9 Kesalahan Ini Bisa Membunuh Karier Orang yang Bekerja Paling Keras Sekalipun, Apalagi Kalau Malas-Malasan

Awal tahun 2016 ini, karyawan perusahaan Yelp, Talia Jane, membuat kehebohan di jagat internet. Dia membuat surat terbuka yang mengkritik rendahnya gaji dari perusahaannya. Selain itu dia juga mengkritik CEO Yelp di surat tersebut.

Kariernya berakhir naas. Dia dipecat dari pekerjaannya di Yelp.

Namun karier kebanyakan orang tidak hancur karena kesalahan besar seperti Talia Jane. Malahan, banyak karier yang terbunuh justru secara perlahan, seringkali tanpa orangnya sadari.

Berapa banyakkah orang seperti Talia, yang melakukan kesalahan yang membuat karier mereka hancur?

Untuk menjawab pertanyaan itu, sebuah perusahaan konsultasi bernama VitalSmarts melakukan penelitian. VitalSmarts mensurvei para karyawan di Amerika Serikat tentang kesalahaan besar pernah mereka lakukan dalam karier mereka.

Hasilnya adalah 83% dari mereka pernah melihat orang lain berbuat kesalahan besar yang berdampak sangat buruk bagi kariernya, reputasinya, atau bisnisnya. Selain itu, 69% dari mereka mengakui kalau mereka pernah melakukan sesuatu yang telah merusak karier mereka.

  • 31% mengatakan bahwa kesalahan itu membuat mereka kehilangan promosi kenaikan pangkat, kenaikan gaji, bahkan kehilangan pekerjaan
  • 27% mengatakan bahwa kesalahan itu merusak hubungan di tempat kerja
  • 11% mengatakan bahwa kesalahan itu menghancurkan reputasi mereka

Penelitian itu membuat kita bisa melihat betapa besarnya pengaruh kesalahan terhadap karier seseorang. Namun semua orang tentunya pernah melakukan kesalahan dalam kariernya, tapi tidak semua orang yang mengalami dampak yang fatal.

Malahan, kesalahan itu salah satu hal yang akan terjadi kalau kita mengambil risiko. Dan kita semua tahu kalau untuk mendapatkan hasil yang bagus, kita tentu perlu  mengambilrisiko.

Lalu, kesalahan seperti apa sajakah yang bisa menghancurkan karier seseorang? Berikut ini 9 hal yang bisa membunuh karier orang yang bekerja paling keras sekalipun.

Hasil kerja di bawah yang kamu janjikan

anythingbutbk.files.wordpress.com
anythingbutbk.files.wordpress.com

Dalam bahasa Inggris ada istilah tersendiri untuk hal ini, overpromising & underdelivering. Istilah lain yang cukup populer, pehape alias pemberi harapan palsu.

Memang terkadang terasa ada godaan untuk menjanjikan hasil yang wah kepada atasan atau klien. Apalagi kalau kamu adalah orang yang jujur, pekerja keras, sekaligus percaya kalau kamu memang bisa melakukannya.

Namun bisa jadi masalah kalau sebenarnya kamu sebenarnya tidak perlu menjanjikan hal yang berlebihan seperti itu.

Misalnya kamu berjanji satu pekerjaan bisa selesai luar biasa cepat. Kalau ternyata akhirnya agak terlambat selesai, kamu mengira hasil kerjamu masih bagus karena masih selesai relatif cepat.

Namun begitu kamu sudah berjanji pada atasan atau klien, dia akan mengharapkan hasil sesuai komitmenmu di awal. Jika ternyata tidak seperti yang kamu janjikan, reputasimu akan terlihat buruk.

Terkadang persepsi jauh lebih penting daripada realita. Itulah sebabnya overpromising perlu kamu hindari. Namun bukan berarti kamu sebaiknya menjanjikan target yang sangat rendah.

Yang perlu kamu lakukan adalah menjanjikan hasil yang realistis. Dengan begitu kamu tidak akan disebut pehape oleh atasan dan klienmu.

Puas Diri

http://roryvaden.com/
http://roryvaden.com/

Kapankah terakhir kali kamu sengaja belajar keahlian yang baru? Atau memperluas networking?

Kalau kamu tidak ingat, bisa jadi kamu sedang terkena penyakit puas diri. Penyakit ini sangat berbahaya, dia diam-diam akan membunuh karier seseorang.

Puas diri terjadi saat kamu hanya mengikuti arus dan menganggap tidak akan ada yang berubah. Namun kita semua tahu kalau perubahan terjadi makin sering, makin cepat.

Sepuluh tahun yang lalu jarang yang mengira kalau bisnis handphone Nokia akan hancur? Ternyata perubahan industri smartphone membuatnya terdepak.

Dua puluh tahun yang lalu jarang yang mengira kalau orang-orang akan membaca berita dari layar komputer.

Perubahan itu satu hal yang pasti terjadi. Perubahan itu juga yang perlu kamu antisipasi.

Kalau kamu merasa terlalu sibuk sampai-sampai  tidak belajar hal baru atau mengembangkan network, ada yang salah dengan prioritasmu.

Kamu perlu terus belajar dan bertumbuh. Dengan begitu kamu akan siap dengan perubahan yang terjadi dalam kariermu.

Takut Akan Perubahan

inc.com
inc.com

Takut akan perubahan adalah saudara dari puas diri. Kalau mengalaminya, kamu akan berusaha agar semua hal tetap sama.

Pasti kamu pernah mendengar seseorang mengatakan hal ini, “Dari dulu juga begini cara mengerjakannya.”

Namun dunia sudah berubah terlalu cepat. Kalau  kamu terlalu bertahan dengan pakem yang ada, efek negatifnya bisa sangat buruk.

Dalam satu survei, 91% responden mengatakan bahwa karyawan yang paling sukses adalah mereka yangbisa beradaptasi dengan perubahan di tempat kerja.

Perubahan itu pasti terjadi, baik dalam kehidupan pribadi maupun profesional. Perubahan tidak peduli apakah kamu ingin semuanya tetap sama atau tidak.

Kamu tidak perlu belajar menyukai perubahan, yang perlu kamu pelajari adalah berhenti menolak perubahan dan mulai beradaptasi dengannya.

Tidak Bisa Move On dari Kesuksesan di Masa Lalu

telegraph.co.uk
telegraph.co.uk

Pernahkah kamu bekerja dengan orang yang terlihat berhasil,  lalu dia menjadi terlalu percaya diri bahwa kariernya akan selalu sukses?

Tentu kita perlu kepercayaan bahwa karier kita akan berhasil. Namun akan jadi masalah kalau pikiran seperti ini mengambil alih seluruh perhatianmu.

Kamu akan berpikir kalau kamu memang akan selalu sukses, apa pun yang kamu lakukan. Saat itulah kamu menjadi lengah.

Orang yang egonya terlalu besar cenderung mudah lengah. Kelengahan ini bisa membuatnya berakhir dalam kegagalan yang menyakitkan.

Tidak Melihat Gambaran Besar

www.uckg.co.nz
www.uckg.co.nz

Sering seseorang saking sibuknya mengerjakan pekerjaan harian dan proyek sampai-sampai tidak melihat gambaran besar dari kariernya.

Namun karyawan yang cerdas belajar tentang cara menyeimbangkan rutinitas harian dengan tujuan jangka panjang yang sudah diperhitungkan.

Ini bukan berarti tidak memedulikan pekerjaan-pekerjaan kecil. Yang kamu perlukan adalah disiplin dan perspektif untuk menyesuaikan jalur kariermu.

Dalam hidup, kamu perlu melihat gambaran besarnya. Saat visimu terbutakan, kariermu yang menderita.

Menyebarkan Aura Negatif

woman.thenest.com
woman.thenest.com

Terkadang kamu merasa negatif dan down. Mood-mu ini bisa memengaruhi orang lain, bahkan walau niatmu tidak seperti itu.

Kamu digaji untuk mempermudah pekerjaan atasan dan rekan kerjamu, bukan malah mempersulitnya.

Kita semua tahu jenis orang yang menyebarkan aura negatif di tempat kerjanya. Orang yang terus komplain betapa buruknya pekerjaannya. Atau orang yang terus membicarakan kejelekan orang lain. Tentu tidak nyaman berada di dekat orang seperti ini.

Kalau orang lain selalu merasa tidak nyaman berada di dekatmu, bisa jadi mereka tidak akan mau kariermu berkembang.

EQ yang Rendah

katsfm.com
katsfm.com

Kita semua tahu kalau kamu bisa dipecat karena tidak mau berperilaku baik dan sopan terhadap orang lain. Ini bisa terjadi jika seseorang jarang mengasah kecerdasan emosionalnya alias EQ-nya.

Emosi yang meledak, merendahkan orang lain, menyela saat rekan kerja berbicara, dan tidak mau menyesuaikan dengan orang lain adalah beberapa contoh rendahnya kecerdasan emosional seseorang.

EQ yang rendah bisa menghancurkan karier seseorang yang sebenarnya berbakat.

Menjilat Atasan

bbc.co.uk
bbc.co.uk

Ada orang yang menjilat atasannya dan menyebutnya diperlukan dalam pekerjaan. Anggapan seperti ini salah.

Menjilat bukanlah hubungan yang dibangun dari landasan rasa hormat. Menjilat itu curang.

Menjilat adalah tindakan yang dilakukan dengan mempermainkan ego atasan. Hal ini bisa mengganggu rekan-rekan kerja yang berusaha bekerja sebaik mungkin.

Membina hubungan dengan atasan itu baik, tapi tidak dengan merendahkan rekan kerjamu. Itulah kuncinya.

Berpolitik di Kantor

http://www.irishtimes.com/
http://www.irishtimes.com/

Ini bukan tentang mengikuti partai politik tertentu. Ini tentang bermain politik di kantor.

Bekerja keras untuk membangun hubungan yang baik di tempat kerja itu berbeda dari menghasut konflik, memihak pada pihak tertentu, merendahkan rekan kerja, menyebarkan rumor, dan semua hal yang termasuk “bermain politik di kantor.”

Kamu perlu menjadi orang yang otentik. Kalau kamu selalu mencurigai orang lain tanpa alasan yang jelas atau kamu berusaha menutup-nutupi manipulasi yang kamu atau orang lain lakukan, itulah politik.

Bekerjalah dengan cara yang bisa kamu banggakan saat berbicara di depan rekan kerjamu.

Itulah 9 kesalahan yang bisa menghancurkan karier seseorang. Banyak yang mengira kalau karier hanya bisa hancur oleh satu kesalahan besar. Namun realitanya, karier seringkali hancur bukan oleh kejadian yang dramatis.

Tinggalkan komentar