Cara Ternak Marmut yang Menguntungkan

CARA TERNAK MARMUT – Hewan pengerat yang satu ini bagi sebagian masyarakat kurang mendapatkan perhatian. Dari beberapa orang beranggapan bahwa berternak marmut belum bisa menambah pendapatan untuk kebutuhan keluarga.

Namun, akhir-akhir ini mulai terbukan peluang dan semakin bertambahnya orang yang ingin memelihara marmut bahkan menjadikannya bisnis sebagai tambahan penghasilan. Tak jarang mereka yang cukup memiliki minta adalah anak-anak dan remaja juga.

Hal ini menjadikan ternak marmut  di manfaatkan oleh sebagian orang sebagai lahan bisnis baru yang potensial. Orang-orang mulai tertarik untuk ternak marmut sendiri baik dalam skala kecil maupun besar.

Maski demikian, ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam cara ternak marmut ini, mulai dari karakteristik marmut, pemilihan bibit, tahap persiapan, peralatan yang dibutuhkan, pemberian pakan dan perawatan marmut itu sendiri.

Karakteristik Marmut

Sebagaimana dengan hewan lainnya, dalam berternak marmut kita juga harus mengetahui karakteristiknya terlebih dahulu sebelum membudidayakannya.

Marmut atau yang biasa dikenal dengan sebutan Guinea Pig, merupakan hewan pengerat pemakan tumbuhan yang memiliki panjang hingga 25 cm dengan tinggi sekitar 10 cm, berat marmut dewasa bisa mencapai 850 – 1000 gram.

Sedangkan rentang waktu mereka hidup dapat mencapai 5 sampai denga 7 tahun. Saat ini setidaknya ada 13 macam jenis marmut yang diakui.

Beberapa jenis memiliki bulu pendek, yang lain berbulu panjang, bahkan ada yang berbulu seperti woll. Marmut memilki berbagai corak warna, mulai dari hitam, jingga, krem, coklat, putih maupun kombinasi dari beberapa warna.

Pada permbudidayaan marmut hal yang harus diperhatikan adalah kebersihan kandang, pakan dan perawatan bulu.

Proses Memilih Indukan

Selain tahu tentang karakteristik marmut, hal lain yang harus diperhatikan adalah pemilihan indukan untuk melahirkan anakan-anakan yang bagus untuk ternak budidaya marmut tersebut.

Pilihlah indukan bagus marmut yang sehat dan terbebas dari penyakit. Hal ini dapat dilihat dari kondisi fisik marmut tersebut seperti mata, kondisi bulu dan ukuran tubuh marmut tersebut.

Sebagai awal anda dapat memilih induk marmut, minimal sepasang untuk indukan jantan dan tiga pasang untuk indukan betina. Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan usia indukan marmut tersebut.

Cara membedakan antara marmut jantan dan betina adalah dengan memeriksa lubang dekat anus yang mudah dikenal dengan memencet bagian alat kelamin, jika dipencet keluar penisnya berarti jantan, sedangkan untuk betina tidak demikian.

Perbedaan warna bulu dan ukuran tubuh serta suara tidak bisa dijadikan pedoman untuk membedakan jantan dan betina, hanya saja ketika dewasa marmut jantan memiliki suara khusus ketika ingin kawin untuk memancing dan mengejar marmut betina.

Sistem Reproduksi Marmut

Marmut jantan matang secara seksual dan dapat kawin minimal ketika sudah mencapai usia 3 bulan. marmut betina organ reproduksinya dapat berfungsi ketika usia 2 bulan (55-70 hari).

Marmut betina dapat birahi sepanjang tahu, tercatat untuk siklus estrus seekor marmut betina rata-rata adalah 16 hari, sedangkan untuk waktu yang sangat subur berada pada pada kisaran 6 – 11 jam.

Biasanya waktu-waktu subur marmut pada malam hari. Marmut betina dapat dikawinkan tidak lama setelah melahirkan anak-anaknya.

Masa kebuntingan marmut betina adalah selama 59-73 hari, sedangkan jumlah anak perkelahiran mencapai 1 hingga 8 ekor, namun biasanya marmut betina rata-rata melahirkan 2-4 ekor anak marmut. Dalam setahun marmut dapat melahirkan lebih dari 4 kali.

Ketika marmut betina melahirkan, setiap marmut jantan yang ada disekelilingnya akan mencoba mendekati marmut betina yang baru melahirkan tersebut.

Marmut-marmut jantan akan berusaha menjadi jantan dominan agar dapat mengawini marmut betina yang baru saja melahirkan.

Biasanya akan terjadi pertarungan antar marmut jantan untuk mendapatkan seekor marmut jantan yang dominan (penguasa koloni).

Tahap Persiapan Ternak Marmut

Tahap persiapan dalam ternak marmutini meliputi mempersiapkan kandang, pakan dan persiapan perlengkapan. Kandang ideal untuk marmut adalah kandang dengan ukuran yang luas, karena hewan ini tergolong jenis hewan yang aktif bergerak.

Anda harus menyediakan minimal dua kandang, yaitu satu kandang untuk pembibitan dan satu kandang lagi untuk marmut yang sudah dewasa.

Ukuran standar per kandang untuk berternak marmut ini adalah 0,5m x 0,5m. NAmun jika anda ingin meletakkan lebih dari satu marmut maka ukuran kandang harus ditambah sebesar 0,7m x 0,7m.

Pastikan kandang yang anda gunakan memiliki ventilasi yang baik dan tidak membatasi penglihatan serta suara dari marmut tersebut.

Kandang yang dianjurkan adalah kandang yang terbuat dari mesh atau dari lembaran coroplast. Jangan menggunakan kandang berupa aquarium atau menggunakan container plastic.

Perlengkapan Ternak Marmut

Selain kandang,  perhatikan persiapan perlengkapan untuk ternak yang baik / budidaya. Perlengkapan utama yang dibutuhkan dalam pemeliharaan dan budidaya marmut ini adalah alas dan bedding yang di letakkan dalam kandang.

Anda dapat menggunakan serutan kayu aspen sebagai bedding, pastikan bedding selalu diganti secara teratur untuk menjaga kesehatan dan menghindari bau dari marmut yang kita budidaya.

Perlengkapan lain yang diperlukan dalam budidaya marmut adalah botol air minum, rak jerami, tempat makanan, piglo atau tempat kecil untuk berlindung dan tempat tidur. Anda juga dapat memasukan perlengkapan permainan seperti kincir atau roda kedalam kandang.

Pemberian Pakan Untuk Marmut

Pakan Kelinci dan Marmut
Pakan Marmut. Sumber gambar: http://alamtani.com/

Marmut dikenal sebagai hewan yang memiliki nafsu makan yang tinggi, oleh karena itu pemberian pakan merupakan salah satu factor penting dalam cara ternak marmutF ini.

Anda dapat memberi makan pellet khusus marmut yang banyak dijual dipasaran. Dan juga dapat memberi makan berbagai macam sayuran seperti bayam, wortel, selada parsley dan tomat. Anda juga bisa memberikan asupan vitamin sebanyak 10 sampai 30 mg setiap harinya.

Perawatan Marmut

Cara ternak marmut
Merawat Marmut. Sumber gambar: https://reddit.com/

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam cara ternak marmut adalah perawatan. Perawatan paling utama adalah perawatan bulu. Anda dapat memandikan marmut dengan shampoo formula khusus.

Selain perawatan bulu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah memotong kuku dan menyisir bulu marmut secara berkala. Jangan lupa mengeluarkan marmut dari kandangnya sesekali dan membiarkan marmut bermain dilantai untuk mengurangi stress.

Pastikan ketika mengeluarkan marmut selalu dalam pengawasan anda. Anda juga dapat memberikan mainan berupa rol tisu atau bel mainan selama berada diluar kandang.

Cara Memelihara Marmut Intensif

Perawatan Bayi Baru Lahir

Seekor marmut yang baru lahir mempunyai berat sekitar 100 gram. Meskipun baru saja dilahirkan, anakan marmut sudah mempunyai rambut disekujur tubuh mereka dan dapat melihat maupun berjalan.

Setelah dilahirkan, bayi marmut masih harus melengkapi nutrisi nya dengan menyusu pada induk mereka. Pada umur 2 hari, anakan marmut baru bisa memakan makanan yang tidak terlalu berserat kasar tinggi seperti pellet, polar ataupun dedak.

Induk marmut mempunyai sepasang kelenjar mammae untuk menyusui anak-anaknya. Bayi-bayi marmut akan menyusu pada induknya hingga berumur 3 minggu atau biasanya pada bobot hidup 180 gram.

Setelah di umur tersebut, anak-anak marmut sudah mampu makan layaknya induk mereka.

Pemeliharan Marmut

Marmut akan sangat nyaman berada pada suhu sekitar 18 – 23 derajat celcius. Kelembapan yang pas untuk marmut adalah di bawah 50%.

Bila terkena suhu di atas 29 ° C, marmut akan mendapatkan gejala serangan panas dan dapat mengakibatkan kematian.

Marmut membutuhkan ruang yang cukup karena mereka sangat aktif, tidak seperti hewan pengerat yang lain pada umumnya, marmut adalah hewan diurnal.

Marmut sangat senditif dengan makanan yang mereka makan. Banyak jenis tanaman yang bersifat racun bagi mereka. Selain itu marmut sangat peka dengan jenis antibiotika maupun bahan kimia yang lain.

Jika anda memelihara marmut alangkah baiknya untuk mengontrol apa saja yang dimakan oleh marmut anda.

Kebutuhan Nutrisi Marmut

Cara ternak Marmut
Marmut Dewasa. Sumber gambar: http:// anitagotravel.com

Seringkali para penghobis atau cara ternak marmut untuk pemula dikejutkan dengan banyaknya atau seringnya marmut mereka mati mendadak.

Banyak yang menganggap merawat marmut merupakan hal yang sulit dilakukan, atau ada juga yang beranggapan bahwa marmut merupakan hewan yang sangat rentan penyakit.

Padahal rahasia merawat dan ternak marmut ada di cara pemberian pakan.Pakan merupakan suatu hal sangat krusial bagi kehidupan marmut sehari-harinya.

Marmut sebagai pemakan rerumputan membutuhkan kadar serat yang cukup tinggi dalam pola makan mereka. Selain itu, marmut tidak seperti kelinci yang dapat mensintesa Vitamin C dalam tubuhnya sendiri.

Oleh karena itu, menu vitamin C setidaknya sudah masuk dalam pola makan mereka. Kebutuhan Vitamin C pada marmut sangat penting, jika kesulitan untuk mencari vitamin C dapat mengggunakan VitaChick yang dicampur pada air minum marmut.

Rerumputan hendaknya juga dipilih agar sesuai dengan kebutuhan marmut, karena gigi marmut selalu terus tumbuh maka sesuaikan pakan meraka agar dapat mengurangi pertumbuhan gigi marmut.

Pemberian pakan pada marmut bisa dilakukan 3 kali sehari atau lebih. Pemberian pakan hijauan untuk marmut biasanya lebih banyak daripada pakan yang dibutuhkan oleh kelinci. Hal ini lah yang perlu menjadi perhatian khusus bagi pemelihara marmut.

Jika marmut kekurangan pakan, maka tubuh mereka akan sangat cepat berubah menjadi kurus. Jika metabolisme tubuh marmut jelek akan mengakibatkan perut marmut mudah kembung. Hal ini bisa menyebabkan kematian pada marmut.

Tinggalkan komentar