Air Susu Ibu Perah (ASIP), Solusi Pemberian Nutrisi Terbaik pada Ibu Pekerja

ASI adalah makanan terbaik untuk bayimu. Meskipun ahli teknologi pangan dunia telah mengembangkan susu formula dengan berbagai fortifikasi zat gizi, tetap saja tak bisa menandingi kandungan ASI.

Menjadi wanita karir tak semestinya menghalangi bunda untuk memberikan hak bayi. ASI perah (ASIP) merupakan solusi yang bisa bunda terapkan. Berikut ini beberapa hal penting berkaitan dengan ASIP yang perlu bunda ketahui.

Kandungan Gizi ASIP

dewidyazhary.wordpress.com

Jika dibandingkan dengan ASI yang langsung diberikan kepada bayi, tentu saja kandungan gizi dari ASIP lebih rendah. ASIP mengalami penurunan zat gizi termasuk vitamin maupun zat antibodi.

Meskipun terjadi penurunan kandungan gizi seiring lamanya waktu penyimpanan, ASIP masih memiliki kandungan dalam batas nilai yang ditetapkan secara internasional.

ASIP tetap lebih unggul dibandingkan susu formula yang rawan pencemaran saat pengolahannya.

Cara Memerah ASIP

www. panduanhidupsehat.com

Secara umum terdapat 3 cara memerah ASI yaitu menggunakan tangan, memakai alat pompa manual, dan menggunakan alat pompa elektrik. Hal yang perlu diperhatikan selama memerah ASI adalah higienitas alat yang dipakai.

Cucilah tanganmu menggunakan sabun terlebih dahulu. Perah sedikit ASI untuk kemudian dioleskan pada puting dan areola. ASI mengandung zat anti bakteri sehingga setelah dioleskan pada puting proses pemerahan selanjutnya diharapkan lebih higienis.

Sebaiknya tetapkan jadwal rutin pemerahan ASI, seperti pagi hari setelah sholat subuh, saat istirahat di kantor, atau malam hari sebelum bunda beristirahat. Jadwal pemerahan yang konsisten akan memberikan reflek pengeluaran ASI.

Jika kesibukan terpaksa membuatmu melewatkan jadwal pemerahan ASI, tetaplah perah ASI dan jangan sampai payudara menjadi bengkak. Hal ini merupakan salah satu cara menjaga produksi ASI agar tetap lancar.

Sebelum memerah ASI, bunda perlu merangsang putting payudara dengan telunjuk. Carilah tempat yang tenang agar bunda merasa nyaman selama memerah ASI tanpa takut terganggu.

Cobalah untuk menarik nafas dalam dan melakukan relaksasi sejenak. Jaga kondisi psikologis bunda agar proses pemerahan lancar. Jangan membawa urusan kator dan rumah tangga saat memerah ASI.

Jika perlu lihatlah foto bayi bunda untuk mengaktifkan hormon serotonin yaitu hormon yang memicu rasa bahagia. Perasaan bahagia ini dapat memicu pemerahan ASI lebih deras dan lancar.

Jika memungkinkan letakan handuk hangat pada payudara bunda. Kemudian pijat payudara dengan lembut. Bunda tidak perlu memijat pada bagian puting. Setelah semua persiapan alat dan psikologis siap, mulailah untuk memerah ASI.

Awalnya memerah ASI mendapatkan hasil yang tak begitu banyak. Namun seiring latihan dan kebiasaan produksi ASI perah dapat melimpah.

Bagaimana Cara Menyimpan ASIP?

www.gendies.com

Simpan ASIP pada wadah yang higinenis dan tertutup. Sebaiknya gunakan botol jar dari kaca. Selain rapat, botol jar kaca juga mudah dibersihkan dan disterilkan. Jika menggunakan botol plastik, pastikan bahan plastik aman digunakan.

Gunakan wadah yang pas dengan kebutuhan bayi sekali minum yaitu sekitar 125 ml. Jika ASI akan diberikan kurang dari 6 jam, bunda tak perlu menyimpannya dalam lemari pendingin. Namun sebaiknya tidak menyimpan ASI pada suhu ruang lebih dari 3 atau 4 jam.

Masukan ASI pada lemari pendingin dengan suhu 4 derajat celcius jika akan disimpan 24 jam. Penyimpanan untuk ASI yang akan digunakan lebih dari 1 minggu sebelumnya di lemari pendingin selama 30 menit. Kemudian dibekukan pada suhu -18 derajat celcius.

ASIP beku dapat digunakan 3 – 6 bulan. Jangan lupa untuk memberikan label nama bunda dan tanggal pengambilan agar mudah menyajikan pada bayi.

Tinggalkan komentar