Menanam Dan Budidaya Jamur Tiram

Budidaya jamur tiram merupakan salah satu dari sekian banyak alternatif usaha rumahan yang dapat dijalankan dengan modal yang sedikit. Selain itu penanaman dan perawatan jamur tiran juga tergolong mudah tanpa membutuhkan perlakuan yang khusus. Beberapa alasan itulah yang membuat jamur tiram dapat dibudidayakan oleh siapa saja baik dalam skala kecil maupun skala besar. Namun dalam kenyataannya, seringkali banyak pembudidayaan jamur tiram yang mengalami kegagalan. Umumya kegagalan diakibatkan karena teknik/cara budidaya yang salah atau kurang benar. Ada beberapa faktor yang harus diperhatikan seperti kondisi dan kebersihan lingkungan serta cara perawatannya. Jika faktor-faktor tersebut tidak diperhatikan, maka hasilnya tidak akan maksimal atau bahkan mengalami kegagalan. Nah, berikut adalah panduan budidaya selengkapnya:

Penanaman dan Pemeliharaan

Pertama-tama siapkan kumbung baglog, rak baglog, bibit jamur tiram, dan peralatan budidaya. Pilih bibit yang unggul dan terjamin yang bisa dibeli dari petani lain yang sudah diakui mutunya. Selanjutnya buatlah media tumbuh jamur tiram dari serbuk gergaji sebagai sumber nutrisi dasar bagi jamur. Usahakan pilihlah kayu yang berjenis keras sebab banyak mengandung selulosa yang sangat dibutuhkan oleh jamur, misalnya kayu sengon, kayu jati, atau kayu mahoni yang bisa dengan mudah didapat di tempat penggergajian kayu. Sebelumnya kompos terlebih dahulu serbuk kayu dengan cara ditutup menggunakan plastik atau terpal selama 1-2 hari dengan suhu sekitar 50 derajat celcius. Apabila ingin lebih murah media gergajian kayu bisa diganti dengan bekatul atau dedak. Selanjutnya letakkan media pada kantong plastik bening tahan panas berukuran 20 cm x 30 cm dengan komposisi serbuk gergaji 100 kg, tepung jagung 10 kg, dedak halus atau bekatul 10 kg, kompos 0,5 kg, kapur pertanian (CaCo3) 0,5 kg, dan air 50-60%. Oven media tanam selama 6-8 jam pada suhu 100 derajat celcius, kemudian beri air sekitar 50-60% sampai kalis dan bisa dikepal. Pastikan air yang digunakan adalah air murni atau air sumur. Padatkan adonan pada plastik tanam dengan cara menekan-nekan adonan. Pada bagian atas kantong dipasang cincin paralon, selanjutnya ditutup dengan sumbat kapas lalu diikat dengan karet agar tidak lepas. Selanjutnya Lakukan sterilisasi baglog selama 8 jam di dalam krubut terpal atau drum tertutup. Setelah itu barulah didinginkan dan kemudian dilakukan penanaman bibit jamur tiram pada baglog. Bersihkan tempat dan alat pemanenan jamur tiram agar terhindar dari hama dan penyakit. Jaga suhu dan kelembaban ruang sesuai kebutuhannya. Atur sirkulasi udara dalam kumbung agar jamur tidak mudah layu dan mati karena kepanasan. Berlalukan aturan buka tutup sirkulasi udara sesuai kondisi udara luar dan dalam ruangan, sebab yang terpenting adalah jangan sampai jamur kekurangan udara segar karena sistem kumbung yang minim sirkulasi udara.

Pemanenan

Pemanenan bisa dilakukan setelah usia 40 hari (2-3 minggu) setelah jamur muncul. Lakukan pemanenan hanya pada jamur yang berukuran cukup besar dan yang belum mekar penuh.