Mengetahui Tanda-Tanda Kelahiran

Pengetahuan tentang tanda-tanda kelahiran penting bagi ibu hamil agar mereka dapat segera mengambil tindakan yang tepat untuk menjalani proses persalinan. Misalnya dengan segera mendatangi rumah sakit atau tenaga kesehatan lainnya yang menangani bidang persalinan.

Tanda-tanda akan melahirkan dapat dirasakan ibu hamil dalam waktu beberapa jam atau beberapa hari sebelum proses persalinan. Bukan hanya ibu, sebaiknya sang ayah juga memiliki pengetahuan tentang tanda-tanda kelahiran. Apa saja tanda-tandanya? Simak uraian berikut.

1. Adanya rasa nyeri pada bagian selangkangan

Nyeri di bagian selangkangan pada ibu hamil terjadi akibat adanya tekanan dari posisi kepala janin yang sudah mulai turun ke bawah. Biasanya nyeri di selangkangan ini diikuti juga dengan rasa sakit di perut.

2. Adanya rasa sakit pada panggul dan tulang belakang

Rasa sakit di bagian panggul dan tulang belakang pada ibu hamil terjadi karena pergeseran dan pergerakan janin yang sudah mulai menekan tulang belakang.

3. Keluarnya lendir kental bercampur darah

Saat dalam kandungan, janin tersumbat di dalam rahim oleh mucus. Mucus merupakan gumpalan lendir yang lengket pada leher rahim. Ketika janin akan mulai lahir, cervix mulai terbuka dan penampakan dari darah dan mucus mulai keluar. Apabila lendir mucus dan darah sudah keluar, tidak lama lagi ibu hamil akan segera melahirkan.

4. Kontraksi

Kontraksi dimulai dengan rasa sakit di punggung bawah yang kemudian akan bergeser di bagian bawah perut. Menurut pengalaman ibu yang pernah melahirkan, kontraksi berasa seperti mulas saat haid. Kontraksi awal muncul tiap 15-20 menit sekali. Selanjutnya kontraksi berangsur menguat menjadi lebih sering. Inilah masa terberat dalam proses melahirkan. Untuk mengatasinya, ibu hamil sebaiknya menarik nafas pendek-pendek namun cepat.

5. Pecahnya air ketuban

Ketika air ketuban mulai bocor, ibu hamil akan merasakan rembesan air atau bahkan semburan air. Penyebabnya tidak lain karena ada desakan atau tekanan dari kepala bayi pada mulut servix sehingga menyebabkan air ketuban pecah.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar