Mencegah Leptospirosis

Musim hujan telah tiba. Bahaya banjir mengancam. Ada berbagai penyakit yang dapat dipicu oleh adanya banjir. Salah satunya adalah penyakit leptospirosis. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri berbentuk spiral bernama Leptospira sp. Bakteri ini dapat hidup dalam air tawar sekitar 1 bulan. Namun, dalam air selokan, air laut dan air kemih (urin), bakteri itu malah cepat mati. Bakteri leptospira biasanya masuk ke tubuh manusia melalui selaput lendir di mata, hidung, kulit yang terluka (lecet), atau makan dari makanan yang terkontaminasi urin (kencing) hewan yang terinfeksi leptospirosis.

Hewan juga dapat terkena Leptospirosis. Sumber penyebaran bakteri Leptospirosa sp melalui urine hewan yang terinfeksi. Cairan urine hewan yang terinfeksi akan mengandung bakteri yang mampu bertahan antara 1 minggu sampai hitungan bulan meski berada di air atau tanah.

Gejala

  1. Demam atau panas tinggi, menggigil.
  2. Sakit kepala.
  3. Lesu, lemah.
  4. Muntah-muntah.
  5. Radang mata (tampak kemerahan).
  6. Nyeri otot betis dan punggung.

Komplikasi

Selain gejala di atas, jika terjadi komplikasi pada beberapa bagian tubuh berikut ini akan muncul gejala tambahan, di antaranya adalah:

  1. Komplikasi hati. Kulit tampak kekuningan pada hari ke-4 sampai ke-6.
  2. Komplikais jantung. Jantung berdebar tidak teratur, jantung membengkak, dan gagal jantung yang dapat menyebabkan kematian mendadak.
  3. Komplikasi paru-paru. Timbul batuk darah, nyeri dada, dan sesak napas.
  4. Komplikasi pada ibu hamil. Dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir cacat dan meninggal, atau lahir prematur.
  5. Komplikasi pada pembuluh darah di organ dalam (ginjal, saluran pernapasan, dan saluran genitalia). Dapat terjadi perdarahan.

Penanganan

Pada gejala dini, pengobatan dengan antibiotik sudah membantu. Tetapi jika sudah terjadi komplikasi, maka angka kematian bisa mencapai 20%. Oleh sebab itu, apabila muncul gejala seperti di atas dan ada kemungkinan lingkungan Anda rentan terhadap bakteri leptospira, segera periksa ke dokter dan jelaskan gejala tersebut.

Pencegahan

  1. Biasakan berperilaku hidup bersih dan sehat.
  2. Simpan makanan dan minuman dengan baik, agar terhindar dari tikus (yang membawa bakteri tersebut).
  3. Selalu bersihkan botol atau kaleng minuman sebelum berkontak dengan mulut atau sedotan, yang memungkinkan bakteri masuk ke tubuh.
  4. Cuci tangan dengan sabun sebelum makan.
  5. Cuci tangan, kaki serta bagian tubuh lain dengan sabun setelah terkena banjir.
  6. Jaga kebersihan lingkungan.
  7. Sediakan dan tutup rapat tempat sampah.
  8. Bersihkan tempat air dan kolam renang secara rutin.
  9. Hindari adanya tikus dalam rumah atau gedung.
  10. Bersihkan tempat-tempat yang kemungkinan tercemar oleh tikus dengan desinfektan.

Semoga bermanfaat

Tinggalkan komentar