Apakah Onani Itu Berbahaya? Atau Justru Menyehatkan?

Masturbasi alias onani ini adalah topik yang cukup kontroversial. Dunia psikologi masih mendebatkan apakah onani ini berbahaya atau justru menyehatkan.

Artikel ini tidak akan membahas tentang dampak moral dari onani. Silahkan bertanya ke nurani diri sendiri untuk mengetahuinya. Artikel ini akan membahas tentang hasil penelitian dampak masturbasi terhadap otak.

Mungkin kamu ingin tahu jawaban pasti dari pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apakah masturbasi itu baik bagi tubuh?
  • Berapa kali seminggukah saya boleh onani agar tidak kecanduan?
  • Apa sajakah risiko masturbasi?
  • Bagaimana caranya saya tahu kalau saya kecanduan masturbasi?
  • Masturbasi membantu saya untuk bisa tidur, jika saya tidak masturbasi, bagaimana saya bisa tidur?
  • Jika saya tidak boleh mastrubasi, apakah itu berarti saya benar-benar tidak boleh melepaskan dorongan seksual sama sekali?
  • Kalau saya onani sambil mengkhayalkan pasangan saya, apakah ini bisa jadi alternatif yang sehat pengganti pornografi?

Beberapa pertanyaan di atas akan dijawab dalam artikel ini. Namun ada beberapa pertanyaan yang sangat pribadi, hanya kamu sendirilah yang bisa menjawabnya. Artikel ini akan memberi beberapa pandangan yang mungkin belum pernah kamu ketahui dan juga mengajakmu berpikir dengan beberapa pertanyaan.

Pada akhirnya, kamu sendirilah yang perlu mencari di dalam lubuk hatimu tentang apa yang benar bagimu. Kamu sendiri yang perlu mempertimbangkan apakah onani akan membuat dirimu merasa lebih baik. Kamu sendiri juga yang perlu mempertimbangkan apakah onani justru membuatmu terjebak.

Pertama-tama, mari kita lihat hasil riset ilmiah tentang onani. Apakah dampak onani pada otak dan sistem syaraf?

Untuk menjawabnya, mari kita bahas tentang terowongan proses seksual.

Baca juga:

Terowongan proses seksual dan masturbasi

http://ronalvesteffer.com/
http://ronalvesteffer.com/

Kita semua memasuki terowongan proses seksual kapan pun kita memiliki hasrat untuk berhubungan seksual. Kamu secara naluriah akan tahu kapan kamu memasuki proses ini, yakni saat kamu merasa terangsang secara seksual.

Saat kamu memasuki terowongan, otakmu mulai melepaskan zat-zat neurokimia yang sangat kuat. Masing-masing zat kimia ini memicu reaksi pada otak dan juga tubuh. Reaksi yang paling utama adalah membuat tingkat perhatianmu menjadi sangat sempit dan terfokus. Reaksi lainnya:

  • Kamu merasakan kenikmatan yang semakin besar
  • Energi dan stamina meningkat
  • Efek keterikatan semakin besar
  • Kemampuan mengingat meningkat karena otak menangkap setiap detail

Terowongan proses seksual hanya mempunyai 1 tujuan utama: klimaks seksual.

Dalam hubungan pernikahan, terowongan proses seksual sangatlah masuk akal. Tapi bagaimana dengan hubungan terowongan ini dan masturbasi?

Kapan pun seseorang melakukan onani yang dibarengi imajinasi seksual, hampir pasti ia memasuki terowongan. Dari sudut pandang ilmu neurokimia, otak manusia tidak bisa membedakan dunia nyata dengan dunia angan-angan. Saat kamu berfantasi dan onani, otakmu percaya bahwa kamu benar-benar mengalami hubungan seks yang sebenarnya. Hingga akhirnya otakmu mendapatkan klimaks seksual.

Zat-zat neurokimia yang dilepaskan saat berhubungan intim dengan suami/istri, juga dilepaskan saat masturbasi, atau biasa disebut “ngeseks dengan diri sendiri.” Dalam hubungan pernikahan, zat-zat neurokimia ini memiliki efek yang sangat kuat. Begitu pula saat masturbasi, efek ngeseks dengan diri sendiri pun melekat sangat kuat pada otak pelakunya.
Namun ada perbedaan yang kentara. Dalam hubungan pernikahan, hubungan intim membuat seseorang terikat dengan pasangannya. Sementara dalam onani, zat-zat neurokimia ini membua pelakunya terikat dan kecanduan dengan kebiasaan yang kesepian ini.

Karena onani sangat terfokus pada 1 tujuan, yakni klimaks seksual, kebiasaan ini sangat berpotensi menyebabkan kecanduan. Mengapa? Dr. Page Bailey, pakar sains otak, mengatakan,

Orgasme adalah salah satu pengalaman fisiologis terkuat yang bisa tubuh manusia alami. Hati-hatilah dalam memilih apa yag kamu pikirkan dan lakukan untuk mencapai klimaks ini, karena hal itu akan terpatri di otakmu lebih dari yang bisa kamu bayangkan.

Inilah juga yang menyebabkan kecanduan pornografi cukup sulit untuk diatasi. Begitu pornografi digunakan berulang-ulang untuk mencapai orgasme, otak dan tubuh menghubungkan porno dengan pengalaman puncak yang sangat intens ini. Tidak peduli pornografi itu didapat di layar gadget, majalah, atau di dalam pikiran. Otak akan “belajar” tentnag “klimaks-porno.”

Inilah sebabnya cara melepaskan diri dari kecanduan pornografi adalah dengan menjelaskan konsekuensi dari pornografi, yakni apa yang terjadi setelah klimaks.

Apa yang bisa kita simpulkan? Riset ilmiah tentang otak telah menyimpulkan bahwa onani dan fantasi membawa pelakunya ke gunnel dan melepaskan semua jenis zat neurokimia yang dialami saat berhubungan intim yang sebenarnya. Apa pun yang seseorang pikirkan atau lakukan saat bermasturrbasi akan melekat dalam otaknya dan menjadi kebiasaan kuat, yakni kecanduan.

Apakah onani itu baik atau buruk?

andrys.com
andrys.com

Jadi, apakah onani itu baik atau buruk? Apakah onani itu benar atau salah? Apakah onani itu berbahaya atau justru menyehatkan? Silahkan jawab beberapa pertanyaan ini dan simpulkan sendiri hal apa yang lebih baik untuk hidupmu.

  • Saat dan setelah masturbasi, apakah kamu merasa jauh lebih baik? atau kamu merasa lebih buruk dan jiwamu terasa hampa?
  • Setiap kali masturbasi, apakah kamu merasa semakin bisa memutuskan dengan bebas untuk melakukannya dan meninggalkan kebiasaan ini kapan pun kamu mau? Ataukah justru kamu merasa semakin sering sakau dan ingin onani?
  • Apakah kamu merasa dirimu dan hidupmu jauh lebih baik setelah onani? Atau justru kamu merasa keduanya terasa lebih buruk?
  • Apakah kamu merasa lebih terhubung dengan orang lain saat onani? Ataukah kamu merasa lebih kesepian?
  • Apakah masturbasi membuatmu menilai dirimu sendiri dan juga orang lain hanya berdasarkan penampakan fisiknya?Ataukah masturbasi membantumu lebih menghargai dirimu sendiri dan juga orang lain secara lebih menyeluruh?
  • Jika kamu sudah menikah, apakah masturbasi membuatmu lebih dekat dengan pasanganmu? Ataukah masturbasi justru membuatmu terasa lebih jauh dan tersekat dengannya?

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa jadi sangatlah jelas. Namun proses bertanya ini sangatlah penting. Yang perlu kamu lakukan adalah menjawab dengan jujur, bukan pada orang lain, tapi menjawab dengan jujur pada nuranimu sendiri.

Dari jawaban jujur itulah, kamu akan tahu hal manakah yang lebih baik bagimu: Apakah masturbasi itu sehat? Atau justru berbahaya?

Satu pemikiran pada “Apakah Onani Itu Berbahaya? Atau Justru Menyehatkan?”

Tinggalkan komentar