Menanam dan Budidaya Akar Wangi

Akar wangi (Vetiveria zizanioides) adalah sejenis tanaman dengan rumput yang memiliki akar yang wangi dan bisa menghasilkan ekstrak minyak atsiri. Minyak atsiri yang dihasilkan dari penyluingan akar wangi dapat digunakan sebagai bahan baku kosmetik, parfum, dan obat-obatan. Selain itu akar wangi juga biasa digunakan sebagai penahan longsor pada daerah lereng bukit yang terjal. Hal ini karena akar wangi memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam. Selain itu, akar wangi biasa digunakan sebagai bahan kerajinan, baik tas, kipas, tempat tisu, dll. Akar wangi juga bisa digunakan sebagai aroma terapi dan pengharum lemari pakaian. Akar wangi memiliki beberapa anak rumpun dalam satu rumpun indukan yang dapat dijadikan bibit. Tanaman akar wangi mempunyai panjang mencapai 1,5 – 2 meter dengan ciri khas, yakni daunnya sedikit kaku, berwarna hijau dengan panjang daun 75-100 cm.

Penyiapan Lahan dan Penanaman

Pertama-tama bersihkan lahan dari gulma dan beri pupuk kandang/kompos dan diamkan selama 1-2 minggu. Selanjutnya cangkulatau bajak agar tanah menjadi gemur. Buat lubang tanam pada lahan yang sudah siap dengan ukuran 20x20x20 cm. Jarak tanam disesuaikan pada kesuburan dan kemiringan lahan. Jarak di buat 60×20 atau 50×100 cm untuk kemiringan 15-30%. Masukkan bibit pada lubang yang sudah dibuat.

Pemeliharaan

Pemeliharaannya cukup mudah hanya saat awal-awal saja dilakukan pengecekan dan penyiangan. Penyiraman hanya diperlukan setiap hari selama 2 minggu setelah masa tanam agar akar cepat tumbuh dan menempel pada tanah. Apabila ada tanaman yang mati segera lakukan penyulaman,tetapi penyulaman tidak boleh lebih dari 2 minggu setelah masa tanam. Kematian bisa dicegah dengan pelmilihan bibit yang baik, janganmenanam bibit sobekan dari bonggol yang ditanam langsung atau anakan tanpa akar. Pemupukan lanjut tidak diperlukan, cukup dari proses pengolahan tanah saja. Sedangkan untuk pemanenan tidak diberikan batasan, akan tetapi biasanya dipanen 4 bulan sekali, bisaserentak maupun berkala.

Pemrosesan lanjut

Panen dilakukan dengan mencabut akar wangi dari tanah. Pisahkan bonggol dengan bagian akar wangi. Selanjutnya bonggol dicuci dalam air mengalir kemudian dikibaskan/dikeprik agar tanah bisa lepas dari akar. Tiriskan hingga kerig lalu dijemur supaya awet. Penjemuran dilakukan dari jam 09.00-14.00 dengan posisi akar wangi diatas tatakan bambu agar mudah tiris danselanjutnya dibolak-balik 2-3 kali dengan masa penjeuran sekitar 2 hari lebih sampai benar-benar kering. Jika kadar air sudah tinggal 15% maka siap diangkat. Bila ingin dijadikan minyak maka pengeringan jangan tertalu lama. Simpan ditempat yang teduh besuhu ruangan. Sebelum di suling, akar wangi harus dirajang dulu supaya akar mudah mengeluarkan minyak.

Tinggalkan komentar