Khadijah binti Khuwailid, Perempuan Mulia yang Tidak Pernah Diduakan Rasulullah SAW

Pernikahan Muhammad dengan Khadijah adalah sebuah potret keluarga sakinah yang nyata. Perbedaan usia yang cukup jauh dan perbedaan status sosial tak membuat biduk rumah tangga Muhammad goyah.

Khadijah merupakan ibunda umat muslim di dunia sepanjang masa yang sangat mulia. Beliau pantas bersanding dengan Rasulullah SAW yang juga merupakan manusia terbaik.

Berikut ini beberapa keistimewaan rumah tangga Rasulullah SAW dan Khadijah yang akan membuatmu tersenyum dan mendambakan keluarga sakinah. Artikel ini diramu dari Buku Sirah Nabawiyah karangan Dr Muhammad Sa’id Ramadhan Al Buthy.

Satu-Satunya Wanita yang Membuat Aisyah Cemburu

hidayatpanuntun.staff.ugm.ac.id

Meskipun Aisyah belum pernah berjumpa dengan Khadijah secara langsung, namun Khadijah adalah satu-satunya wanita yang membuat Aisyah cemburu. Berikut ini hadits yang diriwayatkan Muttafaq’alaih.

“ Hampir tidak pernah Rasulullah keluar rumah sehingga menyebut Khadijah dan memujinya. Pada suatu hari, Rasulullah menyebutnya sehingga menimbulkan kecemburuanku.

Aku lalu katakan, ‘Bukankah ia hanya seorang tua yang Allah telah menggantinya untuk kakanda orang yang lebih baik darinya?’

Rasulullah lalu marah seraya bersabda, ‘Demi Allah, Allah tidak menggantikan untukku orang yang lebih baik darinya. Dia beriman ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakanku, dia membela dengan hartanya ketika orang-orang menghalangiku, dan aku dikaruniai anak darinya, sementara aku tidak dikaruniai anak sama sekali dari istri lainnya.”

Cinta Rasulullah kepada Khadijah benar-benar tulus. Peran Khadijah dalam masa awal dakwah Rasulullah semakin menguatkan cinta itu. Bahkan cinta itu tak luntur oleh waktu meskipun Rasulullah sudah mendapatkan istri yang lain.

Khadijah Wanita Mulia

hidayatpanuntun.staff.ugm.ac.id

“Sebaik-baik wanita (langit) adalah Maryam binti Imran dan sebaik-baik wanita (bumi) adalah Khadijah binti Khuwailid).” (HR Bukhari dan Muslim).

Sebelum menikah dengan Rasulullah SAW, Khadijah pernah menikah dua kali. Pernikahan pertama dengan Atiq bin A’idz At Tamimi. Pernikahan kedua dengan Abu Halah At Tamimi bernama Hindun bin Zurarah.

Menurut riwayat Ibnul Atsir dan Ibnu Hisyam, Khadijah adalah seorang wanita yang mulia dan kaya raya. Sampai akhirnya beliau mendengar kejujuran Muhammad dan berniat untuk mengujinya.

Khadijah Berjuang Mendapatkan Muhammad

www.walimahan.com

Pada suatu hari Khadijah mencoba memberikan amanat kepada Muhammad SAW untuk membawa dagangannya ke Syam. Barang dagangan yang dibawakan pun lebih baik dibandingkan barang dagangan yang dibawakan orang lain.

Nabi SAW ditemani orang kepercayaan Khadijah bernama Maisarah menjual barang dagangan ini. Hasil perdagangan membawa keuntungan yang berlipat ganda. Sikap dan perilaku Muhammad SAW selama perjalanan juga sangat baik.

Kemudian Maisarah melaporkan hal ini kepada Khadijah. Hal ini tentu saja membuat Khadijah semakin mantap untuk menikah dengan Muhammad SAW.

Kemudian Khadijah meminta tolong kepada Nafisah binti Muniyah untuk menyampaikan keinginannya menikah dengan Rasulullah. Pucuk dicinta, ulam pun tiba. Muhammad SAW menyambut baik permintaan ini.

Nabi menyampaikan hal ini kepada paman-pamannya. Mereka kemudian meminang Khadijah dari paman Khadijah bernama Amr bin Asad. Kala itu Rasulullah berusia 25 tahun dan Khadijah berusia 40 tahun.

Peran Khadijah dalam Permulaan Turun Wahyu

www.irfankhairi.com

Setelah menerima wahyu yang pertama Rasulullh segera pulang dalam kondisi gemetar sekujur tubuhnya. Kepada Khadijah beliau bersabda, “Selimutilah aku… selimutilah aku.”

Khadijah menyelimuti Rasulullah sampai hilang rasa takut dari diri Rasulullah. Rasulullah kemudian bersabda, “Hai Khadijah, tahukah engkau mengapa aku tadi begitu?”

Selanjutnya Rasulullah melanjutkan cerita atas peristiwa yang dialaminya. Beliau berkata, “Aku khawatir terhadap diriku (dari gangguan makhluk jin).”

Khadijah Menjawab, “Tidak! Bergembiralah! Demi Allah, Allah sama sekali tidak akan membuat Anda kecewa. Anda seorang yang suka menyambung tali keluarga, selalu menolong orang yang susah, menghormati tamu, dan membela orang yang berdiri diatas kebenaran.”

Khadijah kemudian membawa Muhammad SAW kepada paman Khadijah yang bernama Waraqah bin Naufal. Beliau adalah pemeluk nasrani. Dari Waraqh bin Naufal inilah Muhammad SAW mendapat nasihat.

Betapa mulianya Khadijah dalam meredakan kekhawatiran Rasulullah saat pertama kali menerima wahyu. Sosok istri yang setia menemani suami di saat suka maupun duka.

Tinggalkan komentar