Etika Menjenguk Bayi untuk Kenyamanan Bunda dan Si Kecil

Kelahiran seorang bayi adalah kabar gembira bagi ayah bundanya. Kebahagiaan mereka nyaris sempurna dengan hadirnya malaikat kecil sebagai generasi penerus mereka.

Sebagai sahabat atau kerabat tentu kita turut merasakan kebahagiaan ini. Budaya menjenguk bayi dan memberikan kado kecil adalah wajar dalam masyarakat. Namun berbagi kebahagiaan dengan menjenguk bayi juga ada etika demi kenyamanan bunda dan perkembangan si kecil.

Beberapa etika tersebut sebagai berikut.

Jenguklah Saat Usia Bayi Lebih dari 1 Pekan

www.slideshare.net

Bunda yang berjuang bertaruh nyawa melahirkan bayi tentu mengalami luka. Terlebih jika proses kelahiran operasi caesar. Luka jahitan diperut lebih lama sembuhnya.

Oleh karena itu jenguklah bayi pada usia lebih dari sepekan. Berikan kesempatan pada bunda untuk memulihkan kondisi fisiknya. Selain itu bunda dan anak juga perlu waktu untuk bounding merekatkan ikatan.

Pilihlah Waktu yang Tepat

www.pamungkaz.net

Jangan menjenguk bayi terlalu pagi atau terlalu malam. Biasanya di pagi hari bunda memiliki pekerjaan rumah yang cukup banyak seperti mencuci pakaian, memandikan bayi, dan lain-lain.

Sedangkan waktu terlalu malam adalah saat untuk si kecil dan keluarganya beristirahat. Pilihlah saat yang tepat seperti sore hari atau setelah maghrib.

Jangan terlalu lama menjenguk bayi. Mungkin si bayi dan orang tuanya merasa terganggu namun sungkan untuk menyampaikannya kepadamu.

Pastikan Kondisimu Prima

art-och-lingua.blogspot.com

Bayi yang baru lahir memiliki daya tahan tubuh yang lemah. Mereka rentan tertular penyakit dari sekitarnya. Oleh karena itu, kamu harus memastikan kondisi tubuhmu prima saat akan menjenguk bayi.

Meskipun hanya flu atau pilek, sakitmu ini akan membawa virus yang sangat mungkin menulari si bayi.

Minta Izin Pada Ibunya

www.butikdeha.com

Melihat bayi mungil biasanya refleks perempuan adalah langsung menciumnya atau menggendong. Lebih baik kamu meminta izin kepada ibunya terlebih dahulu.

Jika tidak diizinkan jangan tersinggung dan memaksanya. Hargai status ia sebagai ibu si kecil. Posisikan dirimu jika menjadi orang tua si anak. Kamu tentu tidak ingin orang lain lancang memperlakukan bayimu.

Jangan Memfoto dan Mengupload Foto Tanpa Izin

www.bobobibi.com

Kebiasaan orang Indonesia zaman modern adalah memfoto dan memamerkannya di sosial media. Dalam hal menjenguk bayi kamu perlu menahan diri.

Jika ingin memfoto dan mengupload foto bayi minta izinlah kepada orang tuanya. Siapa tahu orang tuanya tidak berkenan menguploadnya di dunia maya.

Jaga Kebersihan

panjipradhita.wordpress.com

Sebelum menjenguk jaga kebersihan diri. Sebaiknya kamu mandi terlebih dahulu. Jangan dalam kondisi lecek setelah pulang kerja.

Jika akan mencium, memegang, atau menggendong bayi cuci tanganlah. Kamu juga bisa menggunakan hand sanitizer sebagai pengganti cuci tangan.

Sekali lagi ditekankan bahwa bayi masih rentan terhadap berbagai penyakit. Menjaga kebersihan adalah tindakan pencegahan agar ia tidak terserang penyakit aneh-aneh.

Jangan Sok Tahu

panjipradhita.wordpress.com

Sikap sok tahu biasanya terjadi pada ibu-ibu atau bapak-bapak yang sudah berpengalaman mengurus bayi. Kendalikan sikap ini agar tidak menyinggung perasaan ayah ibunya.

Berikan saran jika memang ayah ibunya meminta saran kepadamu. Biasanya mereka sudah mendapatkan saran dari banyak orang tentang pengasuhannya. Alhasil tak sedikit bunda baru yang bingung dan paranoid.

Mereka masih dalam tahap belajar mengasuh bayi. Jangan menambah bebannya dengan saran-saran sok tahu. Meskipun saran tersebut berasal dari pengalamanmu.

Jangan Membawa Balita

ranacitta.wordpress.com

Anak balita biasanya aktif dalam gerakan maupun kata-kata. Sebisa mungkin jangan mengajak balita menjenguk bayi. Gerakannya yang aktif beresiko mengganggu si bayi.

Selain itu ia juga suka berkata dengan suara keras lantaran belum paham bahwa adek bayi masih harus banyak istirahat.

Tinggalkan komentar