Batasi Waktu Anak Bermain Gadget, Agar Anak Tak Menjadi Pecandu

Orang tua tentu menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya. Sayangnya banyak orang tua yang mengangngap bahwa semua hal canggih adalah terbaik untuk anak. Termasuk dalam hal pemberian gadget pada usia anak masih kecil.

Meskipun kamu bisa membelikan gadget termahal untuk menemani si kecil bermain sehari-hari, namun terlalu lama berinteraksi dengan gadget memiliki dampak buruk terhadap perkembangan anak.

Kamu mungkin bangga bisa memberikan gadget tercanggih dan termahal pada anak. Namun tahukah kamu bahwa anak-anak pemilik perusahaan Apple tidak diperkenankan bermain gadget sama sekali?

Mereka asyik bermain di luar dengan permainan-permainan sederhana. Pemilik perusahaan Apple sadar bahwa bermain gadget tidak baik untuk perkembangan anaknya.

Bunda perlu membatasi waktu anak berinteraksi dengan gadget. Awalnya mungkin anak akan berontak dan menangis. Alihkan perhatian anak dengan bermain permainan yang lain seperti lego, mobil-mobilan, bermain boneka, petak umpet, dan lain-lain.

Pembatasan waktu bermain gadget perlu dilakukan untuk mencegah dampak buruk yang bisa terjadi. Berikut ini beberapa dampak negatif pada anak yang kecanduan bermain gadget.

Meningkatkan Resiko Obesitas

beritakupagi.blogspot.com

Anak yang kecanduan gadget tidak akan tertarik bermain di luar rumah seperti melompat, berlari, berjalan, dan lain-lain. Alhasil kalori di dalam tubuh anak tidak mengalami pembakaran sehingga menumpuk dan diubah menjadi lemak.

Biasanya anak yang mengalami obesitas lebih mudah terserang berbagai penyakit lantaran daya tahan tubuhnya lemah.

Radiasi Tidak Baik untuk Anak

www.cosmomom.net

Penelitian telah dilakukan Universitas Leeds di Kota Leeds dan Universitas Manchester and Institute of Cancer Research di Manchester, Inggris. Mereka menyatakan bahwa syaraf anak masih berkembang dan tengkorak anak masih tipis sehingga anak lebih rentan terserang radiasi dari gadget.
Penggunaan gadget yang terlalu lama dikhawatirkan dapat merusak otak dan sel syaraf pada anak berusia di bawah 5 tahun.

Anak Tidak Peka Terhadap Lingkungan

www.haulain.com

Dr Gary Small dalam artikel yang diterbitkan The New York Times mengatakan bahwa anak-anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan teknologi mengurangi interaksi dan mengganggu keterampilan komunikasi.

Hal ini memang benar adanya. Kita bisa lihat bahwasanya anak-anak yang terlalu asyik dengan gadget seolah-olah memiliki dunia sendiri. Ia sama sekali tidak peduli dengan lingkungan di sekitarnya.

Anak Menjadi Tempramen

www.suaranews.com

Bagaimana reaksi anak yang dipanggil ibunya saat asyik bermain gadget. Tak sedikit yang marah-marah dan menangis karena asyiknya bermain gadget harus di putus begitu saja.

Hal ini umum terjadi pada semua anak-anak dan balita yang kecanduan bermain gadget. Mereka tumbuh menjadi orang yang agresif dan sering marah-marah.

Proyeksikan sikapnya di masa depan saat ia sudah tumbuh dewasa. Sangat mungkin ia tumbuh menjadi anak pembangkang dan durhaka terhadap orang tua. Naudzubillah.

Merusak Penglihatan.

Anak yang kecandauan bermain gadget tentu memandang layar handphone maupun komputer dalam waktu lama. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan mata pada anak.

Beberapa dampak diatas bisa melanda anak yang kecanduan gadget untuk bermain games. Dampak buruk pada anak yang kecanduan video pornografi lebih parah lagi.

Mungkin suatu hari anak tidak sengaja melihat video porno. Namun sekali ia melihatnya ia akan kecanduan. Masa depan anak sudah terbayang dalam kesuraman.

Jika kamu terpaksa memberikan gadget pada anak, buatlah kesepakatan durasi maksimal anak boleh bermain gadget. Selain itu matikan akses data internet agar anak tidak bisa mengakses hal yang aneh-aneh.

Tinggalkan komentar