6 Fakta Tentang Pulau Sempu yang Kalian Harus Tahu

http://www.hipwee.com/

PULAU SEMPU – Pulau Sempu, sudah pernah dengar belum? Itu, yang sering diulas di blog-blog dan juga dijadikan bahan pamer para wisatawan. Kalau masih belum ngeh juga, pulau Sempu ini ada di Malang, Jawa Timur. Letaknya tidak jauh dari tempat wisata Sendang Bening. Tapi rasanya sudah banyak yang tahu tentang pulau Sempu, kok.

Buktinya sudah banyak juga yang berulangkali hilir mudik mengunjungi tempat tersebut. Tapi anehnya mereka justru bukannya memikirkan dampak buruknya wisatanya, justru mengabaikan beberapa fakta yang ada di dalamnya. Fakta-fakta berikut ini sebaknya direnungkan kembali, sehingga kalian punya pikiran jernih pada pulau yang satu ini.

1

Kawasan Cagar Alam, Bukan Tempat Wisata

http://www.hipwee.com/

Secara tegas dikatakan bahwa tempat ini bukan tempat wisata, melainkan cagar alam. Setiap siapa saja yang pernah dengar cagar alam harusnya tahu apa artinya dan apa fungsinya. Tapi kenyataannya masih saja tidak dihiraukan bahkan dengan sengaja dilanggar.

Alasan paling klasik adalah “rumah saya jauh, saya hanya ingin datang melihat-lihat, mohon di ijinkan”. Seharusnya kalau sudah tahu jangan datang, apalagi orang jauh, wong orang dekat saja tidak boleh.

2

Ekspansi Wisata Bisa Merusak Habitat Alami

http://www.hipwee.com/

Keanapa sih wisata di sana dilarang? Jelas tujuannya baik, salah satunya adalah menjaga kawasan cagar alam dari kerusakan habitat aslinya. Sebab kebanyakan dari wisatawan akan membuat kerusakan baik kecil maupun besar.

Kerusakan besar bisa dengan penjarahan dengan dalih sebagai kenang-kenangan dan yang lebih kecil bisa menyebabkan terganggunya hewan-hewan di sana. Jadi masihkan kalian memaksa mau pergi ke sana?

3

Banyak Dijumpai Sampah Berserakan

http://www.hipwee.com/

Salah satu kerusakan yang sangat sulit dihindari adalah kerusakan lingkungan akibat samah. Mau tidak mau beberapa sudut di pulau Sempu juga tak luput dari serakan sampah tanpa terkendali lagi. Padahal dulunya di sana bebas dari sampah dan terjamin kealamiannya.

Sekarang tumpukan sampah mulai di temukan bebas berserakan tanpa adanya tanggung jawab dari wistawan yang datang tersebut. Untungnya masih banyak yang berbesar hati menjadi relawan samah di sana, kalau tidak, entahlah.

4

Dijadikan Tempat Berkemah, Padahal Jelas Salah

http://www.hipwee.com/

Dulunya tempat ini sepi tanpa pengunjung, sekarang setiap akhir pekan bahkan setiap hari ada saja yang berkemah di sini. Padahal itu jelas sudah salah dan melenceng dari tujuannya yang hanya melihat-lihat dan berwisata di sana. Padahal kalau tidah hati-hati justru dapat merusak lingkungan di sana.

Misalkan saja menyebabkan kebakaran atau membuat takut binatang yang sedang mencari makanan. Selain itu juga berkemah sudah ada tematnya, dan tempatnya bukan di sini. Parahnya lagi mereka yang berkemah adalah mahasiswa, harusnya mereka tahu dan sadar akan tindakannya yang salah tersebut.

5

Sudah Tahu Cagar Alam, Masih Saja Dipromosikan Wisata

blaum.wordpress.com

Cagar alam yang teta saja cagar alam, bukannya tempat wisata. Namun masih saja ada yang gencar berpromosi tentang wisata satu malam di sana. Pertanyaannya adalah, apakah pelaku wisata tersebut sadar dan tahu akan jadi apa jika ada aktivitas wisata di sana?

Nampaknya mereka tahu, namun hanya karena iming-iming keuntungan dari wisata, mereka rela mengorbankan kelestarian alam dan habitat asli pulau Sempu. Sungguh tidak habis pikir saja ada orang-orang yang seperti itu.

6

Banyak Blog Berisi Ulasan yang Menyesatkan

anekatempatwisata.com

Semua poin-poin di atas juga diperparah dengan adanya ulasan yang keblinger dari blog-blog yang ada di internet. Bukannya melarang justru malah memamerkan keindahannya sebagai tempat wisata.

Bahkan parahnya lagi blog-blog tersebut berisi ulasan persuasif dengan ajakan yang tersembunyi maupun terang-terangan untuk ambil bagian dalam perusakan lingkungan di sana. Terlebih lagi ulasan tersebut jadi viral di sosial media dan kalangan remaja.

Sungguh sangat disayangkan jika semua itu jadi kesalahan yang umum, sehingga dianggap benar oleh kalangan luas. Menyedihkan, sungguh amat menyedihkan.

Penulis: Iskandar Muda