Arti Kata Barakallah dan Penjelasannya

Kata Barakallah sering sekali disebutkan di kalangan orang muslim. Seperti saat ulang tahun kata barakallah fii umrik sering diucapkan. Saat menghadiri undangan pengantin kalimat barakallahu lakuma juga tak jarang ditemui, apalagi mendengarkan lagu Barakallah yang dilantunkan oleh penyanyi muslim Internasional Maher Zain. Lagu tersebut berisi hadits Rasul yang bertujuan untuk mendoakan kedua pasangan pengantin.

Dalam kata Barakallah terkandung makna ‘semoga mendapat berkah dari Allah’, ada juga yang memaknai ‘semoga diberkahi Allah’. Sedangkan makna barakallah fii umrik ailah ‘semoga mendapatkan berkah dari Allah dalam usiamu’. Bisa juga diterjemahkan ‘semoga diberkahi Allah di usiamu saat ini’.

Pada dasarnya pengucapan kalimat barakallah merupakan doa untuk seseorang supaya diberikan limpahan rahmat dan hidayah dari Allah SWT dalam segala sudut kehidupan.

Baarakallahu lakuma wa baaraka ‘alaikuma wa jama’a bainakumaa fi khoir. Adalah doa yang dicontohkan Rasulullah Muhammad ketika menghadiri pernikahan saudara kita. Memiliki makna yaitu Semoga Allah senantiasa memberkahi kalian berdua dalam keadaan mudah dan dalam keadaan sulit, serta mengumpulkan kalian berdua senantiasa dalam kebaikan.

Tidak hanya pada saat ulang tahun dan pernikahan saja, namun saat ada saudara, teman kita atau siapapun yang mendapat rezeki keturunan yang baru lahir, kita disunnahkan untuk mendo’akan barokah bagi mereka dan kepada si anak tersebut.

Bacaannya adalah “Barakallahu laka fil mauhub, wa syakarta al wahib, wa balagha asyuddahu, wa ruziqta birrahu.”

Artinya: Semoga Allah memberkahi kamu pada anak yang dikurniakan-Nya kepadamu, semoga kamu mensyukuri Tuhan Yang Maha Pemberi, semoga anak itu akan mencapai umur kuat/matangnya dan semoga kamu akan diberi rezeki kebaikannya.

Kita telah mengerti, Arti ‘Baarakallaah’ terkandung do’a yang memiliki makna sangat mulia. Mulai perbanyaklah membaca kalimat ini kepada orang-orang di lingkungan kita, karena mendo’akan orang lain pada dasarnya seperti mendo’akan kita sendiri.

Perilaku yang membiasakan membaca do’a-do’a dan kalimat mulia ini dianjurkan, seperti yang dilakukan oleh Rasulullah SAW serta para sahabat. Karenanya, mari kita budayakan sunnah rasul di sekitar kita.

Tinggalkan komentar