4 Jajanan Jadul yang Berevolusi Menjadi Jajanan Modern

Indonesia sudah dikenal oleh dunia dengan kekayaan alam dan suku bangsanya. Selain itu, Indonesia juga dikenal dengan warisan kuliner. Terbukti dengan banyaknya makanan khas Indonesia.

Bahkan, setiap daerah memiliki makanan khas masing-masing. Ini membuktikan bahwa Indonesia memang kaya akan warisan kuliner.

Meskipun setiap daerah sudah memiliki makanan khas masing-masing, jumlah jenis makanan di Indonesia terus bertambah setiap waktunya.

Namun, ada pula makanan yang tadinya terlihat kurang menarik, makanan jadul, makanan kuno, diubah menjadi makanan yang sangat modern. Sehingga, makanan tersebut yang tadinya tidak disukai oleh para anak muda, menjadi makanan yang sangat digandrungi.

Hal ini karena ada sentuhan tangan-tangan kreatif yang mengubah makanan jadul menjadi makanan modern. Kira-kira makanan apa saja yang yang tadinya makanan jadul menjadi makanan modern? Berikut daftarnya.

Kue Cubit

siapbisnis.net

Mungkin, jajanan yang satu ini masih disukai oleh anak-anak. Namun, untuk anak muda hingga dewasa sudah tidak tertarik lagi dengan kue cubit. Selain terlihat sederhana, kue cubit ini kurang menarik untuk dilihat.

Jadi sangat tidak cocok disajikan di tempat tongkrongan anak zaman sekarang. Namun, akhir-akhir ini kue cubit berinovasi menjadi modern.

Jajanan yang tadinya jadul dan tidak menarik jika disajikan di tongkrongan anak zaman sekarang, berubah menjadi jajanan yang digandrungi dan dihidangkan di setiap tempat yang menjadi tongkrongan anak muda.

Ya, jajanan tersebut disajikan dengan cara yang modern. Terdapat toping di atasnya, seperti marshmallow, red velvet, nutella, dan sebagainya. Sehingga dari segi tampilan, jajanan ini sangat menarik dan sangat cocok disajikan di tempat-tempat modern.

Kue Rangin

resep-pancake.blogspot.com

Kue rangin ini termasuk jajanan zaman dulu. Orang saat ini sudah memandang sebelah mata jajanan kuno ini. Bahkan, sebagian besar anak muda sudah tidak tahu lagi mengenai jajanan jadul ini.

Namun, di tangan para pemuda kreatif, jajanan jadul yang sudah tidak dilirik lagi, bahkan tidak dikenal lagi oleh banyak orang mulai bangkit dan naik kelas.

Jajanan ini mulai dipasarkan dengan perubahan. Sehingga sangat cocok dihidangkan untuk menemani waktu santai di tempat-tempat modern.

Mie Lidi

miekumislidi.wordpress.com

Jika kamu termasuk anak 90-an, tentu kamu tahu jajanan yang bernama mie lidi. Ya, mie lidi ini menjadi jajanan yang sangat digandrungi oleh anak-anak. Setiap istirahat sekolah, ada saja anak sekolah yang jajan mie lidi ini.

Karena selain enak buat camilan, harganya juga sangat murah. Hanya butuh mengeluarkan uang sebesar Rp100, kamu bisa mendapatkan mie lidi dengan rasa asin atau pedas. Nah, belakangan mie lidi ini pamornya naik lagi.

Tidak hanya menjadi jajanan anak-anak, mie lidi juga menjadi jajanan orang dewasa dan keluarga. Selain itu, mie lidi juga saat ini sangat cocok untuk dijadikan suguhan tamu. Karena tampilan kemasan mie lidi sudah dirubah.

Jika dulu umumnya mie lidi di kemas dengan plastik putih yang berukuran panjang, saat ini mie lidi dikemas dengan toples yang menarik. Selain itu, rasanya juga tidak hanya asin dan pedas, tapi ada berbagai varian rasa yang bisa dipilih.

Surabi

foodcious.com

Jajanan yang satu ini ada di mana-mana dengan nama yang berbeda-beda, namun hampir sama. Misalnya saja di Bandung, jajanan ini dinamakan surabi. Sedangkan di Jawa Timur dan Jawa Tengah, jajanan ini dinamakan serabeh.

Meskipun demikian, jajanan ini pernah memasuki puncak kejayaannya. Banyak orang yang menyukai jajanan ini. Hampir setiap pagi, orang rela mengantri untuk menikmati jajanan ini.

Namun, seiring berjalannya waktu, jajanan ini mulai ditinggalkan dan tersisihkan. Penyebabnya hanya satu, yaitu tampilannya kurang menarik. Setelah ada perubahan dari tampilan dan penyajian, surabi mulai mendapat tempat di hati anak muda Indonesia.

Mereka mulai menyukai surabi karena memang tampilannya berubah menjadi modern, serta ada tambahan topingnya yang membuat semakin tenar jajanan yang satu ini.

Tinggalkan komentar