Biografi Imam Bukhari, Sang Ahli Hadits Termahsyur di Dunia

Biografi Imam Bukhari – Nama lain dari Imam Bukhari adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari . Imam Bukhari lahir pada tahun 196 Hijriyah atau 810 Masehi dan Wafat pada tahun 256 Hijriyah atau 870 Masehi.

Imam Bukhari merupakan ahli hadits yang terkenal di antara para ahli hadits lainnya sejak dulu hingga saat ini bersama dengan Imam Muslim, Abu Dawud, An-Nasai, Tirmidzi dan Ibnu Majah bahkan di kitab-kitab Fiqih dan Hadits, hadits-haditsnya memiliki derajat yang tinggi. Sebagian orang menyebutnya dengan julukan Amirul Mukminin fil Hadits yang memiliki arti Pemimpin kaum mukmin dalam hal Ilmu Hadits. Di dalam bidang ini, hampir seluruh ulama merujuk kepadanya.

Biografi Imam Bukhari

biografi imam bukhari
rofiudin23.wordpress.com

Dia dinamai Muhammad oleh Ismail bin Ibrahim yang merupakan ayahnya. Yang sering memakai nama aslinya ini adalah Imam Turmudzi di komentarnya setelah meriwayatkan hadits yang ada dalam Sunan Turmudzi. Sedangkan kuniah Imam Bukhari adalah Abu Abdullah. Dia dikenal sebagai al-Bukhari karena lahir di Bukhara, Uzbekistan. Dengan begitu nama lengkapnya adalah Abu Abdullah Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah al-Ju’fi al-Bukhari.

Bukhari terdidik dalam keluarga ulama yang taat dalam beragama. Ibnu Hibban menulis dalam kitab ats-Tsiqat bahwa ayahnya dikenal sebagai orang yang wara’. Wara’ adalah sikap berhati-hati kepada hal-hal yang sifatnya syubhat atau ragu-ragu hukumnya terlebih lebih lagi terhadap yang haram.

Ayahnya merupakan seorang ulama yang mengikuti madzhab Maliki dan murid dari Imam Malik. Ayahnya telah wafat saat Bukhari masih kecil.

Bukhari berguru dengan Syekh Ad-Dakhili yang merupakan ulama ahli hadits mahsyur di Bukhara. Di usia 16 tahun Bukhari mengunjungi dua kota suci yaitu Mekkah dan Madinah bersama keluarganya, di kedua kota suci tersebut Bukhari mengikuti kajian yang dibawakan oleh para guru besar hadits.

Di usia 18 tahun Bukhari hafal kitab-kitab hadits dari karya Mubarak dan Waki bin Jarrah bin Malik serta menerbitkan kitab pertamanya yang berjudul Kazaya Shahabah wa Tabi’in. Bersama dengan gurunya yang bernama Syekh Ishaq, ia menghimpun hadits-hadits shahih ke dalam satu kitab. Dari satu juta hadits yang diriwayatkan oleh 80.000 perawi disaring kembali menjadi 7275 hadits.

Bukhari memiliki daya hafal yang sangat tinggi sebagaimana yang diakui oleh kakaknya yang bernama Rasyid bin Ismail. Sosoknya kurus dengan kulit agak kecoklatan, tidak tinggi, tidak pendek, ramah, dermawan dan banyak menyumbangkan hartanya yang digunakan untuk pendidikan.

Penelitian Hadits

hadits shahih bukhari
wikiwand.com

Bukhari membutuhkan waktu selama 16 tahun untuk mengumpulkan serta menyeleksi hadits-hadits shahih dengan mengunjungi berbagai kota untuk menemui para perawi hadits, mengumpulkan dan menyeleksi haditsnya. Kota-kota yang dikunjunginya antara lain Mesir, Bashrah, Kufah, Hijaz (Mekkah, Madinah), Baghdad sampai menuju Asia Barat. Di Baghdad, Bukhari sering bertemu Imam Ahmad bin Hanbali dan berdiskusi dengannya.

Dari kota-kota yang dikunjungi itu, Bukhari bertemu dengan 80.000 perawi hadits dan dari merekalah Bukhari mengumpulkan serta menghafal hingga satu juta hadits.

Namun tidak semua hadits yang dia hafalkan kemudian diriwayatkan, melainkan terlebih dahulu diseleksi dengan sangat ketat di antaranya dengan mencari tahu apakah sanad atau riwayat dari hadits tersebut bersambung dan apakah perawi hadits itu tepercaya dan kuat.

Menurut Ibnu Hajar Al Asqalani, pada akhirnya Bukhari menulis sebanyak 9082 hadist yang dikenal sebagai Shahih Bukhari dalam karya monumentalnya Al Jami’al-Shahih. Banyak ahli hadits yang berguru kepadanya di antaranya Syekh Abu Zahrah, Muhammad Ibn Nasr, Abu Hatim Tirmidzi dan Imam Muslim.

Wafat

makan imam bukhari
panggilandarisurau.com

Kebesaran akan keilmuannya diakui serta dikagumi di seantero dunia Islam. Di Naisabur kedatangannya pada tahun 250 H disambut dengan meriah. Dalam kitab Shahih Muslim, Imam Muslim menulis. “Ketika Imam Bukhari datang ke Naisabur, saya tidak melihat kepala daerah, para ulama dan warga kota memberikan sambutan luar biasa seperti yang mereka berikan kepada Imam Bukhari”. Namun setelah itu terjadi fitnah yang membuat Imam Bukhari meninggalkan kota tersebut dan pergi ke Bukhara yang merupakan kampung halamannya.

Sama seperti di Naisabur, di Bukhara dia disambut secara meriah. Akan tetapi fitnah kembali terjadi, kali ini dari Gubernur Bukhara sendiri yang bernama Khalid bin Ahmad Az-Zihli. Akhirnya Gubernur ini mendapatkan hukuman dari Sultan Uzbekistan Ibn Tahir.

Tak lama setelahnya, atas permintaan warga Samarkand yang merupakan negeri tetangga dari Uzbekistan, Imam Bukhari menetap di wilayah itu. Setelah tiba di Khartand, Imam Bukhari mampir untuk mengunjungi beberapa keluarganya. Namun dia jatuh sakit di sana selama beberapa hari dan akhirnya meninggal tanggal 31 Agustus 870 M atau 256 H yang bertepatan dengan malam Idul Fitri di usia 61 tahun tepatnya 62 tahun kurang 13 hari. Ia dimakamkan setelah Salat Dzuhur di Hari Raya Idul Fitri.

Itulah biografi Imam Bukhari singkat yang dapat menambah wawasan anda. Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar