Jangan Berikan Contoh Buruk Pada Anak dengan Berteriak!

Mendengar orang yang berteriak dan memarahi seorang anak pasti membuat jengkel dan risih. Meski sebagai orangtua kamu bermaksud untuk mendidik mereka, tapi cara yang kamu lakukan itu tak sepenuhnya benar.

Anakmu yang masih kecil dan polos itu bukannya belum tahu apa-apa? Semestinya kamu memberi contoh yang baik bagi mereka, bukannya membentak atau justru berteriak kepadanya. Hal ini justru akan menjadi contoh yang buruk bagi anakmu.

Memang sih, anak-anak yang lucu dan menggemaskan itu tak jarang untuk membuat orangtuanya menjadi jengkel dan kesal, tapi kan mereka bukannya bermaksud untuk sengaja kan. Anak-anak pasti belum tahu baik dan buruknya melakukan hal itu, yang mereka lakukan adalah mencoba.

Tapi, ketika anakmu memanjat pagar dan kamu beteriak melarang mereka, apa anakmu akan mengerti mengapa hal itu tak boleh dilakukan? Bukankah tidak? Jiwa mereka yang ingin mengeksplor hal baru justru penasaran mengapa kamu berteriak melarangnya.

Nah, untuk menghindari kamu berteriak pada anakmu, baiknya kamu mengatur emosi dan melakukan beberapa hal berikut ini nih. Check this out.

Membangun Ikatan yang Kuat dengan Anakmu

rommelfernandes.wordpress.com

Menyediakan waktumu untuk bermain dan bercanda gurau dengan anak merupakan salah satu cara untuk membangun sebuah ikatan dengan anak. Dengan ikatan yang sudah terbangun ini, maka anak bisa lebih menghargai semua hal yang diucapkan oleh orangtuanya.

Setiap kata dan nasehat yang keluar dari mulutmu pun akan dipatuhinya dengan baik. Karena mereka telah memiliki ikatan yang kuat dengan dirimu, jadi tak ada lagi keraguan untuk menerima nasehat dari dirimu.

Seringlah Memuji Hal yang Dilakukan Anakmu

www.dekhduniya.com

Bukan hanya hal yang nampak baik di matamu saja yang pantas di puji, karena anak-anak memiliki pandangan lain untuk beberapa hal. Mungkin saja hal yang menurutmu lumrah dan biasa itu tak butuh pujian sama sekali, tetapi berbeda bagi anak-anak.

Walau hanya hal sepele, ketika mendapat pujian dari orangtuanya, maka rasa senang itu bukan main rasanya. Mereka merasa bahwa kamu memperhatikannya dengan baik. Berikanlah pujian yang positif dan membangun untuk mereka dan pastinya bukan pujian palsu ya bu.

Menjaga Kesehatan Anakmu

perfectnannymatch.com

Tak jarang kamu berteriak kepada anakmu ketika mereka rewel atau menangis karena mengantuk. Maka dari itu, kamu pun harus memperhatikan waktu tidur dan juga kesehatan anakmu.

Jangan remehkan hal ini, sebab, saat mereka merasa mengatuk atau sakit, maka intensitas untuk menjadi rewel itu bisa saja meningkat dan akan membuatmu merasa tak nyaman dan gusar.

Jadi, mulai sekarang berilah nutrisi yang baik dan menjaga waktu tidur mereka dengan cukup.

Posisikanlah Dirimu Sebagai Anak

myautisticmuslimchild.wordpress.com

Jangan hanya memikirkan kepentinganmu sendiri saat kamu berteriak kepada anak. Coba sekali-kali posisikan dirimu sebagai seorang anak yang entah dimana salahnya, kemudian ada orang yang tiba-tiba berteriak padamu? Rasanya akan seperti apa?

Kamu mungkin menjadi bingung, tak percaya diri, malu atau justru marah? Maka dari itu, perhatikan juga perasaan anakmu ketika kamu berteriak di hadapan mereka. Apalagi jika di tempat umum yang berisikan begitu banyak orang.

Meminta Maaf Setelah Berteriak

www.underthegoldenappletree.com

Meski kamu sudah menahan untuk tak berteriak, tapi terkadang alam bawah sadarmu mendorong dirimu untuk berteriak pada anakmu. Alhasil, kamu pun tak kuasa menahannya dan melepaskan emosi itu begitu saja.

Nah, jika hal itu sudah terlanjur terucap, segeralah untuk meminta maaf pada anakmu. Katakan juga bahwa kamu tak bermaksud untuk berteriak padanya. Dan jelaskan pula hal apa yang sudah anakmu lakukan sehingga kamu berteriak kepadanya saat itu.

Tinggalkan komentar