Ekologi Adalah? Berikut Penjelasannya Menurut Para Ahli Tentang Lingkungan dan Ekosistemnya

Ekologi adalah ilmu pengetahuan tentang hubungan antar organisme dan lingkungannya. Istilah ini pertama kali dikemukakan Reiter pada tahun 1865.

Kata ini merupakan fokus mendasar dari ekologi yang membedakannya dari ilmu-ilmu biologi lainnya.

Setelah Reiter memperkenalkan istilah tersebut, muncul kemudian ilmu ekologi. Ilmu ekologi pertama kali dipergunakan seorang biologi bangsa Jerman Ernst Haeckel pada tahun 1669.

Pada waktu itu ilmu ekologi dijadikan sebagai cabang dari ilmu biologi. Menurut Hackel, ilmu ekologi diartikan sebagai keseluruhan pengetahuan yang berhubungan dengan relasi atau kaitan secara total antar organisme dengan lingkungan yang bersifat organik maupun anorganik.

Dalam pembicaraan masalah-masalah lingkungan hidup, seringkali kita menemukan kata-kata “secara ekologi,” ” “kerusakan ekologis,” pengertian ekologis,” “tata ekologis” dan sebagainya.

Ini semua tidak lain bahwa hal-hal yang berhubungan dengan lingkungan hidup dibicarakan dalam kaitan teoretis, dalam konteks yang mendekati konsep-konsep ilmu pengetahuan ekologi.

Kalau misalnya dikatakan bahwa secara ekologis pulau jawa akan tenggelam pada beberapa tahun yang akan datang, itu dimaksudkan menurut teori-teori yang dilihat dari segi ilmu ekologi.

Yakni kelangsungan kehidupan di Pulau Jawa akan sangat sulit dipertahankan berhubung tata keseimbangannya sudah mendekati kritis.

Hal ini sebagai akibat semakin padatnya jumlah populasi manusia di pulau Jawa. Jadi, pembicaraan yang mempergunakan kata-kata ekologi di sini adalah membicarakan suatu masalah lingkungan hidup (di Jawa) yang dilihat menurut konsep-konsep ilmu ekologi.

Awal ekologi adalah dimulai dengan penyelidikan kuantitatif tentang statistik vital populasi manusia, yakni sebuah karya yang tampaknya dirangsang sebagai sejenis peringatan dini terhadap wabah penyakit.

Dalam kaitan ini John Graunt, pelopor demografi modern, yakni ilmu statistik populasi pada tahun 1662, menerbitkan katalog tentang statistik kelahiran, kematian, dan karakteristik kependudukan lainnya.

Ditemukannya bahwa populasi di dunia ini masih jauh di bawah populasi yang semestinya ada jika kelahiran tidak dibatasi.

Disimpulkan pula bahwa ada faktor-faktor lain yang ikut membatasi populasi tersebut. Kemudian penyelidik lainnya mengemukakan spekulasi tentang faktor-faktor yang membatasi perkembangan penduduk dan spekulasi tersebut mencapai puncaknya dengan tulisan Thomas Malthus tentang kependudukan serta faktor-faktor yang membatasinya.

kambing di lembah
ekologiekosistem.blogspot.com

Pertama kali Malthus mengemukakan forumulasi matematis awal tentang prinsip-prinsip perkembangan penduduk dan pembatasannya yang dikemukakan Pierre Francois Verhulst pada tahun 1838.

Rumus ilmuwan ini tetap merupakan suatu hipotetis fundamental dan ekologi.

Berikutnya, tulisan Malthus juga mendorong formulasi teori evolusi oleh seleksi alam yang dikemukakan Darwin dan Wallace (1859). Teori ini berperan secara integral dalam menafsirkan fenomena ekologis.

Ekologi menjadi suatu pengetahuan internasional yang dibangun oleh individu-individu dengan bakat dan divergensi minat yang amat luas. Ekologi akan tetap menjadi suatu disiplin ilmu yang cukup luas.

Hasil penelitian para ilmuwan serta periode mereka menetapkan arah ekologi dan ilmu ini berkembang sebagai ilmu pengetahuan kuantitatif di Abad 19.

laut dan hutan mangrove
yurikefebrian.WordPress.com

Ekologi adalah ilmu yang bersifat interdisipliner karena untuk mengerti bagaimana hubungan antara organisme dengan lingkungannya haruslah ditarik beberapa pengertian dari banyak bidang yang berkaitan.

Ekologi secara khusus berkaitan erat dengan fisiologi, evolusi, genetika dan tingkah laku hewan. Dalam berbagai kesempatan, para ekolog harus pula memanfaatkan informasi dari berbagai bidang yang berkaitan erat guna memecahkan masalah-masalah ekologis.

Atas dasar itulah kemudian ilmu ekologi berkembang bukan saja dalam kaitan konsep natural fisiologis, tetapi juga konsep manusia dengan eksistensi budaya dan perilakunya.

Maka timbullah ekologi pedesaan, ekologi pertanian, ekologi industri, ekologi perkotaan, ekologi kehutanan, ekologi pantai, dan sebagainya. Cabang-cabang ekologi tersebut terangkum dalam ekologi pembangunan.

Ilmu ekologi disebut juga dengan ilmu Iingkungan. Hanya kalau ditelaah Iebih jauh, ilmu Iingkungan Iebih luas daripada ilmu ekologi.

gambar kijang di hutan
Pinterest.com

Seperti dikatakan Dr. R.E. Soeriaatmadja, bahwa ilmu Iingkungan dapat juga dianggap sebagai titik pertemuan ilmu murni dan ilmu terapan.

Dikatakan ahli ilmu Iingkungan dan dosen ITB ini Iebih lanjut, ilmu Iingkungan sebenarnya adalah ilmu ekologi, sebagai ilmu murni, yang menerapkan berbagai asas dan konsepnya kepada masalah yang Iebih luas, yang menyangkut pula hubungan manusia dengan Iingkungannya.

Dalam ilmu Iingkungan, perbedaan antara ilmu murni dan ilmu terapan hanyalah dihalangi oleh batas yang terlalu dibuat-buat, yang bersifat tradisi dan merupakan coal prestise belaka.

Ilmu Iingkungan jelas menunjukkan, bahwa asas dan konsep ilmu murni seperti ekologi, ternyata berlaku pula untuk menanggulangi masalah praktis. Dan sebaliknya, banyak masalah teknologi dan sosial ekonomi ternyata merupakan data berharga bagi para ahli ilmu murni untuk merumuskan teorinya.

Ilmu Iingkungan mengintegrasikan berbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan Iingkungannya.

Berbagai ilmu itu, adalah seperti sosiologi, epidemiologi, planologi, kesehatan masyarakat, geografi, ekonomi, ilmu pertanian, kehutanan, perikanan, peternakan serta ilmu-ilmu yang mungkin bisa saling berkaitan.

Imu Iingkungan menekankan diri pada penyatuan kembali segala ilmu yang menyangkut masalah Iingkungan ke dalam kategori variabel yang serupa, yakni energi, materi, ruang, waktu, dan keanekaragaman.

Tinggalkan komentar