5 Keunikan Suku Asmat yang Membuat Indonesia Lebih Berwarna

Suku Asmat adalah suku yang mendiami pedalaman Papua. Mereka terkenal dengan ukiran-ukiran kayu yang rumit dan unik. Selain ukirannya yang unik ada beberapa keunikan lain yang banyak orang belum mengetahuinya.

Sembilu

Sembilu adalah pisau pemotong tali pusar bayi yang terbuat dari bambu. Ini sudah menjadi sebuah tradisi dan budaya yang tumbuh subur di suku-suku pedalaman Papua.

Tradisi pernikahan

jasa-pernikahan.blogspot.com
jasa-pernikahan.blogspot.com

Seorang pria yang ingin menikahi seorang wanita harus “membelinya” dengan maskawin berupa piring antik dan uang senilai dengan perahu Johnson (perhu yang biasa digunakan untuk melaut). Jika mas kawin kurang maka si pria tetap boleh menikah namun ia harus tetap membayar kekurangan maskawin selama menjadi suami.

Kematian

ilmubudayadasar17.blogspot.com
ilmubudayadasar17.blogspot.com

Dalam kepercayaan suku Asmat jika yang meninggal dunia adalah Kepala Suku maka mayatnya akan dimumukan dan dipajang di depan rumah adat. Bagi kita mungkin ini adalah suatu hal yang mengerikan, tapi bagi mereka ini adalah hal yang biasa. Berbeda jika yang meninggal dunia adalah masyarakat biasa, maka dikuburkan seperti pada umumnya kita lihat. Hanya saja upacara kematiannya diiringi dengan tangisan dan nyayian-nyayian. Ada lagi tradisi ikipalek, yaitu tradisi potong ruas jari sebagai bentuk bela sungkawa jika ada anggota keluarga meninggal dunia, ikipalek berlaku bagi wanita yang seudah berkeluarga.

Sistem Pemerintahan

www.indonesiakaya.com
www.indonesiakaya.com

Suku Asmat memiliki satu kepala suku yang sangat dihormati. Tugas kepala suku sesuai dengan kesepatan masyarakat untuk menjaga keharmonisan hubungan antara masyarakat dan kepala suku. Jika kepala suku meninggal dunia maka gelar kepala suku bisa diberikan kepada masyarakat yang dianggap terhormat bagi masyarakat.

Busur dan Panah

www.kaskus.co.id
www.kaskus.co.id

Busur dan panah digunakan sebagai alat berburu dan perang bagi kaum Asmat. Dahulu ada sebuah kesepakatan perang yang sangat extreme. Jika musuh mati di medan perang maka mayatnya boleh dibawa pulang untuk dipotong-potong dan selanjutnya dimakan bersama-sama. Namun, saat ini tradisi ini sudah tidak berlaku lagi.

Demikianlah ulasan tentang keunikan-keunikan suku Asmat. Semoga reportase ini bermanfaat bagi kita semua.

Tinggalkan komentar