Menanam Pohon Atau Tanaman Sirih

Pohon atau tTanaman Sirih (Piper Betle) dikenal juga dengan sireh, suruh, atau sedah. Tanaman ini mempunyai khasiat obat dan memiliki manfaat terhadap kesehatan. Dan sirih telah digunakan sejak zaman nenek moyang, baik sebagai obat maupun sebagai konsumsi rutin setiap hari (di beberapa daerah dikenal dengan kebiasaan ” nyirih “).

Daun sirih berkhasiat sebagai obat jerawat, obat diare, obat batuk, obat bronchitis, obat luka bakar, obat bisul, obat sariawan, obat keputihan, mengurangi air ASI berlebih, mengatasi mata merah dan gatal, mengobati pendarahan pada hidung / mimisan, menghilangkan bau badan, menghilangkan aroma kurang sedap pada mulut

Tanaman ini tumbuh memanjat setinggi 5-15 m dengan helaian daun berbentuk bulat telur. Bunganya berbentuk bulir di ujung cabang. Panjang bulirnya 2,5-6 cm. Bijinya membentuk lingkaran.

Ada banyak jenis tanaman, antara lain :
1. Sirih Jawa, daunnya lebih lembut, baunya kurang tajam, warnanya hijau rumput
2. Sirih Belanda, daunnya besar, warna hijau tua, rasa dan baunya tajam dan pedas
3. Sirih cengkeh, daunnya kecil berwarna kuning, rasa seperti cengkeh
4. Sirih Merah, daunnya berlendir, berasa pahit dan beraroma khas sirih dengan warna daun bagian atas hijau bercorak warna putih keabu-abuan sedang bagian bawah daun berwarna merah hati cerah
5. Sirih Kuning
6. Sirih Hitam
7. Sirih Raja

Sirih tersebar di Indonesia dalam skala yang tidak terlalu luas. Tanaman ini tumbuh di ketinggian sampai 300 m dpl serta tumbuh liar di hutan jati dan hutan hujan.

Cara budidaya tanaman sirih

Perbanyakan tanaman menggunakan sulur. Turus diambil dari sulur di bagian ujung atas sepanjang 40-50 cm.Untuk pertumbuhannya, sirih memerlukan sandaran pohon hidup, seperti dadap, kapuk randu, kelor, waru atau gamal.

Pohon sandaran ditanam pada musim hujan sebelum menanam sirih, dengan jarak 1,5 m.Tiap dua baris dibuat selokan atau parit untuk mengalirkan air karena sirih tidak tahan terhadap tanah yang terlalu basah.Selokan digunakan juga untuk mengairi sirih di musim kemarau.Bila sandaran sudah berakar baik, pada permulaan musim hujan dibuat lubang di sekitar sandaran.

Turus ditanam sepanjang dua buku dan sisanya diikatkan pada tiang sandaran. Cara lain ialah dengan memotong sulur panjang yang sudah dewasa pada pangkalnya, daun dihilangkan kemudian sulur dibagi 3 atau 4 bagian dan ditanam secara mendatar. Setelah turus berakar, cukup tiga sulur saja yang dibiarkan tumbuh dan dipanjatkan di atas.

Pemeliharaan yang baik menyebabkan sirih akan bertahan selama bertahun-tahun dengan tetap memberikan hasil yang baik. Dari ketiak daun akan tumbuh cabang dan ranting yang menggantung, bagian itulah yang akan dipanen.

Bila tanaman telah terkena cahaya matahari, warna akan berubah menjadi kuning kehijauan dan bila dikunyah terasa lebih pedas.

Sirih yang tumbuh di tempat teduh, daunnya berbentuk panjang, lemas, berwarna hijau segar, dan tidak begitu pedas. Di samping cahaya matahari, macam pupuk juga mempengaruhi rasa daun. Dianjurkan menggunakan pupuk kotoran ayam yang sifatnya dingin dan daun yang dihasilkan berwarna kuning muda. Jika digunakan pupuk kotoran kuda, sapi, atau kerbau, daunnya berwarna kuning tua.

Bila tanaman telah berumur satu tahun, dapat mulai dipanen, produksi tertinggi akan diperoleh bila sirih telah mencapai ujung sandaran. Bagian yang dipanen adalah daun yang berasal dari sulur yang menggantung sebanyak 3 atau 4 ruas. Panen dilakukan pagi sekali, ketika daun masih segar.

Sulur yang telah dipanen diikat dan dikemas dalam keranjang atau dengan memetik daun dari sulur kemudian tiap 25 lembar diikat menjadi satu.Untuk dikirim ke daerah lain, daun dibungkus dengan daun atau pelepah pisang.

Demikian cara menanan daun sirih yang dapat Anda terapkan di rumah. Menanam tanaman obat merupakan salah satu bentuk kecintaan Anda kepada alam. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda.

Tinggalkan komentar