4 Rivalitas Suporter Paling Sengit di Indonesia

Sepak bola adalah keindahan, skema permainan antar pemain yang harmoni bagai memandang orkestra di lapangan. Sepak bola adalah seni, gocekan-gocekan maut bak penari yang menari-nari di rumput hijau.

Sepak bola adalah kecerdasan, teknik mengolah si kulit bundar, strategi meraih kemenangan, semuanya membutuhkan olah pikir yang tak sembarangan.

Sepakbola adalah sportivitas, mengakui kekalahan, menerima keputusan wasit, memberi bantuan kepada lawan bertanding, semuanya mengesankan itu. Semangat boleh memanas, tapi pikiran tetap harus dingin.

Keindahan, kesenian, kecerdasan, dan sportivitas, sungguh sangat tidak masuk akal jika sepak bola lalu dimaknai sebagai perang antar suporter, militansi berani mati dan mencelakai pihak lawan.

Inilah gambaran mayoritas suporter di Indonesia, mereka jauh dari kata dewasa jika tidak ingin disebut ‘kolot’. Bentrokan dan pengroyokan seakan menu sehari-hari dalam pemberitaan sepak bola nasional.

Salah satu yang menyebabkan sering terjadinya bentrokan, karena adanya rivalitas abadi antar kelompok suporter. Diawali dari gengsi dua klub di lapangan, merambah sampai kepada permusuhan supporter.

Biasanya rivalitas dua suporter ini karena ada beberapa faktor, seperti sesama tim besar dalam satu regional dan provinsi atau dendam permusuhan lama yang membesar.

Apa saja rivalitas suporter yang paling sengit di Indonesia, berikut daftaranya.

1

The Jakmania dan Bobotoh

irfanmuhammad.blogspot.com

Mungkin inilah rivalitas paling berdarah-darah antar suporter Indonesia. Beberapa nyawa suporter hilang sia-sia akibat bentrokan dan pengroyokan yang sudah dimulai dari tahun 2000-an

Aroma panas bukan hanya terjadi di dalam lapangan, tapi juga di luar lapangan. Bentrokan antar suporter tak terhindarkan setiap kali mereka bertemu.

Bahkan disaat Persija dan Persib tidak bertemu dalam satu pertandingan, kedua suporter tetap melayangkan hinaan kepada suporter musuhnya itu.

Banyak yang bilang bahwa permusuhan kedua klub diawali dari pengroyokan suporter The Jak saat melawat ke Bandung, atau versi lain bobotoh saat mendatangi ibukota.

Namun sebenarnya itu hanya pemantik saja, latar belakang sebenarnya tentu adalah rivalitas dua kota terbesar di bagian barat pulau Jawa itu.

Walaupun Jakarta adalah ibukota negara dan kota metropolitan, namun Bandung tak ingin kalah, kota ini juga punya sejarah hebat, dan juga berbagai julukan bagus yang disematkan.

Walaupun sudah ada perdamaian diantara pucuk pimpinan suporter sampai juga melibatkan walikota dan gubernur, namun gesekan selalu akan terjadi mengingat rivalitas panjang kedua kota ini.

2

Aremania dan Bonekmania

aremaniaganteng.blogspot.com

Terakhir ada suporter yang meregang nyawa adalah beberapa bulan lalu, ketika dua orang suporter Aremania dikeroyok oleh bonek di Sragen.

Hanya rivalitas Aremania dan Bonek yang kengeriannya sama dengan rivalitas The Jak dan Bobotoh. Latar belakangnya pun juga sama, yakni persaingan masyarakat dua kota terbesar di Jawa Timur.

Malang yang terus tumbuh menjadi kota besar, terus bersaing dengan daerah ibukota Surabaya yang sudah menjadi kota besar semenjak lama.

Kalau dua suporter ini bertemu, bisa dipastikan akan bentrok. Jika mereka tidak bertemu, selalu ada yel-yel yang mengejek suporter musuhnya itu.

Saking besarnya permusuhan Aremani-Bonek, The Jak-Bobotoh, sampai-sampai mereka membentuk “aliansi” dan memusuhi suporter kawannya.

Aremania berteman dengan The Jak dan bermusuhan dengan Bobotoh yang berkawan dengan Bonek.

3

Benteng Mania dan Viola

persitanews.blogspot.com

Inilah rivalitas sengit paling miris karena berada pada satu daerah bernama Tanggerang. Baik itu warga kabupaten atau kotamadya, semuanya seringkali terlibat baku hantam dengan saudaranya sendiri.

Derby satu kota di negara manapun memang selalu menghadirkan nuansa rivalitas yang tinggi. Namun tidak sampai suporternya saling bentrok seperti antara Persikota dan Persita ini.

Karena selalu bentrok setiap saat, sampai-sampai Majelis Ulama Tanggerang memfatwakan haramnya sepakbola di Tanggerang, dan polisi melarang diadakannya pertandingan di Tanggerang.

Kini saat kompetisi tidak lagi eksis, dan kedua klub juga lebih banyak vakum, wacana penggabungan atau peleburan kedua klub terus digulirkan sebagai solusi dari perdamaian suporter.

4

Brajamusti dan Pasoepati

tegaklurusitusikusiku.wordpress.com

Dua kota yang menjadi ikon orang Jawa, yakni Yogyakarta dan Surakarta. Kedua kota adalah pecahan kerajaan Mataram yang terbelah karena perjanjian Giyanti. Semenjak itu rivalitas kedua kerajaan selalu ada sampai saat dibentuknya klub sepakbola dan suporter sepakbola.

Bentrokan besar-besaran pernah terjadi pada tahun 1998 dan 2000, antara pendukung PSIM (Brajamusti) denggan pendukung Persis/Arseto (Pasoepati) di Solo maupun di Yogyakarta.

Intensintas bentrokan kedua suporter mulai berkurang sampai sekaran, itu karena Brajamusti punya musuh baru Slemania. Suporter tetangga yang sama-sama dari provinsi DIY.