Beternak Dan Budidaya Ayam Bangkok (BK)

Ayam bangkok atau biasa disebut ayam BK merupakan salah satu jenis ayam yang dipelihara untuk diadu. Aduan yang dimaksud tentu adalah aduan fisik atau bertarung. Ayam BK petarung yang digunakan sudah pasti ayam jantannya/ayam jagonya. Satu ekor ayam jantan BK aduan bisa mencapai jutaan rupiah, belum lagi yang sering juara, bisa menembus harga ratusan juta rupiah. Sedangkan anakan dari pejantan aduan bisa bernilai ratusan ribu. Tentu hal inilah yang bisa kita manfaatkan sebagai peluang usaha sampingan yang menjanjikan. Pemeliharaannya juga hampir bisa dikatakan mudah. Anda hanya perlu mengikuti panduan berikut ini:

Pemilihan Indukan

Pemilihan indukan yang unggul sangat mempengaruhi hasil anakan yang unggul pula. Dalam memilih indukan unggul sebaiknya dipilih pejantan yang bersayap rapat ke arah badan dengan paruh melengkung dan berukuran cukup panjang, tulang lehernya rapat, kokokan yang mantap dan nyaring. Bila dilihat dari badannya bulat, berkaki dan sisik kering/keras, bulu indah dan mengkilat, berjari kaki panjang, dan gaya bertarungnya menyerang sekitar kepala dan leher lawan. Sedangkan untuk Betina yang bagus dicari yang berjari kaki halus dan panjang, tidak berpenyakit atau pernah sakit sejak menetas. Matanya menjorok ke dalam dan bersih, memiliki tulang di bawah pangkal ekor sekitar 3-4 jari, dan akan lebih bagus lagi jika indukan mempunyai taji. Usahakan indukan sudah berumur 1,5 tahun dengan pejantan sudah sekali ganti bulu dan betina sudah tiga kali bertelur.

Perkandangan

Kandang bisa dibuat dalam dua alternatif. Pertama adalah kandang umbaran, atau dibiarkan bebas dengan hanya dibuat pagar tinggi menggunakan jaring atau pagar bambu saja. Usahakan ukuran kandang satu meter persegi per ekor, sesuaikan dengan jumlah ayam yang dipelihara. Kedua adalah kandang kurungan (bisa panggung/kurung) biasanya digunakan untuk tahap pembesaran dan pemisahan antara pejantan dan betina agar lebih fokus pada perkembangannya. Usahakan agar kandang memiliki luas satu meter persegi per ekor dengan ketinggian tutup kandang minimal delapan puluh sentimeter.

Pemeliharaan & Pakan

Tidak ada pemeliharaan khusus selain selalu dijaga kebersihan dan kesehatannya. Sedangkan untuk makanan dapat diberikan protein berupa cacahan ikan atau daging, biji-bijian seperti beras merah, jagung, atau gabah, air minum, dedaunan dari sayuran segar misalkan bayam, sawi, kangkung, toge, dll. Jika ingin maksimal berikan pakan 5 kg jagung halus + 3 kg konsentrat ayam petelur + 2 kg dedak atau bekatul kemudian dicampur menjadi satu dengan air.

Pemanenan

Setelah proses kawin berhasil, biasanya ayam akan bertelur setelah seminggu kemudian. Selanjutnya telur akan dierami selama tiga minggu dan setelah itu telur akan menetaskan anakan ayam BK. Jika jumlah telur diatas 20 butir dalam satu kandang indukan yang keluar bersamaan, tetaskan dalam inkubator.

Tinggalkan komentar