22 Cara Membantu Ibu yang Mengalami Postpartum Depression, dari Para Ibu yang Pernah Mengalaminya

Melahirkan seorang (atau beberapa) bayi bisa menjadi awal hidup baru yang menyenangkan bagi seorang wanita. Sang ibu (bersama suaminya) tentu sudah menyiapkan selimut, pakaian, dan berbagai maian bayi. Namun bisa jadi, ibu ini tiba-tiba menderita depresi.

Memang banyak wanita yang mengalami perubahan mood yang ringan selama atau setelah melahirkan. Fenomena perubahan mood ringan ini biasa disebut baby blues. Sayangnya ada 15-20% ibu baru yang mengalami gejala yang lebih berat, postpartum depression alias depresi pascamelahirkan (PPD). Para ibu baru ini membutuhkan dukungan dan perawatan yang tepat, terutama dari orang-orang di sekitarnya.

Lalu, bagaimanakah cara kita bisa membantu ibu baru yang mengalami depresi ini? Situs themighty.com membuat survei kepada para ibu yang mengalami PPD dengan pertanyaan sederhana: saat mereka mengalami PPD, bantuan seperti apa yang mereka harapkan dari orang-orang di sekitarnya.

Inilah jawaban mereka.

Jangan abaikan

“Tolong jangan abaikan saya atau mengesampingkan perasaan saya. Saya sedang meminta tolong dengan cara saya sendiri.” Michelle Robert

Berbagi pengalaman

“Ceritakan pengalamanmu saat mengalami PPD. Ingatkan saya kalau semuanya akan baik-baik saja.” Esmeralda Patino

Periksa ke psikolog jika diminta

“Periksa saya. Kalau saya curhat padamu bahwa saya mengalami PPD dan memintamu memeriksanya, lakukan. Hampir tidak ada yang melakukannya. Mereka mengabaikan permintaan saya, menganggap kalau saya baik-baik saja.” Kelly hristianson DeBie

Cintai

“Selalu ada di samping saya. Jika saya membutuhkanmu di tengah malam, temani saya. Jika saya merasa ingin menangis, temani saya. Jika saya butuh waktu sendiri, hormati. Yang terpenting, cukup cintai saya.” Sammie Prescott

Temani

“Cukup temani saya. Temani saya saat saya tiba-tiba menangis. Dan mungkin sambil siapkan makanan atau bantu mencuci.” Michelle Windish

Bertanya

“Tanyakan kabarku dan jangan terima kalau saya jawab, ‘Baik.’ Beri tahu aku kalau aku ini ibu yang hebat. Bilang padaku kalau kamu akan berada di sampingku dan buktikan kata-katamu itu. Peluk aku saat kamu melihatku. Tanyakan padaku apa yang bisa kamu lakukan untuk membantuku.” Jessica Grieves

Jangan tolak perasaan

“Tolong jangan katakan ‘Sudahlah’ atau ‘Lupakan saja.’ Percayalah, kalau bisa, sudah saya lakukan. Hanya bantulah aku untuk melakukan apa yang tidak bisa kulakukan. Dan, cintai aku.” Jessica Wilkinson LaBonte

Jadilah teman

“Jadilah temanku. Beri aku pundak untuk bersandar, tapi jangan tersinggung kalau terkadang aku butuh waktu sendiri.” Adrien Hensley

Jangan bandingkan

“Jangan banding-bandingkan pengalamanku ini dengan pengalaman ibu-ibu yang lain, jangan juga bandingkan dengan pengalamanmu saat menjadi ibu.” Kristen Novotny

Akui perasaan

“Jangan sepelekan dengan berkata ‘Kamu hanya lelah’ atau ‘Mungkin itu hanya hormonmu.’ Akui perasaanku.” Kelly Ravensberd

Beritahu kalau kamu peduli

“Aku masih ingin kamu meneleponku atau mengirim pesan untukku atau memberitahuku kalau kamu peduli. Bisa jadi aku tidak berkata apa-apa, pada saat itu. Tapi tetap beritahu kalau kamu tetap peduli karena suatu hari nanti, aku akan berkata ‘ya,’ dan kamu yang selalu menemani di saat-saat terburukku itu sangat berarti bagiku.” Anne-Marie Tonyan Lindsey

Tunjukkan bantuan

“Tunjukkan bantuanmu dengan datang dan melakukan hal-hal yang ‘kotor’ seperti mencuci piring atau pakaian. Selalu hadir. Bilang padaku kalau aku tidak gila atau aku bukanlah ibu yang buruk. Bilang padaku kalau kamu akan membantuku mencarikan terapis/doktor  yang bagus dan menawarkan untuk menghubunginya. Bantu aku untuk merasa positif akan pengobatan.” Jessica Daniels

Mendengarkan

“Dengarkan. Itulah yang terpenting.” Emily Sinicropi

Perhatikan hal-hal kecil

“Perhatikan hal-hal kecil yang kulakukan (seperti berbelanja bersama bayi, tidak bangun tidur dalam kondisi menangis dsb) dan ingatkan aku tentang hal-hal itu. Tapi bukan dengan merendahkan saya. Cukup beri tahu kalau dunia belum berakhir dan sedikit demi sedikit aku akan menjadi diriku sendiri lagi.” Jennie Angus

Pelajari tentang PPD

“Pelajari tentang PPD. Pelajari tentang gejala, penyebab, dan cara penanganan. Pelajari tentang perubahan sikap yang harus diperhatikan. Bisa saja aku tidak memberitahumu tentang perasaanku. Sering terasa sulit untuk menjelaskan apa yang kurasakan dan lebih sulit lagi untuk curhat pada orang lain. Kalau kamu tahu gejala-gejala PPD, kamu akan tahu kalau aku sedang mengalaminya dan membantuku untuk bisa menolong diriku sendiri.” Margaret Hermosa Rice

Jangan kasihani

“Saat curhat kalau aku sedang mengalami masa-masa sulit, aku merasa lebih buruk kalau orang yang kucurhati malah menunjukkan tampang mengasihaniku. Aku justru merasa lebih baik kalau dia membalas, ‘Kamu sangat berani karena kamu  mau membicarakan hal ini.’ Hal lain yang ingin kudengar adalah, ‘kamu sudah melakukan hal yang tepat.’ Dan respon terbaik adalah, ‘Ceritakan padaku.’ Sandy Burhouse Celauro

Jangan hakimi

“Cukup jangan hakimi. Saya sudah cukup menghakimi diri saya sendiri. Kamu tidak harus bisa memahami saya, tapi tolong jangan buat perasaan saya memburuk dengan merendahkan saya.” Kim Lecy

Jangan anggap kalau ibu PPD tidak mau menjadi ibu

“Jangan anggap kalau mengalami PPD itu berarti kalau aku  tidak mau menjadi ibu atau aku tidak siap menjadi ibu. Aku sangat ingin menjadi ibu, lebih dari apa pun, dan aku masih menginginkannya.” Avery Furlong

Penuhi permintaan

“Hal-hal yang kubilang kuinginkan itu menjadi lebih penting dari sebelumnya. Buatlah keinginanku tercapai, walau kamu harus memindahkan gunung.” Amanda Thomas

Izinkan istirahat

“Awasi bayi selama aku tidur siang. Beristirahat dapat membuat kondisiku membaik.” Indigo Bleu

Bantu tanpa diminta

“Bantulah tanpa kuminta! Aku sedang tidak bisa meminta tolong, tapi masih membutuhkan minuman, makanan, dan bantu dicucikan pakaian.” Annie Edwards

Percaya padaku

“Percayalah padaku saat aku curhat padamu.” Melissa McCoy

 

Tinggalkan komentar