Sebelum Berbisnis, Pelajari Dulu 4 Metode Bisnis Ala Rasulullah

Setiap muslim pasti mengatahui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Yaitu sosok teladan dan panutan hidup di dunia. Jasa beliau menyampai dakwah tauhid dapat kita rasakan sampai detik ini.

Namun tahukah kita Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bukan hanya mengajarkan dakwah tauhid  kepada ummatnya tetapi juga mengajarkan bagaimana berbisnis/berdagang. Karena beliau adalah seorang pedagang yang sukses.

Kesuksesan beliau tidak hanya di tanah arab melainkan juga di luar arab, seperti di Syam, Bahrain, Yordania dan Yaman. Semuanya dijalanin Rasulullah dengan hasil yang melimpah dan tidak merugi.

Tahukah kita apa yang menjadi dasar Rasulullah dalam menjalankan bisnisnya hingga sampai ke 4 negara besar? Berikut penjelasannya:

 

Jujur

Jujur dan Amanah
https://pixabay.com/id/users/geralt-9301/

Kejujuran adalah modal utama dalam berbisnis. Inilah yang dicontohkan Rasulullah sehingga banyak diantara pelanggan dan rekan bisnisnya membeli barang dagangan yang dijualnya. Sehingga tidak heran Rasulullah mendapatkan gelar Al-Amin atau yang terpercaya.

Dengan modal jujur inilah kenapa Khadijah yang pada saat itu adalah pengusaha terkaya menaruh perhatian kepada Rasulullah dan memberikan kepercayaan bisnis kepadanya. yang kemudian menjadi istri dari Nabi.

Sopan Santun

Bisnis dengan Sopan santun
http://careergirlnetwork.com/

Dalam berbisnis Rasulullah menganggap pelanggan dan rekan bisnis adalah saudaranya. Sebagaimana sabda beliau:

“Sayangilah makhluk yang ada di bumi, niscaya Allah akan menyayangi kalian.”

Dengan memperlakukan konsumen seperti raja maka secara tidak langusung konsumen akan merasa nyaman dan mendapatkan kepuasan dalam bertransaksi jual beli.

 

Tidak Menjual Barang yang Buruk

Tidak Menjual Barang Buruk
http://3.bp.blogspot.com/

Rasulullah tidak pernah menjual produk dengan kualitasnya rendah atau tidak pantas dijual. Rasulullah selalu menjaga mutu dan kualitas barang yang dijualnya.

Selain itu Nabi Muhammad mengelompokkan barang berdasarkan kualitasnya. Barang dengan kualitas baik tentu saja akan dihargai lebih mahal daripada dengan kualitas biasa-biasa saja.

Dalam suatu kisah, Rasulullah pernah marah kepada seorang pedagang karena menyembunyikan jagung yang basah diantara jagung yang bagus. Jagung basah tersebut seharusnya diletakkan diatas karena pelanggan harus tahu. Trik ini sangat dihindari oleh Rasulullah karena bisa menipu pembeli.

Tidak Menimbun Barang

Tidak Menimbun Barang
http://islamiday.com/

Rasulullah shallallhu ‘alaihi wasallam sangat melarang bagi siapa saja yang suka menimbun barang dagangan atau dikenal dengan istilah ikhtikar. Contohnya, Kamu mempunyai tomat, lalu kamu menyimpan tomat tersebut untuk dijual di kemudian hari dengan harga yang tinggi disaat tomat langka .

Ini merupakan tindakan jahiliyyah yang tidak sukai oleh Allah dan Rasul-Nya.  Jika memang kondisi harga seperti itu, maka harus menjual dengan harga seperti awal juga.

Demikianlah cara bisnis ala Rasulullah yang mesti kita ambil pelajarannya. Jangan pernah memulai bisnis tanpa didasari ilmu yang benar. Sebab dalam islam  kita dituntut meraih keberkahan dalam setiap bisnis yang dijalankan.

 

 

Tinggalkan komentar