Mengapa Ketika Jatuh Cinta, Dadamu Terasa Sesak?

Ah, Cinta.

Seperti apakah cinta?

eharmony.co.uk
eharmony.co.uk

Jatuh cinta itu proses mental dan fisik. Cinta membuat perasaanmu jungkir balik, diangkat tinggi-tinggi pada satu saat, setelah itu dihempaskan ke tanah membuatmu kecewa. Namun, cinta juga sebenarnya proses fisik. Saat kamu jatuh cinta, di dalam tubuhmu terjadi reaksi yang membantu proses psikologis.

Lagu Upendi dari Lion King II: Simba’s Pride ini cukup menjelaskan apa yang terjadi pada diri kita saat kita jatuh cinta.

Di dalam tubuh, terdapat senyawa kimia bernama Fenetil Amin (Phenetyl Amine, disingkat PEA). Senyawa ini bereaksi saat kita jatuh hati. PEA memberi efek tendangan unik di dalam tubuhmu, membuat jantungmu terasa memberontak ingin keluar dari dada. Ini membuat perasaanmu terasa lucu, pipi terasa panas, jantung berdebar-debar, penuh harap namun merasa takut kehilangan pada saat yang bersamaan.

PEA dikeluarkan dari sistem syaraf dan aliran darah. PEA menyebabkan respon emosional yang sama dengan perasaan fly saat mengonsumsi narkoba. Tentu narkoba berdampak negatif pada tubuh, sementara PEA itu tergantung cara kita meresponnya. Cinta bisa menghancurkan seseorang, namun bisa juga membuatnya sangat berenergi.

(walau ada rumor kalau PEA juga yang membuatmu merasa ingin cepat-cepat membuka baju si dia, jadi hati-hati juga ya dengan perasaanmu, jangan jadi kelewat batas)

PEA aktif di dalam tubuh bersamaan dengan dopamin dan norepinefrin. Semua ini aktif di dalam tubuh saat kita merasakan sensasi tubuh dari cinta yang romantis. Sensasinya sangat mirip dengan orang sakau yang terpuaskan saat mengonsumsi heroin.

Berita buruknya: efek berdebar yang dihasilkan PEA ini tidak bertahan sangat lama. Beberapa peneliti menyimpulkan bahwa cinta yang romantis itu cenderung berumur pendek. Itulah sebabnya ada orang-orang yang kecanduan alias sakaw cinta.

Berita baiknya: periode itu cukup lama untuk memulai cinta bersemi dan bersambut. Rata-rata usia aktif PEA sekitar 1,5 sampai 3,5 tahun, ada yang menyebut maksimal 5 tahun. Ini cukup untuk membawa perasaan cinta ke langkah konkret seperti ijab kabul di depan penghulu bahkan sampai melahirkan anak.

PEA ini sangat kuat pengaruhnya pada perasaan seseorang. Sayangnya, kamu tidak bisa membawa jarum suntik berisi PEA lalu menyuntikkannya dengan paksa ke aliran darahnya.

Yang bisa kamu lakukan adalah cara menumbuhkan perasaan jatuh cinta dalam hatinya. Kamu menunjukkan perilaku yang memicu respon PEA dalam otaknya. Alhasil memberi sensasi dalam dada si dia kalau sedang jatuh cinta.

Mengapa kamu jatuh cinta pada seseorang, tapi tidak pada orang lainnya?

pixabay.com
pixabay.com

Seseorang tidak ujug-ujug bangun di pagi hari dan terisi PEA di otaknya lalu membentuk perasaan suka pada orang yang dia temui setelahnya. Proses PEA tidak begitu.

PEA dan sesama saudaranya, dopamin dan norepinefrin, diendapkan oleh reaksi emosional dan mendalam dari rangsangan alias stimulus tertentu. Misalnya saja, wangi parfumnya, cara malu-malu tapi jantannya bilang  “hai,” atau betapa imut (atau aneh) suara tawanya.

Bahkan bisa jadi pakaian yang sedang kamu pakai yang membuat pasanganmu tak bisa mengalihkan pandangannya. Misalnya saja pada tahun 1924, Conrad Hilton (pendiri bisnis Hotel Hilton), melirik topi merah yang ada di 5 baris di depan kursi gerejanya. Setelah acara selesai, ia mengikuti si topi merah pulang dan akhirnya menikahi wanita di balik topi itu.

Bagaimana bisa hal-hal kecil seperti ini memicu api cinta?

hal-hal kecil yang membuat kita jatuh cinta
brightside.me

Mengapa hal-hal kecil yang tampaknya tanpa arti ini bisa menimbulkan cinta? Dari manakah asalnya? Apakah ada di gen kita?

Gen ternyata tidak berpengaruh dengan proses jatuh cinta. Asal muasalnya ada terkubur di dalam jiwa kita. Senyawa-senyawa cinta yang aktif saat kita melihat (atau mendengar, mencium, merasa) sesuatu yang kita sukai itu tertidur di alam bawah sadar kita.

PEA dipicu oleh hal-hal yang membentuk kepribadian kita, misalnya saja pengalaman masa kecil, terutama hal-hal yang terjadi pada saat kita berusia 5-8 tahun. Semasa kecil, kita membentuk alam bawah sadar kita.

Pada dekade 1930-an, peneliti Austria, Dr. Konrad Lorenz, menginduksi bebek-bebek kecil untuk menjadi sangat tergantung padanya, bukan induknya. Ia mengamati kalau setelah telur menetas, bayi-bayi bebek segera berjalan dalam satu baris lurus menghampiri induknya. Mengikuti induk ini terus anak-anak bebek lakukan sampai mereka dewasa.

Dr. Lorentz memutuskan untuk menipu anak-anak bebek ini, membuat mereka mengira dialah induknya.

Lorenz menetaskan beberapa telur bebek di inkubator. Saat telur mulai menetas, ia berjongkok layaknya induk bebek lalu mulai jalan jongkok melewati telur-telur. Menakjubkan, anak-anak bebek ini segera mengikutinya mengelilingin laboratorium.

Setelah itu walau dikenalkan dengan bebek betina “beneran,” anak-anak bebek ini tetap mengikuti Dr. Lorenz.

Banyak peneliti telah menunjukkan bahwa fenomena ini tidak terbatas pada burung. Ikan, marmot, kambing, rusa, kerbau, dan berbagai spesies mamalia lainnya juga bisa. Proses ini disebut imprinting.

Pertanyaannya, apakah ini berlaku juga pada manusia? Bisakah manusia direkayasa agar menyukai sesuatu? Misalnya merekayasa supaya si dia hanya menyukai kamu seorang.

Tidak seperti anak-anak bebek, bayi manusia tidak mengikuti dokter persalinan sampai kita dewasa. Namun ada bukti yang kuat kalau kita ini mudah terpengaruh oleh satu hal: imprinting seksual.

Lovemap, pola dalam jatuh cinta

http://nationalmarriageseminars.com/
http://nationalmarriageseminars.com/

Dr. John Money menyebut imprinting pada manusia ini dengan istilah Lovemap alias peta cinta. Lovemap itu pahatan rasa sakit atau rasa senang pada awal-awal interaksi kita dengan anggota keluarga, teman masa kecil, dan berbagai kebetulan yang terjadi dalam hidup. Ukiran yang ada itu sangat dalam sampai-sampai meninggalkan bekas abadi di dalam jiwa manusia, kasarnya seperti bernanah. Ukiran luka dalam jiwa itu menanti sampai ada stimulus tepat yang bisa membuka lukanya kembali.

“Lovemap itu sebiasa wajah, tubuh, dan otak. Setiap orang punya satu lovemap. Tanpanya tidak aka nada jatuh cinta, tak ada perkawinan, tak ada lahirnya individu baru,” kata Dr. Money.

Kamu punya lovemapmu sendiri. Si dia punya juga. Kita semua punya. Lovemap ini sangat melekat di ego kita, identitas kita, jiwa kita, dan alam bawah sadar kita.

Lovemap ini bisa jadi imprinting yang positif. Misalnya saja, mungkin ibumu menggunakan parfum dengan wangi tertentu, ayahmu punya senyum nakal yang jantan, atau guru favoritmu mengernyitkan hidungnya saat dia tertawa. Bisa jadi ada wanita bertopi merah yang sangat baik pada Conrad Hilton saat ia masih kecil.

Tapi, lovemap ini bisa negatif juga. Bagi wanita yang dilecehkan saat masih kecil, bisa jadi kamu tidak akan pernah mencintai pria dengan senyum yang mengerling. Bagi pria, bisa saja tantemu yang menyebalkan selalu menggunakan parfum tertentu. Ini bisa membuatnya ingin menjauh tiap kali ada wanita yang menggunakan parfum serupa.

Lovemap terkadang membingungkan. Pengalaman negatif bisa jadi membuatmu merasa kewalahan. Bagi wanita, mungkin saja ayahnya selingkuh dengan perempuan lain lalu meninggalkannya dan juga ibunya sendirian. Alhasil, jika sekarang pasangannya melirik wanita lain, emosi wanita ini memuncak dan marah tak terkendali, atau bisa jadi sangat tertutup, atau bisa juga ia merelakan dirinya melakukan apa pun untuk pasangannya. Tiga hal ini tentu buruk bukan hanya bagi wanita, tapi juga bagi hubungan.

marriagepeace.wordpress.com
marriagepeace.wordpress.com

Bagi pria, bisa jadi baby sitter-mu yang cantik memukul pantatmu saat kamu masih kecil entah mengapa terasa menyenangkan. Akhirnya, saat pria ini tumbuh dewasa, ia tidak bisa sepenuhnya mencintai seorang wanita kecuali pasangannya ini memukul pantatnya dengan rasa cinta.

Pengalaman masa kecil yang terpendam, baik positif maupun negatif, diingat oleh alam bawah sadar seksualmu. Jika timing-nya tepat dan “si dia” memicu lovemap-mu, DHEG! Ada sensasi dalam dadamu. PEA mengalir di nadimu, memenuhi otakmu, membutakanmu dari akal sehat, dan kamu mulai jatuh cinta. Percikan inilah yang diperlukan untuk memulai cinta.

Jika diandaikan mobil, PEA ini seperti starter. Starter berguna untuk membuat mobilmu melaju, lalu setelah itu baterai dan bensin mengambil alih. Begitu pula, saat otakmu mendapat dosis pertama PEA-nya, (semoga) akal sehat mulai bekerja di prefrontal cortex-mu.

Kapankah itu? Saat kamu dan si dia mulai saling mengenal. Kalian berdua mulai saling mengeksplorasi kesamaan dan perbedaan yang ada di antara  kalian berdua. Lalu kalian berdua mulai sama-sama bertanya pada diri masing-masing, “Apa yang bisa kudapat dari hubungan ini?” Lalu kalian berdua mulang saling mendengarkan ego masing-masing. Namun api cinta itu sangat lembut, mudah padam oleh hal-hal kecil yang bisa membuat pertengkaran besar.

Menjalani cinta itu seperti menaiki roller coaster. Menakutkan dan menegangkan, namun terlalu sayang untuk dilewatkan. Dada terasa sesak sedikit tak mengapa. Sebentar lagi taman bermainnya ditutup.

Yuk segera naik!

Tinggalkan komentar