Membuat Makalah

Hampir seluruh kegiatan belajar mengajar memerlukan sebuah bahan untuk dipresentasikan. Pada umumnya, bahan yang digunakan berupa makalah. Beberapa pengajar terkadang juga menugaskan anak didiknya untuk membuat makalah sebagai sarana ujian. Namun, banyak murid maupun mahasiswa yang masih bingung tentang cara pembuatan makalah.

Pada dasarnya, pembuatan makalah sama dengan laporan penelitian atau karya tulis lainnya. Bedanya, materi yang disuguhkan oleh makalah lebih sederhana karena mencakup satu bahasan yang akan dipresentasikan di depan khalayak ramai.

Struktur Penulisan Makalah

Berikut ini merupakan contoh struktur penulisan makalah yang sederhana:

BAB I

Bab I menjadi landasan utama penulisan makalah. Bab I berisi latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan makalah, dan manfaat penulisan makalah.

  1. Latar belakang: Berisi pengertian objek atau tema dari judul pembuatan makalah. Anda harus menjelaskan apa yang dimaksud dengan bla bla bla, mengapa Anda menulis makalah tentang tema ini, 5 W 1 H dirangkum dalam latar belakang sehingga pembaca tahu apa latar belakang atau alasan dibuatnya makalah ini. Sebaiknya Anda menyebutkan judul makalah pada kalimat penutup  latar belakang ini.
  2. Rumusan Masalah: Merupakan dasar Anda membuat makalah. Pada subbab ini dijelaskan secara singkat mengapa hal tersebut menjadi sebuah masalah yang perlu diperhatikan bagi para penggiat di bidang tulis menulis.
  3. Tujuan Penulisan Makalah: Tujuan menyangkut tujuan umum dan tujuan khusus. Tujuan umum meliputi aspek-aspek yang secara umum dianggap sebagai tujuan bagi semua orang, baik penggiat di bidangnya maupun masyarakat umum. Tujuan khusus adalah tujuan yang dimaksudkan untuk meningkatkan kepekaan para penggiat karya tulis untuk lebih mempromosikan bagaimana cara menulis yang baik sehingga menghasilkan tulisan yang baik pula untuk dikonsumsi berbagai kalangan.
  4. Manfaat Penulisan Makalah: Sebutkan apa saja manfaat dalam pembuatan makalah ini. Sama seperti tujuan penulisan, manfaat yang didapatkan pun harus meliputi berbagai kalangan masyarakat, baik kalangan akademik dan penggiat tulis menulis maupun kalangan masyarakat umum.

BAB II

Bab II merupakan bab yang sebagian besarnya bersumber dari referensi, yaitu pengertian-pengertian yang termaktub dalam data yang faktual. Bab ini merupakan pembahasan atas masalah yang telah disebutkan pada bab pertama. Dengan demikian, kita tidak akan membuat pembahasan yang melenceng karena sudah ada batasan yang memagari materi yang akan dibahas dalam makalah tersebut.

Pada pembuatan makalah, materi bab II ini lebih banyak didapatkan dari buku dibandingkan dengan asumsi pribadi. Hal tersebut disebabkan oleh materi yang akan dipresentasikan haruslah merupakan data yang faktual dan memiliki bukti referensi yang kuat sehingga pembaca atau pendengar meyakini apa yang disampaikan oleh pembicara sekaligus pembuat makalah.

BAB III

Bab III berisi tentang simpulan dan saran. Apa saja simpulan dari seluruh isi makalah Anda, berikut penjelasan kesimpulan dari uraian perumusan masalah, serta saran untuk membangun tulisan kita lebih baik lagi di masa yang akan datang serta harapan semoga makalah kita ini dapat berguna bagi para pembaca.

Catatan

  • Struktur penulisan makalah juga harus dilengkapi dengan cover atau sampul depan yang berisi nama penulis/penyusun dan icon-icon lainnya.
  • Pada lembar berikutnya isi dengan kata pengantar, daftar isi, dan diakhiri dengan daftar pustaka di halaman bagian belakang.
  • Bila ada lampiran, bisa disisipkan di bagian belakang dari makalah kita.

Cara Membuat Makalah Efektif

Sebaiknya buat kerangka penulisan makalah terlebih dahulu. Tujuannya supaya bahasan yang dibuat sesuai dengan apa yang hendak disampaikan kepada pembaca atau pendengar. Hal utama yang harus dilakukan yaitu menentukan tema yang bersifat. spesifik. Sebab, makalah tidak mungkin membahas bagian umum dari satu materi yang besar. Misal, tema “Proses Menulis Kreatif”. Maka hal-hal yang perlu Anda tulis dalam kerangka adalah sebagai berikut.

  1. Pengertian proses menulis kreatif. Kembangkan menjadi bahasan yang cukup meluas dengan mengemukakan pendapat berbagai ahli sastra mengenai proses menulis kreatif dan bagaimana menjadikan potensi menulis yang ada di dalam diri seseorang bisa berkembang secara maksimal.
  2. Ciri-ciri tulisan kreatif.  Ciri-ciri tulisan kreatif menurut ahli sastra dan tulisan kreatif menurut pembaca awam dapat dijadikan dua bandingan dalam dunia penulisan kreatif yang ada di Indonesia.
  3. Tujuan dan manfaat penulisan kreatif.  Bagian memuat banyak pendapat mengenai tujuan dan manfaat penulisan kreatif tersebut. pendapat yang bisa dimasukkan ke dalam makalah adalah pendapat para ahli sastra, pendapat pembaca umum, dan pendapat kita sendiri sebagai penulis makalah.
  4. Perkembangan tulisan kreatif di Indonesia. yaitu perkembangan tulisan kreatif di Indonesia dapat dibuktikan dengan adanya karya-karya yang berhasil memikat banyak pembaca khusus dan pembaca umum.

Selamat belajar. Semoga sukses. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar