Menghilangkan Depresi

Depresi merupakan kondisi seseorang yang tertekan akibat permasalahan hidupnya. Depresi dapat berujung pada kematian bagi penderitanya jika tidak ditangani dengan baik. Sebaiknya, penderita depresi diperiksakan dan dirawat secara klinis. Akan tetapi, bukan berarti mereka tidak dapat melakukan apapun untuk meredakan depresi tersebut. Bila Anda merasa takut atau khawatir berlebihan atas masalah Anda, cobalah lakukan beberapa saran berikut ini.

1. Olahraga 30 Menit

Bukan hanya mental yang lelah, namun fisik penderita depresi akan merasa lelah. Olahraga akan menyegarkan pikiran dan meningkatkan mood. Itulah mengapa, penderita depresi dianjurkan untuk olahraga 30 menit setiap hari. Aktivitas olahraga akan meningkatkan serotonin dan endorfin pada otak yang menurunkan stres dan depresi. Tidak perlu olahraga yang berat, lakukan saja jogging dan jalan-jalan.

2. Baca Buku

Ternyata, membaca buku juga dapat menghilangkan depresi. Luangkan waktu Anda untuk membaca sekitar 10 halaman setiap hari. Buku yang Anda baca dapat berupa buku self-help tentang depresi, buku yang berkaitan dengan motivasi atau novel favorit Anda.

3. Pola Makan yang Sehat

Selain baik untuk kesehatan tubuh, makanan sehat juga baik kesehatan mental. Zat yang terdapat pada makanan yang tidak sehat dapat meningkatkan rasa stres dan memperburuk depresi. Hindari konsumsi alkohol dan makanan-makanan yang dapat memicu stres. Sebaliknya, makanlah buah dan sayur untuk membuat tubuh dan pikiran menjadi lebih bugar.

4. Cukup Tidur

Penuhilah kebutuhan tidur Anda, 7-8 jam setiap malam selama beberapa bulan. Orang yang merasa stres biasanya mengalami insomnia. Bila ini yang terjadi pada Anda, cobalah melakukan beberapa cara seperti meditasi sebelum tidur, membaca buku, dan lainnya untuk dapat tidur dengan cepat. Hindari kebiasaan begadang jika Anda mulai merasakan stres atau depresi.

5. Periksa Ke Psikiater

Penting bagi Anda untuk berkunjung ke psikiater bila Anda mengalami depresi. Sebab, depresi tidak dapat sembuh dengan sendirinya dan harus ditangani secara klinis.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar