Keindahan Objek Wisata Goa Pindul di Gunung Kidul

GOA PINDUL – Goa Pindul merupakan salah satu destinasi yang sangat cantik di kawasan Yogyakarta yang wajib kamu kunjungi. Tempat wisata ini terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Gunung Kidul Yogyakarta. Goa Pindul merupakan salah satu gua yang di dalamnya terdapat sebuah aliran sungai bawah tanah yang memanjang dari mulut gua sampai ekornya.

Wisata Goa Pindul resmi dibuka untuk umum pada 10 Oktober 2010. Gua ini mempunyai pemandangan yang sangat eksotis, jadi tidak usah heran bila banyak wisatawan yang berbondong-bondong setiap harinya untuk menikmati keindahan objek wisata Goa Pindul. Berikut ini adalah ulasan tentang keindahan Goa Pindul yang sangat eksotis.

 

Lokasi Goa Pindul

Rute Menuju Lokasi Goa Pindul
wisataku.net

Lokasi Goa Pindul berada di Yogyakarta atau lengkapnya berada di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunung Kidul. Berikut beberapa rute perjalanan untuk menuju lokasi wisata Goa Pindul.

Dari Yogyakarta – Jalan Raya Wonosari – Piyungan – Bukit Patuk – Hutan Bunder – Jalan Raya Wonosari (Patuk-Playen) – Lapangan Gading – Pertigaan lampu merah ambil jalan ke kiri (lurus) – Jalan Raya Wonosari (Playen-Wonosari ambil menuju kota Wonosari) – Bundaran Siyono (Perempatan yang ada air mancur ditengahnya) ambil arah ke kiri – Ikuti jalan aspal yang lebar (ada pertigaan belokan ambil kanan) – lurus hingga lampu merah – Perempatan lampu merah lurus – Ada pertigaan yang sebelah kiri ada gerbang Desa Bejiharjo belok kiri – Ikuti jalan aspal terus hingga sampai lokasi yang banyak terdapat tulisan Pindhul/Pindul.

Legenda Goa Pindul Yogyakarta

Legenda Goa Pindul Yogyakarta
panduanwisata.id

Ada beberapa versi misteri Goa Pindul yang saat ini tersebar di kalangan masyarakat. Misteri tersebut menyebutkan tentang sejarah Goa Pindul. Biasanya, pemandu akan mengisahkan hal tersebut kepada pengunjung pada saat melakukan kegiatan Cave Tubing.

Legenda 1

Versi pertama dari misteri goa pindul menyebutkan tentang sejarah goa pindul berawal dari perjalanan dua orang utusan Panembahan Senopati dari Kerajaan Mataram. Kedua utusan tersebut masing-masing bernama Ki Juru Mertani dan Ki Ageng Pemanahan. Keduanya ditugaskan mencari seorang bayi.

ketika bayi tersebut sudah di temukan, kedua orang tersebut membawa sang bayi ke arah timur menuju wilayah gunung kidul yang terletak di daerah karangmojo dan merawatnya disana. suatu hari, sang bayi terus menangis, keduanya lantas berniat untuk memandikannya.

Ketika itu tidak ada air yang bisa digunakan untuk memandikan bayi tersebut. Oleh karena itu, Ki Juru Mertani memutuskan untuk naik ke bukit lalu menginjakkan kakinya ke tanah bukit tersebut, yang mengakibatkan tanah tersebut runtuh dan membentuk sebuah lubang yang terdapat aliran air di dalamnya.

Sang bayi lalu dimandikan di dalam lubang tersebut. Pada saat dimandikan, pipi sang bayi terbentur atau kebendhul pada sebuah batu ada di tepian goa.. Dari peristiwa benturan itulah asal muasal nama Goa Pindul, yang berasal dari bahasa jawanya kebendhul (pipi yang terbentur).

Legenda 2

Menurut cerita yang beredar di masyarakat setempat, kisah dari Goa Pindul ini cukup menarik dan terkesan lucu. Pada zaman dahulu ada seoarang anak yang bernama Joko Singlulung. Suatu saat anak ini bertekad untuk mencari ayahnya yang telah lama hilang. Dia mulai petualangannya dengan melewati hutan yang lebat, gua pun ia telusuri untuk menemukan ayahnya.

Tapi naas ketika Joko Singlulung tiba di sebuah gua yang ada aliran airnya kepalanya terbentur pada sebuah batu besar. Kejadian tersebut menyebabkan membuat kepalanya benjol dan pipinya terbentur, yang dalam bahasa Jawa “Pipi gebendul”. Dari cerita inilah nama Goa Pindul diambil yakni singkatan dari pipi gebendul. Hemm, cerita yang unik yaaa…

Legenda 3

Versi yang terakhir dari misteri goa pindul berkaitan dengan kisah seorang yang bernama Kyai Jaluwesi. suatu hari ketika Kyai Julawesi terlibat adu kesaktian dan kekuatan dengan musuhnya yang bernaman Benhogrowong. Setelah pertarungan sengit Kyai Julawesi memenangkan pertandingan tersebut.

Sayangnya, dalam dalam pertarungan tersebut, anak anjing peliharaan kesayangan Kyai Jaluwesi terluka parah akibat terkena pukulan sakti dari Bendhogrowong. Anak anjing tersebut berlari dan dalam pelariannya dengan keadaan kesakitan, anak anjing itu pun terjerumus ke dalam sebuah sumber mata air (goa pindul) yang tertutupi oleh semak-semak.

Kyai Jaluwesi lalu mengejar anak anjing tersebut dan menemukannya berada di dalam mata air tersebut dalam keadaan sudah sembuh dari luka yang menimpanya. Kejadian tersebut mengejutkan Kyai Jaluwesi. Dari sinilah awal penamaan mata air tersebut dengan nama mbelik panguripan karena mampu menyembuhkan seekor anjing yang terluka parah.

Adapun keberadaan Goa Pindul sebagai salah satu lokasi wisata di daerah Gunung Kidul, berawal dari kerjasama sekelompok mahasiswa dengan warga lokal yang melakukan pembersihan besar-besar di area Goa Pindul. Dengan sedikit perbaikan dan modifikasi, sekelompok warga bisa menjadikannya sebagai lokasi wisata yang menarik. Namun, pada tahun 2010 barulah pemerintah mengesahkannya sebagai obyek wisata dan menamainya dengan goa pindul.

Fakta Goa Pindul

goa-pindul-1
wisatapindul.net

Goa pindul dahulu hanya sebuah goa liar yang tidak terpehatikan dan terawat. Tidak hanya itu, goa ini juga dulunya dijadikan sebagai sarang kelelawar. Namun, inisiatif warga sekitar yang mengubah sungai bawah tanah menjadi tempat wisata nampaknya berhasil. Hari ini kita bisa menikmati objek wisata yang sudah mendunia ini menjadi tempat susur goa menggunakan ban dalam atau biasa disebut cave tubing.

Subagyo, ketua Desa Wisata Bejiharjo (Dewa Bejo) adalah orang dibalik eksotisme cave tubing Goa Pindul. Dia adalah orang pertama yang merintis pembukaan Goa Pindul sebagai objek wisata, mulai dari pendekatan kepada sesepuh desa, pembersihan, ritual, sampai ke pemberdayaan masyarakat setempat untuk ikut andil dalam pemanfaatan Goa Pindul sebagai objek wisata ini.

Tahun 2010 adalah awal pak Subagyo berniat untuk menjadikan Goa Pindul sebagai tempat wisata dan petualangan. Ini karena pada saat itu pak Subagyo merasa miris karena Goa Pindul hanya dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah.

Berbekal rasa miris dan niat itu, Subagyo bersama, Tukidjo, Ratmin, dan Paryo, dari pagi hingga petang selalu berada di Goa Pindul; membersihkan dasar sungai dan menyikat langit-langit sampai bersih. Mereka terbilang ‘nekat’ karena sesepuh desa sebetulnya melarang untuk melakukan hal tersebut karena dianggap bisa celaka.

Subagyo tidak menyangkal kalau Goa Pindul itu keramat, oleh sebab itu dia mengadakan ritual, memohon pada Yang Maha Kuasa supaya niatnya bersambut.

Proses pembersihan Goa Pindul berjalan dengan lancar. Faktanya memang Goa Pindul itu kotor, buktinya Subagyo mengumpulkan berbagai sampah seperti plastik, pecahan kaca, botol, pakaian bekas, dan kaleng untuk dijual. Sampai-sampai limbah kaca yang didapat 11 karung.

Aliran sungai bawah tanah Goa Pindul dimulai dari mulut goa sampai bagian akhir goa. Di dalamnya terdapat bagian sempit yang hanya bisa dilewati satu pelampung sja. Sehingga biasanya para pengunjung akan bergiliran satu persatu untuk melewati bagian ini.

Panjang Goa Pindul adalah 350 meter dengan lebar goa 5 meter. Sedangkan jarak permukaan air dengan langit-langit gua sekitar 4 meter.

Cave Tubing di Goa pindul memakan waktu sekitar satu jam dengan akhir perjalanan sebuah dam. Air yang berada di dalam Goa Pindul berasal dari mata air Gedong Tujuh.

Pengunjung Goa Pindul

blogeventguidemagz.wordpress.com
blogeventguidemagz.wordpress.com

Pada tahun pertama dirintis, atau dengan kata lain pembukaan Goa Pindul sebagai objek wisata, yakni pada tahun 2010, hanya 100 orang saja yang mengunjungi. Tetapi di tahun kedua, pengunjung Goa Pindul melonjak sampai 70.000 – 80.000 orang. Bahkan di tahun 2013, atau tahun ketiga objek wisata Goa Pindul ini diresmikan, tercatat pengunjung Goa Pindul dalam rentang waktu Januari – Agustus sebanyak 122.000 orang.

Dan pada tahun 2016, pada hari-hari libur besar, Goa Pindul dapat mencapai pengunjung 15.000 per hari.

Harga Tiket Goa Pindul

dimaselvi.blogspot.com
dimaselvi.blogspot.com

Goa tak terawat, kini menjadi primadona objek wisata di Gunung Kidul. Selain karena keindahan panorama alamnya, Goa Pindul terkenal juga memiliki stalaktit terbesar keempat di dunia. Inilah salah satu daya tarik Goa Pindul sehingga mendunia. Harga tiket di Goa Pindul adalah sebagai berikut:

Caving Goa Pindul: Rp.45.000

Body Rafting Sungai Oyo Goa Pindul: Rp.55.000

Susur Goa Gelatik: Rp.40.000

Paket Offroad Goa Pindul: Rp.350.000

Itu semua sudah termasuk perlengkapan, jasa pemandu, minuman selamat datang, free host spot, asuransi, dll.

Keindahan Objek Wisata Goa Pindul

Keindahan Pemandangan di Goa Pindul
twisata.com

Goa Pindul memang menyajikan pemandangan alam yang sangat menakjubkan. Pada bagian tengah gua terdapat sebuah ruangan yang lumayan besar dan tentunya menarik untuk dinikmati.

Ada sebuah lubang di atas gua ini sehingga memungkinkan cahaya langsung masuk ke dalam gua sehingga menyebabkan pantulan cahaya di dalam air yang sangat mengagumkan. Masyarakat sekitar menyebut tempat ini sebagai sumur terbalik. Karena suasana yang cukup baik dan menarik.

Seperti kebanyakan wisata gua yang lain, Goa Pindul juga memiliki stalagtit dan stalagmit yang sangat indah. Yang membedakannya adalah ukuran dan kapasitasnya.

Stalakmit dan stalaktit yang ada di Goa Pindul diperkirakan berusia ribuan tahun, sehingga mempunyai bentuk yang sangat besar. Tak hanya itu ternyata stalakmit dan stalaktit yang ada di Goa Pindul masih aktif jadi jangan heran kalau ukurannya akan semakin membesar setiap tahunnya.

Di sepanjang perjalanan mengarungi Goa Pindul kamu akan disuguhi lukisan ornamen pada dinding gua. Lukisan di dinding gua dipadukan dengan cantiknya hiasan batu kristal yang membuatnya terlihat indah.

Sebuah warisan alam murni dengan keindahan lukisan abstrak sehingga membuat Goa Pindul semakin terlihat keeksotisannya. Di tambah dengan tetesan air pada dinding gua, seakan menambah lengkapnya suasana.

Kegiatan yang Bisa Dilakukan di Goa Pindul

Kegiatan Refting di Goa Pindul
jalanpendaki.com

Bila memasuki kawasan Bejiharjo, kamu akan banyak menemui deretan pemandangan batuan kars. Tempat wisata ini memang memiliki tekstur tanah berkapur dan kaya akan batu kars. Deretan batu yang ada di desa ini menawarkan pemandanganya yang sangat apik sehingga sayang untuk dilewatkan.

Selain menikmati keindahan Goa Pindul kamu juga bisa mengunjungi kali Oya. Kali ini merupakan sebuah sungai yang berada tidak jauh dari lokasi Goa Pindul.

Kalau di Goa Pindul kamu bisa mengarungi aliran sungai bawah tanah yang tenang maka hal sebaliknya ada pada sungai Oya. Di sungai ini kamu akan ditantang untuk mengarungi derasnya aliran air di Kali Oya dengan melakukan rafting.

Untuk perlengkapan rafting kamu bisa menyewanya pada pengelola tempat wisata yang telah menyediakannya seperti perahu karet beserta dengan pelampungnya. Tenang saja, harga sewa peralatan rafting di sini cukup terjangkau kok.

Kali Oya mempunyai panjang sekitar 1,5 km ini juga menawarkan sebuah pemandangan yang mengagumkan. Hijaunya dedaunan serta barisan batu kars di tepi sungai serta balutan rindangnya pepohonan akan menemanimu sepanjang sungai ini.

Oleh – oleh dan Kuliner Goa Pindul

Salah Satu Hidangan Khas di Goa Pindul
goapindulweb.blogspot.com

Karena lokasi wisata Goa Pindul yang tidak jauh dari Yogyakarta maka oleh-oleh dan kuliner yang ada di tempat wisata ini kebanyakan adalah oleh-oleh khas Yogyakarta. Salah satu oleh-oleh tersebut adalah bakpia pthok, yangko, Coklat Monggo. Selain itu kamu bisa merasakan nikmatnya kuliner gudeg khas Yogyakarta.

Tips Berwisata di Goa Pindul

Tips Wisata di Goa Pindul
ratnaindriana.wordpress.com

Bagi kamu yang ingin mengunjungi Goa Pindul berikut ada beberapa tips agar kamu bisa menikmati liburan dengan aman dan nyaman.

  1. Sebelum mengarungi sungai periksalah ban karet dan pelampung sebelum digunakan
  2. Pakailah ban karet atau pelampung dengan baik dan benar. Hal ini sangat penting untuk menjaga keselamatan
  3. Usahakan kamu membawa head lamp, alat ini akan sangat membantu kamu untuk menjelajahi Goa Pindul.
  4. Waktu terbaik untuk melakukan cavetubing di Goa Pindul adalah di pagi hari tepatnya sekitar pukul 09.00, karena pada saat – saat tersebut, matahari bersinar sehingga cahayanya masuk dari lubang besar pada atap gua hal ini akan menambah keindahan dari Goa Pindul. Selain itu, pada pagi hari, air di gua tidak terlalu dingin sehingga sangat tepat untuk dinikmati.
  5. Karena sudah sampai di desa Bejiharjo, jangan sampai lewatkan objek wisata lain seperti Gua Gelatik, Kali Oya, situs purbakala Sukoliman, dan monumen bersejarah Jendral Sudirman.
  6. Gunakan jasa pemandu agar memudahkan Anda berwisata di Goa Pindul dan tentunya berbagai wisata lain yang ada di sekitar wilayah Yogyakarta.

Persiapan Penting Sebelum Berkunjung ke Goa Pindul

goa-pindul-4
audiomack.com

Agar semua rencana kita dapat berjalan lancar, pastinya membutuhkan yang namanya persiapan. Tidak hanya dalam perkerjaan, untuk berwisata pun kita perlu membuat persiapan agar semuanya juga dapat berjalan lancar. Termasuk ketika mau berkunjung ke salah satu wisata Jogja yang lagi naik daun ini yaitu Goa Pindul.

Berikut inni kita akan memaparkan tips bagaimana sebaiknya yang  harus kita persiapkan sebelum berkunjung ke objek wisata Goa Pindul.

  • Memilih operator resmi pengelola objek wisata Goa Pindul. Inilah hal yang wajib diketahui oleh wisatawan, karena untuk melakukan kegiatan wisata di sini kita harus membeli tiket kepada salah satu pengelola resmi. Dari 10 operatori resmi wisata Goa Pindul,  kita cukup memilih satu saja. Alasannya sederhana, supaya kita mendapatkan fasilitas dan pelayanan yang lebih terjamin. Dengan memilih operator resmi juga juga dapat pelayanan tanpa transit.
  • Sebelum melakukan kunjungan untuk reservasi, kita harus menghubungi kontak resmi pengelola Goa Pindul. Hal ini akan memungkinkan kita mendapatkan informasi valid dan ter-update yang dapat dipertanggung jawabkan. Sehingga apabila setelah mendapatkan informasi kita memutuskan untuk mengunjungi kita dapat langsung menginformasikannya. Disini kita juga tidak diharuskan membayar DP ketika hendak mengunjungi.
  • Mengetahui lokasi para pengelola wisata. Kita menyarankan agar tidak terlalu mengandalkan maps. Karena ada banyak sekali tag yang mengatasnamakan wisata Goa Pindul. Justru ini akan memungkinkan kita malah bingung dan bias saja tersesat apalagi kita belum pernah ke Jogja sama sekali. Sehingga poin no. 2 akan sangat berguna. Selain itu apabila kita menghubungi pengelola terlebiih dahuli kita akan diberikan fasilitas penjemputan gratis pada titik lokasi yang telah ditentukan oleh pengelola. Termasuk juga fasilitas plus di wira wisata.
  • Jangan sampai kita tergiur dengan harga murah. Harga tiket wisata Goa Pindul telah disepakati dan ditetapkan oleh pengelola. Karena harga yang telah ditetapkan pengelola berbanding lurus dengan fasilitas yang akan kita terima.
  • Persiapan barang pribadi yang akan kita bawa seperti pakaian siap basah. Karena penyusuran wisata Goa Pindul melalui air sehingga dapat dipastikan bahwa pakaian yang kita gunakan pasti basah. Namun apabila kita kurang nyaman dengan membawa pakaian untuk ganti, terdapat banyak penjual pakaian di sekitar lokasi Wirawisata Goa Pindul. Sehingga kita tidak perlu repot-repot membaa pakaian ganti. Untuk harga tenang saja, harga pakaian di sekitar lokasi wisata relatif terjangkau.
  • Untuk menuju lokasi wisata Goa Pindul harus melewati jalan yang banyak tikungannya. Sehingga bagi kita yang berkunjung dengan kendaraan pribadi diharapkan untuk lebih berhati-hati. Apabila kita dari arah Kota Jogja dan sekitarnya, hal terpenting untuk menjadi perhatian adalah mengabaikan penunjuk arah lokasi yang terpasang di kanan-kiri jalan. Penunjuk jalan tersebut merupakan ulah calo-calo yang tidak bertanggung jawab. Malah berkemungkinan membuat kita tersesat. Para calo memanfaatkan cara seperti ini agar kita (yang belum pernah berkunjung) menanyakan lokasi kepada mereka. Tipsnya ialah pastikan kita mengikuti jalan utama dan apabila kesulitan menemui jalan lebih baik menghubungi pengelola resmi agar mendapatkan panduan.
  • Jangan pernah kita mengikuti jasa pengantar gratis. Biasanya jalan disekitar menuju lokasi wisata Goa Pindul terdapat tulisan-tulisan yang memberikan penawaran jasa mengantar gratis. Sebagai catatan, pengantar gratis hanya dari pengelola resmi dan caranya melalui reservasi terlebih dahulu. Kemudian crew penjemput akan menjemput kita pada titik lokasi yang telah ditentukan oleh pengelola. Sehingga dapat dipastikan apabila menemui jasa pengantar gratis di pinggir-pinngir jalan itu berarti bukan jasa resmi dari pengelola.

Spot Goa Pindul

goa-pindul-5
indonesia-tourism.com

Dengan jarak sepanjang 350 meter dari mulut gua ke ujung gua, pengunjung membutuhkan waktu sekitar 50 menit, selama waktu itu kamu akan melewati zona remang, terang dan gelap, untuk itu setiap pengunjung dibekali peralatan untuk keselamatan seperti jaket pelampung, ban dalam, sepatu dan kamu akan di dampingi oleh pemandu atau bisa juga disebut sebagai guide.

Di Goa Pindul kita dapat menikmati keindahan staglit yang tumbuh ke bawah dari langit-langit gua. Ketika memasuki gua ini kita harus menggunakan ban dalam, karena ada aliran sungai bawah tanah dari mulut gua hingga ujung gua, setelah keluar dari ujung gua aliran sungai tersebut mengalir ke sebuah dam.

goapinduldua.com
goapinduldua.com

Nah, untuk kegiatan cave tubing di goa ini dapat dilakukan oleh siapa saja tanpa mengenal usia, mulai dari pemula (anak-anak kecil) sampai orang dewasa, selain itu wanita hamil pun dapat melakukan cave tubing di Goa yang memiliki panjang sekitar 350 meter tersebut.

Gua pindul aman untuk digunakan semua kalangan karena aliran sunga ini tidak berarus deras meskipun ada di musim penghujan, sumber aliran dari sungai ini berasal dari mata air gedong tujuh.

wisatagoapindul.co.id
wisatagoapindul.co.id

di dalam Goa terdapat beberapa ornamen batu stalagtit baik yang masih aktih ataupun tidak aktif menghiasi langit-langit dan dinding goa pindul. Ada juga yang bernama batu stalagtit mutiara dan stalagmit perkasa di zona kedua yaitu zona remang, masing-masing dari batu tersebut mimiliki mitos-mitos yang unik.

tripgoapindul.com
tripgoapindul.com

Di tengah-tengah penyusuran goa, kamu akan menjumpai zona paling sempit dari goa ini karena terdapat batu stalagtit berukuran lebar lima rentangan tangan orang dewasa dan biasa disebut dengan nama Soko Guru yang berasal dari bahasa jawa kuno yang memiliki makna bahwa Soko guru adalah tiang penyangga kedua bukit yang berada diatas gua pindul.

Walaupun setelah diteliti lebih lanjut, ternyata batu tersebut belum menyentuh sampai dasar sungai Pindul. Karena diketahui kedalaman air di zona ini  berkisar antara 10-12 meter. Stalagtit ini merupakan yang terbesar di Goa Pindul dan konon mempunyai peringkat terbesar ke 4 di dunia.

Setelah melewati zona gelap dan sempit, Kamu akan melewati zona kelelawar. banyak kelelawar kecil pemakan serangga (biasa juga disebut kampret) tinggal di zona ini yang merupakan zona terpanjang di goa pindul ini.

guapinduljogja.com
guapinduljogja.com

Pemandangan cahaya indah seperti ini akan kamu temui menjelang akhir penelusuran goa, masyarakat menyebutnya dengan nama sumur terbalik. pemandangan ini disebut juga sebagai  The Hidden Paradise Of Jogja atau cahaya surga yang tersembunyi di Yogya.

Namun untuk dapat melihat pemandangan ini kamu harus berkunjung pada jam 10-12 siang di saat cuaca cerah.

Ketika sampai di goa vertikal, biasanya pemandu memperbolehkan kamu untuk turun dari ban dan mempersilahkan untuk berenang atau berfoto-foto disana. namun kamu tetap tidak diperbolehkan melepas jaket pelampung.

Lubang goa ini juga biasanya digunakan tim SAR untuk jalan masuk ke dalam gua secara vertikal untuk pertolongan bilamana terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Berita dan Tragedi di Goa Pindul

 

pindulian.com
pindulian.com

Daya tarik wisata Gua Pindul di Gunung Kidul semakin memikat. Kehadiran wisata alam ini seakan memicu tumbuhnya berbagai objek wisata lainnya dan menjadikan Gunung Kidul sebagai salah satu daerah tujuan wisata yang sangat menarik.

Saat ini pesona Gua Pindul semakin menawan dengan dimasukkannya Gua Sriti sebagai destinasi wisata baru. Objek wisata yang terletak di Desa Bejiharjo, Gunung Kidul, ini diharapkan dapat menarik semakin banyak wisatawan ke kawasan ini.

“Gua Sriti sudah mulai diperkenalkan sebagai destinasi baru di Gua Pindul. Untuk launching-nya baru akan dilakukan September 2016,” kata Alvin, staf Karya Wisata Organizer, saat mendampingi sekitar 40 wirausahawan pemula yang mengikuti pelatihan outbound di Gua Pindul, belum lama ini.

Pelatihan ini diadakan Kementerian Koperasi dan UKM bekerja sama dengan anggota DPR RI H Ambar Tjahyono, SE MM, dalam rangka reses Agustus 2016. Pelatihan itu dilaksanakan selama dua hari. Pada hari pertama akan diisi dengan materi kewirausahaan, dan hari kedua diisi dengan outbound.

“Gua Pindul merupakan potensi lokal yang perlu dikembangkan secara sinergis dengan potensi lokal lainnya untuk semaksimal mungkin kesejahteraan warga di sekitarnya. Kerajinan maupun makanan yang dibuat dari bahan lokal dapat melengkapi wisata ini untuk oleh-oleh para wisatawan yang datang,” kata anggota dewan dari Dapil DIY ini.

Beberapa jenis kegiatan outbound yang diadakan antara lain fun game atau permainan kerja sama yang diadakan di dekat Gua Sriti. Setelah itu rombongan melakukan rafting di sepanjang Kali Oya yang berjarak sekitar 2 km. Petualangan dengan dukungan pemandangan alam yang asri di sekitar Bejiharjo memberikan pengalaman yang menyenangkan dan mengesankan.

Gua Pindul merupakan salah satu kawasan wisata yang menyedot banyak sekali wisatawan ke Gunung Kidul, baik wisatawan Nusantara maupun asing. Perkembangan wisata di Gunung Kidul makin terasa saat akhir pekan maupun liburan yang membuat macet jalanan di kawasan ini.

Namun perkembangan wisata di daerah ini tampaknya kurang cepat diikuti pembangunan infrastruktur oleh pemda setempat. Fasilitas jalan menuju lokasi rafting di Kali Oya belum di aspal dan sangat terjal, sehingga cukup berbahaya bagi wisatawan yang datang. Begitu juga cara pengangkutan wisatawan ke Kali Oya yang menggunakan colt pick up terasa agak mengerikan.

Setiap hal selalu memiliki 2 sisi, tidak terkecuali Goa Pindul. Setelah membahas keindahan-keindahan tentang Goa Pindul alangkah baiknya biar both side terbahas semua, diceritakan berita-berita / kejadian yang pernah terjadi di Goa Pindul. Ini adalah beberapa berita yang disadur dari beberapa situs yang melaporkan tragedi di Goa Pindul,

Dua ABG Tewas Tenggelam di Tempat Wisata Goa pindul

pindulian.com
pindulian.com

Dua korban tersebut adalah Yoga Aris (15) dan Andi Subroto (15), yang merupakan warga Baleharjo, Kecamatan Wonosari, Gunung kidul, diduga tenggelam karena sengaja tidak menggunakan pelampung.

Informasi yang dihimpun ahmadjr.com, awal kejadian tenggelam nya kedua remaja bermula saat mereka bersama enam orang rekan sebayanya bermain-main di sekitar kawasan wisata Goa Pindul, yang kebetulan ada lokasi pemandian dengan kedalaman kurang lebih 6 Meter.

Saat masuk, keenam remaja itu melalui pintu belakang atau melewati pintu tidak resmi. Mereka diduga karena tidak mempunyai uang untuk membayar karcis masuk.

Saksi kejadian dan teman korban Wira (15) menceritakan dirinya bersama korban dan tiga temannya sengaja datang ke Goa Pindul untuk berenang di tepi Gua. Namun tak berapa lama, kedua korban tidak muncul dari dalam air saat berenang.

“Kami berenang awalnya mlipir (menyusuri tepian), Andi menceburkan diri ke air dan berenang di urutan pertama. Lalu saya menyusul dan kemudian terakhir Yoga. Saya saat itu masih pegangan akar yang ada di pinggir Gua. Saat mereka enggak muncul-muncul saya dan teman-teman minta tolong sama petugas keamanan,” ungkapnya.

Petugas keamanan langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Gunung Kidul. Dalam waktu lima jam, dua korban ahirnya ditemukan tim SAR daru unit Selam UGM Yogyakarta sekitar pukul 16.40 WIB.

Kedua korban saat ditemukan Tim SAR tepat berada di rongga bendungan obyek wisata Goa Pindul berkedalaman 5 Meter. Mereka tewas dengan kedua tangannya saling berpengangan erat.

Antony, penyelam dari Bahari Rescue Indonesia menemukan keduanya dalam posisi tersangkut batuan yang memang banyak terdapat dalam rongga bendungan Goa Pindul.

“Kondisi korban ketika ditemukan masih utuh dan dalam posisi kedua tangan nya saling bergandengan erat,” Jelasnya.

Melihat kenyataan itu, keluarga koran yang menunggu evakuasi langsung histeris dan beberapa mengalami pingsan begitu korban berhasil dievakuasi dan diangkat dari rongga bendungan Goa Pindul, Gunung kidul, Yogyakarta.

 

Tinggalkan komentar