Cara Meditasi yang Dilakukan oleh Pengusaha Chairul Tanjung

“Meditasi adalah cara terbaik untuk menetralkan suara-suara yang ada di kepala”

Dan Harris

Dulu saya termasuk orang yang skeptis terhadap meditasi. Saya menganggap aktivitas itu tidak terlalu bermanfaat di dunia yang sekarang ini semakin cepat. Meditasi yang tampak tenang itu terkesan lambat. Apalagi dengan adanya konsep meditasi ala biksu Tong di serial kera sakti, “Isi adalah kosong, kosong adalah isi.” Tampak terlalu aneh bagi saya.

Momen yang mengubah pandangan: Chairul Tanjung ternyata berlatih meditasi

dibalikbuku.com

Sampai akhirnya saya membaca Si Anak Singkong, biografi Chairul Tanjung. Di dalamnya saya menemukan kalau Chairul Tanjung belajar meditasi alias olah pernapasan semasa SMP.

Diajari oleh mentornya,  pengusaha yang akrab disebut CT ini berlatih bernapas sambil menutup mata. Sembari itu, ia berusaha untuk memperhatikan suara-suara kecil yang sulit terdengar dalam keadaan normal.

CT berujar latihan tersebut sangat berguna untuk  meningkatkan konsentrasinya. Kemampuan berpikir mendalam dalam waktu lama inilah yang sangat berguna dalam mengembangkan usahanya.

Namun metode yang CT gunakan terlalu sulit untuk saya. Oleh karena itu, saya mencari metode lain yang lebih pas.

Perjalanan mencari teknik meditasi yang cocok

dibalikbuku.com

Temuan tentang CT yang membuat saya tertarik untuk membaca buku 10% Happier karya Dan Harris, pembaca berita Good Morning America di stasiun televisi ABC. Dalam buku tersebut, Dan menceritakan perjalanannya mencari ketenangan hidup.

Dalam segi karier, Dan sudah dapat dibilang cukup puas. Menjadi pembawa berita di Good Morning America tentu prestasi yang prestisius. Oleh karena itu, ia mencari kesuksesan yang “lain,” yakni kebahagiaan. Ia sudah mencoba berbagai macam. Contohnya bekerja sangat keras, mengikuti pelatihan Anthony Robbins, serta belajar dengan berbagai guru dan motivator lainnya.

Namun tidak ada yang membuatnya puas. Sampai akhirnya ia bertemu dengan meditasi.  Bagi dan Harris menyebutkan meditasi membuatnya 10% lebih bahagia, layaknya judul buku ini.

Dalam buku ini, Dan Harris menyebutkan 3 langkah dalam bermeditasi. Cara inilah yang lebih sesuai untuk saya. Teknik ini sangat sederhana, sampai-sampai bisa dilakukan tanpa mentor. Walau tentu dengan bantuan guru, kemampuan bermeditasi kita akan meningkat.

3 Langkah Praktis untuk Bermeditasi

Berikut ini 3 langkah bermeditasi menurut Dan Harris. Metode ini paling sesuai bagi saya.

1.       Duduklah dengan nyaman

Tidak perlu duduk bersila, kecuali kalau memang ingin. Meditasi dapat dilakukan dengan duduk di kursi. Bahkan sebenarnya dengan berdiri atau berbaring pun tidak mengapa, walau hati-hati kita bisa tertidur kalau dilakukan sambil berbaring.

Posisi meditasi apa pun yang kamu ambil, kamu harus tetap  menegakkan postur badanmu. Tapi usahakan tetap rileks, jangan tegang.

2.       Bernapas dengan penuh kesadaran

Fokuskan pikiran pada satu titik. Misalnya hidung, perut, atau dada. Rasakan udara yang mengalir masuk dan keluar.

Untuk bisa lebih meresapi napas, berkatalah dalam hati, “Masuk” dan “Keluar.” Walau jangan terlalu memikirkan ucapan tersebut. Dalam bermeditasi, pikiran difokuskan pada apa yang kamu rasakan saat bernapas.

3.       Setiap kali hilang fokus, kembalilah meresapi pernapasan

Inilah kunci utama bermeditasi: setiap kali fokusmu terpecah (ini akan sering terjadi, mungkin ribuan kali), kembali memusatkan pikiran dengan tenang. Sangat wajar kalau kita hilang fokus, misalnya terlintas pikiran tentang hal yang harus dikerjakan besok.

Jangan merasa bersalah karena tidak bisa khusyuk bermeditasi. Justru pembelajaran sebenarnya dari bermeditasi adalah berlatih menyadari lintasan pikiran kita.

Apa manfaat dari meditasi?

dibalikbuku.com

Bagi CT, meditasi sangat berguna untuk bisa berpikir dengan jernih dan berkonsentrasi lebih lama. Dalam The Whole New Brain, Daniel Siegel mengungkap bagaimana meditasi membantu mengembangkan otak prefrontal cortex. Bagi Dan Harris, meditasi berguna untuk berdamai dengan suara-suara yang membisiki pikirannya, mengurangi stres tanpa harus menghilangkan sifat kompetitif, dan juga self healing.

Kesalahpahaman terbesar meditasi adalah perkataan Tong Sam Chong, “Isi adalah kosong. Kosong adalah isi.” Ada kesan bahwa meditasi itu mengosongkan pikiran.  Padahal tidak.

Meditasi yang benar bertujuan untuk lebih awas dengan lintasan pikiran yang ada di kepala kita. Menyadari lintasan pikiran (sekaligus perasaan) inilah yang membantu untuk berdamai dengan diri kita sendiri.

Itulah sebabnya meditasi membuat kita sehat terutama secara emosional. Minim kontradiksi antara keinginan dengan alam bawah sadar yang kita miliki. Hal ini  tentu berpengaruh juga terhadap kesehatan fisik.

Inilah yang membuat saya berhenti skeptis terhadap meditasi. Bahkan kini rutin melakukannya. Bagaimana dengan kamu?