Mengapa Semua Istri Itu Cewe Matre?

7 dari 10 pria merasa beban mencari nafkah selalu terlintas di pikirannya

Itu hasil riset yang dilakukan oleh Shaunti Feldhahn dalam buku For Women Only:  what you need to know about the inner lives of men. Buku it dirancang agar para istri lebih memahami suaminya. Salah satu hasil risetnya adalah betapa para suami merasakan beban yang sangat berat untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.

71% merasa beban mencari nafkah itu selalu atau sering jadi bahan pikirannya. Sementara sisanya merasakan beban itu namun tidak terlalu sering, misalkan saat menghadapi kesulitan keuangan atau kehilangan pekerjaan. Kesimpulannya: semua pria secara fitrah pasti merasa bertanggung jawab mencari uang untuk keluarganya.

Lelaki itu pemimpin dalam rumah tangga. Untuk bisa memimpin dengan baik, seorang lelaki harus memiliki kemampuan untuk mencari nafkah. Jika tidak, wibawa sebagai kepala keluarga  akan hilang.

Secara internal dalam pikiran kita sebagai pria, kita merasa tidak punya harga diri jika tidak mampu memberikan nafkah yang cukup untuk  keluarga. Ini sudah jadi fitrah kita sebagai lelaki.

1

Semua istri itu cewe matre

aframnews.com

Dalam rumah tangga, fitrah seorang suami mencari nafkah ini dilengkapi oleh fitrah istri yang merasa insecure dalam hal harta. perasaan insecure inilah yang membuat wanita menjadi matre. Banyak menuntut soal uang pada suaminya.

Apakah sifat matre pada wanita ini buruk? Justru sebaliknya, ini sudah fitrah wanita. Sejak lahir wanita memang sudah punya banyak pikiran tentang bagaimana membuat rezeki yang keluarganya dapat bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan. Ini sudah jadi insting alamiah wanita.

Dalam Fatherhood Forum I, Adriano Rusfi menekankan betapa pentingnya sifat matre ini pada wanita.

Kita sama-sama tahu kalau kita tidak memberi nafkah, kepemimpinan kita nilainya menjadi rendah di mata istri. Ada uang, abang disayang. Tak ada uang abang ditendang.

Semua perempuan Allah ciptakan matre seperti ini. Matre ini bukan aib.  Kalau seorang istri tidak matre, suami  akan jadi Kabayan semua. Malas-malasan, tidur-tiduran di rumah.

Untungnya ada istri yang mendorong suami. “Aku mau ini dong. Aku mau itu dong.” Harta menjadi penopang kepemimpinan dalam rumah tangga.

Yang membuat banyak suami pusing. Istri banyak mengeluh soal dapur, tapi mengeluh juga soal kurangnya waktu yang suami berikan untuk keluarga. Padahal bekerja itu suami lakukan untuk keluarga. Untuk lebih memahami kontradiksi keinginan istri yang satu ini, baca Dilema Suami: Mencari Uang vs Family Time

Tinggalkan komentar