleh sebuah hadits,

“Aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka aku mengetuk pintu, lalu beliau bertanya, ‘Siapa?’ Maka Aku menjawab, ‘Saya.’ Lalu beliau bertanya, ‘Saya, saya?’ Sepertinya beliau tidak suka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Demikianlah beberapa tentang beberapa adab dalam bertamu. Sebagai muslim yang memiliki dan menjunjung akhlak yang baik kita harus mempedulikan adab dalam bertamu. Wallahu a’lam.


Sumber rujukan: https://muslimah.or.id/58-bertamu-dengan-cara-nabi-shallallahu-alaihi-wa-sallam.html

 

Tinggalkan komentar