Mengatasi dan Mengobati Phobia

Phobia merupakan gangguan pada manusia berupa rasa takut yang berlebihan. Ketakutan yang dialami penderitanya dapat berasal dari berbagai macam hal. Ada orang yang takut pada ketinggian, hewan, kegalapan, warna, bahkan pada balon.

Berikut akan diulas cara-cara untuk mengatasi phobia. Namun, Anda perlu bimbingan psikolog untuk melakukan teknik-teknik penyembuhan ini.

Cara Mengatasi Phobia

1. Hipnoterapi

Teknik ini dilakukan dengan cara pemberian sugesti-sugesti pada penderita agar hilang rasa takutnya.

2. Flooding

Teknik ini dilakukan dengan cara ekstrim. Meskipun demikian teknik ini tidak berbahaya. Penderita phobia yang takut dengan kucing misalnya, dimasukkan ke dalam ruangan dengan beberapa ekor kucing hingga ia tidak ketakutan lagi.

3. Desentisisasi Sistematis

Misalnya pada penderita kucing, pada teknik ini penderitanya akan disuruh relaks dan membayangkan berada di tempat cagar alam yang indah yang mana si penderita didatangi oleh kucing-kucing yang lucu.

4. Abreaksi

Masih mengambil permisalan penderita phobia kucing, pada teknik ini ia akan dibiasakan terlebih dahulu untuk melihat gambar atau film tentang kucing, bila sudah dapat tenang baru kemudian dilanjutkan dengan melihat objek yang sesungguhnya dari jauh dan semakin dekat perlahan-lahan. Bila tidak ada halangan maka dapat dilanjutkan dengan memegang kucing dan bila phobia-nya hilang mereka akan dapat bermain-main dengan kucing.

5. Reframing

Penderita phobia disuruh membayangkan kembali masa lalunya ketika ia pertama kali mengalami phobia. Setelah ingatan penderita berhasil diarahkan ke tempat itu, ia lalu diminta untuk membayangkan suatu manusia baru yang tidak takut lagi pada phobia-nya.

Ingat, lakukan teknik-teknik ini di bawah bimbingan seorang psikolog. Semoga informasi ini bermanfaat.

Satu pemikiran pada “Mengatasi dan Mengobati Phobia”

  1. Saya takut kucing, tp pcr saya sangat menyukai kucing dan lama kelamaan saya jd ingin juga menyukai kucing, lalu saya d anjurkan untuk merawat kucing yang d beri oleh pcr saya. Saya selalu merasa bersalah kpd kucing itu krna saya selalu menghindarinya dan ogah dekat” dengan dia. Apa yg hrus saya lakukan???????

    Balas

Tinggalkan komentar