Budidaya Pepaya

Iklim tropis seperti di negara kita memang sangat kaya akan flora dan keragaman hayati utamanya golongan buah-buahan. Salah satu buah tropis yang nikmat adalah pepaya. Selain lezat rasanya, manis buahnya, juga kaya akan vitamin dan mineral yang sangat baik bagi kesehatan tubuh. semua umur bisa menikmatinya karena tekstur buahnya yang lunak dan mudah dicerna. Pepaya juga bisa diterima disemua kalangan. Tentu hal inilah yang membuat pepaya bisa jadi alternatif tanaman buah budidaya untuk konsumsi sendiri maupun layak jual. Anda sekarang mulai tertarik dengan budidaya pepaya? Berikut adalah panduan lengkapnya:

Panduan Awal Budidaya Pepaya

Pepaya (Carica papaya) adalah buah tropis. Pepaya mulanya berasal dari daerah tropis di benua Amerika kemudian menyebar ke berbagai penjuru dunia. Pepaya bisa ditanam di dataran rendah dengan ketinggian 1000 m dari permukaan laut. Namun lahan terbaik untuk budidaya berkisar 50-700 meter dpl. Tanaman ini hanya membutuhkan curah hujan sekitar 1000-2000 mm per tahun sepanjang tahunnya. Dengan penyiraman teratur, pohon pepaya masih bisa berbuah meskipun ditempat kering. Sistem drainase yang baik akan menghindarkan akar pepaya dari pembusukan akibat genangan air. Tanah dengan tingkat kegemburan dengan porositas yang baik dan pH tanah sekitar 6-7 sangat cocok untuk lahan budidaya pepaya.

Sifat-sifat Pepaya

Pepaya pada dasarnya adalah tanaman perdu yang tumbuhnya bisa mencapai tinggi 3 meter. Batangnya berongga, jaringan batangnya lunak dan berair. Termasuk jenis tanaman berakar tunggang dan akar samping yang lunak dengan kekuatan akar dangkal dan agak lemah. Bunga pepaya terbagi menjadi tiga yaitu bunga jantan, bunga betina, dan bunga sempurna/hermaprodit yang mempunyai putik dan benang sari. Tempat tumbuhnya bunga ada pada ketiak daun, baik berupa bunga tunggal atau rangkaian. Maka pada pohon pepaya juga dikenal yang namanya pohon jantan, pohon betina, dan pohon sempurna berdasarkan jenis bunga di pohonnya. Pohon jantan tidak berbuah, pohon betina dapat berbuah. Buahnya membulat dengan daging buah yang tipis. Sedangkan pohon sempurna inilah yang dicari, buahnya berisi dengan kulit tipis dan bentoknya lonjong.

Pemilihan Benih

Benih untuk budidaya pepaya haruslah dari biji yang terpilih melalui seleksi. Diperlukan ketrampilan dan ketelitian khusus untuk mendapatkan benih pepaya sempurna. Bibit pepaya sempurna bisa didapat dengan memilih buah pepaya yang lonjong sempunrna, kulit buahnya mulus tanpa cacat, dan dibiarkan matang di pohon. Buah yang matang dipohon kemudian dibelah dan diambil bijinya. Biji yang hitam adalah biji yang baik dan akan tumbuh. Sedangkan biji yang berwarna putih adalah biji mati yang tidak akan tumbuh bila ditanam. Akan tetapi ada hal yang unik dari tumbuhan pepaya. Tumbuhan ini dapat berubah sifat genetisnya saat ditanam. Jadi hanya sekitar 25-50% benih dari biji pepaya sempurna yang menjadi pohon sempurna. Biji yang berada di ujung buah memiliki kecenderungan tumbuh menjadi pepaya sempurna dibandingkan bagian pangkal buah. Jadi untuk pembenihan sebaiknya gunakan biji yang berada antara ujung sampai tengah buah saja, jangan gunakan bagian pangkal.

Penyemaian Benih

Benih yang diambil dari dalambuah pepaya haruslah benar-benar kering dahulu sebelum bisa masuk proses pembenihan. Agar proses pembenihan cepat, lakukan proses perkecambahan dahulu dengan cara merendam benih dalam air hangat (hangat kuku) selama semalam. Buang biji yang mengapung. Setelah itu siapkan kertas tisu yang sudah dibasahi air sebagai pembungkus. Sebarkan benih yang telah direndam di atas tisu, selanjutnya tutup kembali diatasnya dengan tisu dan basahi. Tempatkan bungkusan benih tersebut ke dalam wadah yang bisa tembus air untuk penyiraman berkala, misalnya dari anyaman bambu (besek). Letakkan wadah di tempat yang terkena sinar matahari dengan suhu berkisar 30 derajat celcius. Setelah 7-10 hari benih akan berkecambah. Setelah muncul kecambah, pindahkan benih ke dalam polybag semai untuk satu bibit tiap satu polybag dengan ukuran 9×10 cm dengan media persemaian dari campuran tanah, kompos, dan arang sekam ayakan halus dengan perbandingan 1:1:1. Hindarkan benih dari hujan, sengatan matahari, dan terpaan angin langsung. Siram berkala. Setelah berumur 2-2,5 bulan sejak penyemaian. Satu hektar laham bisa ditanami sekitar 60 gram benih.

Mengolah tanah dan penanaman

Pada pengolahan tanah tegalan atau hamparan tanpa terasering, lahan dapat dicangkul atau dibajak untuk menggemburkan tanah. Buat bedengan dengan lebar 2 meter dan panjang menyesuaikan bentuk lahan. Tinggi bedengan antara 20-30 cm dengan jarak antar bedengan 50 cm. Jarak tanam bisa disesuaikan dengan luas lahan. Ketentuannya adalah:

Lahan <0,2 Ha jarak tanamnya 2×2 meter Lahan 1-5 Ha jarak tanamnya 2×2,5 meter Lahan >1 Ha jarak tanamnya 3×3 meter.

Ukuran lubang tanam 50x50x40 cm. Biarkan terbuka selama 1-2 minggu sebelum ditanami. Campur pupuk dasar (kompos/pupuk kandang) dengan dosis 20 kg per lubang pada tanah bagian atas. Selanjutnya lubang tanam dengan tanah bekas galian kembali ke lubang tanam, biarkan selama 1-2 minggu. Sedangkan untuk tanah yang ber-pH < 5 netralkan dahulu dengan kapur/dolomit. Dosisnya 1-2 ton/hektar atau 1 kg/lubang. Jarak pemberian kapur hendaknya 14 hari sebelum masa tanam.

Panduan teknis budidaya pepaya

Pindahkan bibit dari polybag semai ke lubang tanam saat umur bibit minimal 2-2,5 bulan setelah semai. Jangan lupa siram pagi atau sore hari sampai berumur 1,5 bulan setelah tanam. Anda dapat menanam satu bibit satu lubang atau dua bibit satu lubang. Penanaman dua bibit satu lubang bertujuan untuk menghindari tumbuhnya pepaya jantan dan betina juga memudahkan penyulaman. Setelah bulan ke-4, seleksi dan cabut pepaya yang kurang bagus sehingga hanya satu pepaya sempurna/lubang yang dibiarkan tumbuh sampai berbuah.

Perawatan budidaya pepaya

Perawatan yang dilakukan adalah penyulaman bibit setelah pepaya berusia 1,5 bulan. Tanaman pepaya yang jelek, tidak berkembang, atau berpenyakit dicabut dan diganti yang baru. Apabila menggunakan metode dua bibit dalam satu lubang tanam, tinggal mencabut tanaman yang terlihat tidak bagus. Nah, ada tips untuk menyeleksi tanaman pepaya sempurna. Lihat bunganya, apabila bunganya tumbuh tunggal, berarti itu bunga betina atau bunga sempurna. Bunga ini keluar setelah usia tanam 4 bulan. Bila berkelompok atau rangkaian, berarti itu jantan, maka harus dicabut dan disulam dengan bibit lain. Pemupukan dimulai 2 minggu setelah tanam. Buat parit melingkar dengan lebar 5-10 cm, Masukkan pupuk kedalam parit. Berikut ini adalah jenis pupuk yang harus diberikan:

1. Pemupukan pertama (usia 2 minggu)= Urea 30 gr, SP-36 40 gr, ZA 40 gr dan KCl 20 gr/pohon
2. Pemupukan kedua (usia 1 bulan)= Urea 40 gr, SP-36 70 gr, ZA 70 gr dan KCl 30 gr/pohon
3. Pemupukan ketiga (usia 4 bulan)= Urea 45 gr, SP-36 80 gr, ZA 80 gr dan KCl 60 gr/pohon
4. Pemupukan keempat (umur 6 bulan)= Urea 50 gr, SP-36 90 gr, ZA 90 gr dan KCl 70 gr/pohon
5. Pemupukan selanjutnya (tiap sebulan sekali)= Urea 60 gr, SP-36 100 gr, ZA 100 gr dan KCl 75 gr/pohon

Pemanenan

Panen dilakukan setelah pepaya berusia 9-14 bulan. Panen bisa dilakukan tiap 10 hari sekali. Hasil panen pepaya bisa mencapai 20-35 ton/hektar, tentu ini tergantung kondisi iklim, varietas pepaya, dan teknik budidaya. Pepaya yang siap panen memiliki ciri terdapat garis-garis menguning pada kulit buahnya. Apabila penjualan berjarak jauh bisa dipetik lebih dini dari itu.

Tinggalkan komentar