Do’a Nabi Yunus Ketika Didalam Perut Ikan Nun

Nabi Yunus adalah salah satu Rasul utusan Allah SAW, yang diamanahkan oleh Allah untuk menyampaikan ajaran Tauhid kepada mahluknya di bumi (manusia). Dalam berdakwah Nabi Yunus banyak sekali mendapatkan cobaan.

Nabi Yunus mendapati kaum yang selalu membantah dan menolak dengan metah ajaran tauhid yang disampaikannya. Akhirnya Nabi Yunus putus asa akan cacian dan susahnya mengajak kaumnya untuk mengimani Allah SWT.

Sebelum pergi meninggalkan kamunya Nabi Yunus memperingati kepada kaumnya jika mereka tidak segera bertaubat makan akan datang bencana dari Allah SWT. Setelah itu Nabi Yunus pergi meninggalkan kamunya dengan menggunakan kapal.

kisah nabi yunus
sumber : http://djasmerahputih.blogspot.co.id/

Pada saat di tengan lautan, kapal diguncang ombak yang sangat dahsyat sehingga membuat kapal tidak seimbang. Perkiraan kapal meenampung lebih muatan, sehingga orang-orang yang ada dikapal mengadu kepada Nabi Yunus.

Mengereka mengadu jika tidak sgera dikurangi muatan maka kapal akan terbalik, oleh karena itu Nabi Yunus dengan bijak mengambil keputusan untuk mengundi, untuk mencatat semua nama awak kapal, dan kita undi, barang siapa yang namanya keluar saat undia maka dia keluar dari kapal ini.

Undianpun dilaksanakan, dan keluarlah nama Yunus, tapi para awak kapal tidak mau nabi Yunus yang keluar dari kapal, akhirnya dilakukanlah undian ke dua kalinya, dan ternyata nama Yunus lagi yang keluar. Pawa awak kapal mencobanya sekali lagi.

Dan untuk yang ketiga kalinya nama Nabi Yunus keluar di undian, saat itupula Nabi Yunus menyadari akan kesalahannya dan iapun lompat dari kapal untuk menebus kesalahannya karena telah menyerah dan marah kepada kaumnya.

memaknai do'a nabi Yunus
sumber : http://amrehas.blogspot.co.id/

Tidak berapa lama ketika Nabi Yunus lompat kelaut  datanglah ikan (banyak yang berpendapat bahwa ikan itu adalah ikan paus) dan menelan Nabi Yunus. Tapi dengan Kuasa Allah SWT, Nabi Yunus tidak mati di dalam ikan tersebut.

Seperti yang di Firmankan Allah SWT dalam Al-Qur’an :

(وَذَا النُّونِ إِذْ ذَهَبَ مُغَاضِبًا فَظَنَّ أَنْ لَنْ نَقْدِرَ عَلَيْهِ فَنَادَى فِي الظُّلُمَاتِ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ (87) فَاسْتَجَبْنَا لَهُ وَنَجَّيْنَاهُ مِنَ الْغَمِّ وَكَذَلِكَ نُنْجِي الْمُؤْمِنِينَ (88)

“Dan (ingatlah kisah) Dzun Nun (Yunus), ketika ia pergi dalam keadaan marah, lalu ia menyangka bahwa Kami tidak akan mempersempitnya (menyulitkannya), maka ia menyeru dalam keadaan yang sangat gelap: “Bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau.

Maha suci Engkau, sesungguhnya aku adalah Termasuk orang-orang yang zalim.” Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari pada kedukaan dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman.” (QS. Al Anbiya’: 87-88)

Dalam ayat tersebut di kisahkan bahwa Nabi Yunus berdo’a kepada Allah dan mengakui bahwa dirinya adalah orang yang dzalim. Nabi Muhammad juga pernah bersabda tentang do’a yang dilakukan oleh Nabi Yunus AS.

دَعْوَةُ ذِى النُّونِ إِذْ دَعَا وَهُوَ فِى بَطْنِ الْحُوتِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّى كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ. فَإِنَّهُ لَمْ يَدْعُ بِهَا رَجُلٌ مُسْلِمٌ فِى شَىْءٍ قَطُّ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ

“Doa Dzun Nuun (Nabi Yunus) ketika ia berdoa dalam perut ikan paus : “Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang dzalim”. Sesungguhnya tidaklah seorang muslim berdoa dengannya dalam suatu masalah melainkan Allah kabulkan baginya.” (HR. Tirmidzi no. 3505. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Do’a Nabi Yunus ketika berada di dalam perut ikan adalah :

doa Nabi Yunus
sumber : https://i.ytimg.com/

Tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Engkau, Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk diantara orang-orang yang dzalim.

Lalu tahukah kamu, mengapa do’a Nabi Yunus terkabulkan dan di izabah oleh Allah ‘Azza Wa Jalla, karena pada do’a tersebut terdapat pengakuan terhadap kesalahan yang telah berbuat dosa dan dzolim. Ada 3 inti yang kita bisa petik dari keistimewaan do’a Nabi Yunus.

Yaitu, Pengakuan Tauhid, Pengakuan akan kekurangan diri, dan permohonan ampun kepada Allah SWT. Dan do’a ini bisa dijadikan do’a ketika kita mengalami kegelisahan, kesedihan, dan kegundahan, perbanyaklah membaca do’a yang telah dilakukan oleh Nabi Yunus.

Semoga Do’a Nabi Yunus ini bisa menjadi referensi kita untuk berdo’a kepada Allah SWT, dan kisah tentang dakwah Nabi Yunus menandakan bahwa memegang amanah itu tidaklah mudah dan jangan pernah menyepelekan amanah.

Tinggalkan komentar