Kalau Kamu Berhenti Sering-Sering Mengecek Facebook, 10 Hal Ini yang Akan Terjadi Padamu

Media sosial bisa menjadi alat yang hebat untuk bersilaturahim dengan banyak orang, mencari teman baru, dan bersosialisasi secara efektif. Sayangnya, tidak semua orang menggunakannya untuk hal itu.

Bagi banyak orang , mengecek facebook sudah seperti pekerjaan. Mereka memposting untuk mencari likes, mencari tahu apa yang orang lain lakukan, dan hampir terobsesi untuk tahu apa yang terjadi di semua tempat saat itu juga.

Mereka bermain games dan ikut-ikutan yang sedang ngetren (seperti kuis). Ini bisa terjadi pada kamu sendiri atau orang yang kamu kenal. Kalau ya, mungkin ini waktunya untuk berhenti.

Inilah 10 hal yang akan terjadi begitu kamu berhenti mengecek facebook setiap saat.

 

Otakmu jadi tidak begitu mati

Saat kamu membenamkan dirimu melihat layar handphone mengecek facebook, kamu tidak memperhatikan dunia di sekelilingmu. Bisa jadi kamu traveling ke mana-mana namun tetap menatap gadget-mu setiap saat.

Kalau hal itu terjadi, kamu tidak mendapatkan pengalaman yang nyata. Saat kamu menutup facebook, kamu mengangkat kepala dan mulai memperhatikan apa yang terjadi di sekitarmu dan kamu akan lebih sadar akan segalanya.

Tentu, ini hal yang baik untuk teman-teman yang ingin mengobrol langsung denganmu.

Kamu akan jadi lebih produktif

2 produktif
Bagi orang yang bekerja lewat internet, musuh terbesarnya adalah media sosial. Mudah sekali menekan tombol minimize untuk hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan lalu mengecek facebook, instagram, atau path selama beberapa menit saja.

Sayangnya beberapa menit itu ternyata menjadi seperempat jam dan tanpa kamu sadari, kamu sudah kehilangan 30 menit waktu produktifmu. Dengan gadget dan koneksi yang semakin cepat, kamu bisa mengecek facebook di mana saja, termasuk di tempat kerja.

Saat kamu menaruh gadgetmu, kamu harus melakukan hal  lainnya agar tidak merasa bosan. Dan tentu itu berarti melakukan pekerjaan yang sebenarnya.

..

..

  1. Kamu bisa fokus pada hal lainnya

Melihat facebook saja bisa menghabiskan banyak waktu. Kamu bisa menghabiskan banyak sekali waktumu hanya untuk scrolling update terbaru di wall-mu. Apalagi sejak linimasa facebook tidak berdasarkan kronologis waktu posting lagi.

Lepas dari facebook berarti kamu sudah membebaskan banyak waktumu. Artinya kamu bisa mengerjakan banyak hal lainnya.

Kamu bisa mempererat hubungan dengan orang-orang yang paling berarti dalam hidupmu. Ya ngomong-ngoomong soal quality time. Kamu bisa menghabiskan banyak waktu dengan teman-temanmu dan saling menyelami hal-hal yang sebelumnya tidak kalian ketahui secara mendalam. Kamu juga bisa berolahraga dan mencapai postur tubuh yang kamu idam-idamkan.

Ada banyak sekali kemungkinan begitu kamu menggunakan waktumu untuk melakukan hal-hal yang benar-benar ingin kamu lakukan.

..

..

  1. Kamu bisa tahu siapa temanmu yang sebenarnya

Mempunyai pertemanan internet yang baik itu mudah. Memberi like di postingan orang lain dan berkomentar di foto mereka itu hanya menghabiskan sedikit waktu saja.

Orang yang berkomentar di semua fotomu dan memberi like di semua statusmu menghabiskan hanya 45 detik namun berlagak seperti mereka benar-benar peduli dan menjadi teman sebenarnya yang benar-benar tertarik padamu.

Saat kamu meninggalkan facebook, semua itu tidak ada lagi. Yang ada hanyalah orang-orang yang memang benar-benar peduli padamu dan ingin bersama denganmu. Meninggalkan facebook bisa membantumu menemukan ornag-orang ini jauh lebih cepat.

..

..
 

  1. Kamu akan menyadari kalau like itu tidak ada artinya

sekarang, menekan tombol like di facebook sudah bukan berarti benar-benar menyukai postingan tersebut. Ini sudah menjadi keharusan untuk menunjukkan kalau kamu sudah melihat postingan tersebut.

Banyak orang yang tidak bisa melihat fenomena ini secara jelas. Sedikit menjauh dari media sosial bisa membuatmu menyadari betapa tak bergunanya tombol like dan bagaimana sedikit orang benar-benar peduli akan hal-hal yang mereka sukai.

Kamu akan merasa lebih banyak pekerjaan yang kamu selesaikan

6 puas
Karakteristik facebook itu kamu tidak akan pernah selesai di dalamnya. Selalu ada yang dilakukan, lebih banyak yang dilihat. Menghadapi perasaan “tidak pernah selesai” sepanjang hari bisa sangat menghabiskan energi mental dan emosional.

Melakukan hal-hal di dunia nyata bisa mengatasi masalah itu. Kamu bisa membaca buku sampai selesai. Kamu bisa menyelesaikan mencuci piring dan pakaian. Ada banyak hal lain di dunia nyata yang bisa kamu selesaikan.

Sebagai manusia, kita merasa puas kalau merasa sudah menyelesaikan sesuatu. Jangan rampas perasaan itu dari dirimu sendiri. matikan facebook dan selesaikan satu pekerjaan.

Kamu akan menyingkirkan penguntit

Semua orang yang menggunakan facebook memiliki penguntit, alias stalker. Ya, terutama kalau kamu wanita. Orang-orang bisa melihat foto-fotomu, status-statusmu, dan semuanya tanpa perlu minta izin darimu (ya, kamu sudah mengizinkannya begitu kamu memposting semuanya).

Pria-pria sering mencari-cari foto-foto gebetannya. Wanita juga melakukannya (walau lebih jarang). Orang-orang yang bukan temanmu bisa melihat informasi tentangmu. Walau mereka tidak bisa melihatmu secara langsung, mereka bisa tahu orang-orang yang dekat denganmu.

Temanmu yang kurang peduli akan privasi bisa saja memposting kalau dia sedang pergi ke mall denganmu. Dengan begitu, penguntitmu akan tahu kamu sedang ada di mana.

Kalau kamu meninggalkan facebook, kamu akan benar-benar aman dari orang-orang semacam ini.

Kamu akan memandang dirimu sendiri lebih baik

Ada penelitian yang menunjukkan kalau facebook membuat kamu merasa dirimu sendiri lebih buruk. Misalnya saja saat kamu membuat status dan tak ada yang menekan tombol like, kamu merasa semua orang menganggapmu bodoh. Saat kamu memposting foto dan lawan jenis tidak memberi komentar akan penampilanmu, kamu merasa dirimu jelek.

Kamu terus-menerus melihat orang yang lebih bahagia darimu, lebih sukses darimu, punya hubungan yang lebih baik darimu.

Bukankah itu akan membuatmu merasa inferior dan depresi? Mengapa kamu mau-maunya membuat dirimu sendiri seperti itu?

Ada cara mudah untuk berhenti, putus hubungan sementara dari facebook.

Kamu akan lebih bersyukur atas apa yang kamu miliki

Ada penelitian di Jerman tentang perasaan orang-orang saat menggunakan facebook. Hasilnya menunjukkan bahwa orang-orang menjadi lebih iri akan apa yang orang lain miliki. Misalnya saja saat orang lain memposting gadget barunya, rumah, mobil.

Ada yang iri saat orang lain memposting sedang liburan ke tempat yang belum pernah kamu kunjungi. Ada juga yang iri saat melihat orang lain punya hubungan yang menyenangkan dengan teman-temannya, pacarnya, suami/istrinya, atau keluarganya.

Facebook itu media yang bagus untuk memamerkan apa  yang kamu punya. Di balik itu, facebook juga media yang bisa membuatmu membaca hal-hal yang sudah orang lain punya sementara belum kamu miliki.

Mengapa kamu mau membuat dirimu sendiri menderita dengan sering-sering melihat facebook?

Kamu akan menyadari kalau arti dirimu bagi facebook hanyalah data yang dilihat oleh pengiklan

Memang mungkin ada pengguna facebook lainnya yang benar-benar peduli padamu. Namun, kita juga meragukan kalau facebook sendiri benar-benar peduli padamu. Bagi Mark Zuckerberg, kamu hanyalah data di dalam database raksasanya, yang bisa ia kumpulkan dan eksploitasi.

Pekerjaanmu di facebook adalah untuk melihat iklan, menghabiskan waktu bermain facebook fames, dan membuat situs itu lebih kaya lagi. Yang terjadi padamu di luar itu tidak benar-benar berarti bagi facebook.

Di dunia nyata, kamu tidak mau punya hubungan yang erat dengan orang seperti itu. Lalu mengapa kamu tetap menjalin hubungan erat dengan facebook?

Sekarang-sekarang ini memang facebook terasa menjejalimu dengan postingan-postingan.

Media sosial dibuat untuk alasan tertentu. Namun akhir-akhir ini, kita seperti lupa apa alasan itu sebenarnya.

Media sosial seperti bukan lagi tentang mencari orang, terkoneksi, atau membuat pertemanan yang benar-benar berarti. Media sosial sudah menjadi tren—banyak-banyak like status. Media sosial sudah jadi adiksi, seperti pekerjaan, namun kamu tidak mendapat  hal-hal yang berarti darinya.

Bukan berarti kamu harus meninggalkan facebook. Itu terlalu ekstrem. Namun kamu harus menguranginya. Kamu tidak akan kehilangan banyak hal kok kalau tidak mengecek facebook 30 kali sehari.

Diterjemahkan bebas dari tulisan Joseph Hindy di Lifehack.

Tinggalkan komentar