Meyakinkan Orang Tua untuk Menikah Muda

Apakah kamu sudah punya keinginan untuk menikah? Pernah nggak melontarkan keinginan tersebut kepada orang tua? Pasti tanggapan setiap orang tua beragam. Ada yang menganggapnya bercanda, ada juga yang belum mengizinkan. Semua tergantung kamu juga sih, udah kelihatan siap atau belum untuk menjalani kerumitan rumah tangga.

Kalau orang tua mah nggak mungkin belum mengizinkan tanpa alasan. Orang tua lebih tau tentang diri kita dari pada kita sendiri. Jadi wajar sih kalau kamu belum diijinkan menikah untuk saat ini, tapi mungkin jika waktunya tepat ijin itu akan diberikan.

Tapi kalau kamu memang sudah punya keinginan yang kuat untuk menikah dan belum mendapat restu dari orang tua. Bisa coba beberapa cara berikut agar orang tua kamu mengizinkan.

 

Tunjukan Sikap Dewasa

soalkamar.com
soalkamar.com

Salah satu alasan kenapa orang tua tidak mengizinkan menikah adalah kita masih terlalu kekanak-kanakan. Tunjukkanlah sikap yang lebih dewasa di depan orang tua kita. Jangan sampai kamu mau menikah, tapi sikap yang kamu tunjukkan tidak mencerminkan bahwa diri kamu siap untuk menikah.

Pelajarilah bagaimana kehidupan yang akan kamu jalani setlah menikah. Mungkin dari ilmu baru tersebut sikap yang ada dalam diri kamu akan berubah menjadi lebih dewasa.

Memberikan Pengertian

christopherwitt.com
christopherwitt.com

Jika kamu sudah pernah membahas masalah pernikahan dengan orang tua, tapi hasilnya tidak diizinkan. Cobalah mengubah strategi, jangan langsung to the point ke masalah. Mulai dari hal-hal yang ringan dahulu. Sambil sedikit demi sedikit mengarahkan pembicaraan ke masalah pernikahan.

Berikan pengertian bahwa kamu ingin segera menikah. Kalau perlu buat sekalian visi dan misi kamu setelah menikah. Mungkin jika orang tua tau visi dan misi kamu, mereka akan berfikir bahwa kamu benar-benar serius ingin menikah.

Tunjukkan Bahwa Kamu Mampu

yangmuda.com
yangmuda.com

Orang tua biasanya nggak akan mengijinkan seorang anak menikah jika dianggap belum mampu. Contohnya seperti kamu masih kuliah, belum punya pekerjaan atau kamu itu anak yang malas.

Masak iya orang tua mengijinkan anaknya menikah kalau pendapatan aja belum punya. Pasti komentar pertama yang dilontarkan orang tua,”mau dikasih makan apa nanti istri kamu?”

Mulai benahi dulu diri sendiri, cari pendapatan yang bisa kamu tunjukkan pada orang tua. Kalau biasanya kamu malas-malasan di rumah, sekarang ubah kebiasaan itu.

Bersabar dan Konsisten

arifulamar.wordpress.com
arifulamar.wordpress.com

Setelah melakukan perbaikan diri, selanjutnya kamu harus bersabar. Bersabar untuk apa? Bersabar terus memperbaiki diri serta konsisten dengan apa yang sudah kamu lakukan.

Dengan bersabar dan selalu konsisten, orang tua kamu akan melihat bahwa kamu ternyata seirus. Sudah ada perubahan yang terlihat dan itu adalah perubahan yang baik. Tinggal bertanya lagi kepada orang tua apakah sudah diizinkan untuk menikah. Semoga dengan semua yang telah kamu lakukan, mereka akan menyetujui apa yang telah kamu rencanakan.

Berdoa

pzhgenggong.or.id
pzhgenggong.or.id

Ini jurus terakhir jika semua cara sudah kamu lakukan. Keputusan terakhir selalu ada di tangan Allah, kita cuma harus meminta saja. Berdoa itu termasuk salah satu usaha kita untuk meminta kepada Allah. Sebelum berdoa, luruskan niat dan maksimalkan usaha. Setelah berdoa, bertawakallah kepada Allah. Semoga Allah mengabulkan semua keinginan baik kamu, aamiin.

Satu pemikiran pada “Meyakinkan Orang Tua untuk Menikah Muda”

  1. Sebenarnya ini harus dihindari jika memang secara fisik maupun umur belum memenuhi syarat tetapi jika terjadi diluar dugaan maka jalan keluarnya adalah menikah. Jika saja pendidikan dari keluarga sangat menyentuh anak anak kita maka hal seperti ini tidak terjadi karena sangat merugikan anak baik kesehatan maupun mental serta fisik. Anak anak Indonesia seharusnya dengan era yang serba mudah seperti sekarang banyak media yang bisa dibaca serta bisa peka dengan lingkungan dan kemajuan. Masalah ini memang juga didasari faktor ekonomi dan banyak kasus terjadi wilayah pedesaan bahkan tidak dihiraukan atau diabaikan baik oleh lingkungan maupun pemerintah desa. Ini sangat rentan dengan tekanan ekonomi keluarga dan persoalan sosial lainya yang turut berpengaruh terhadap persoalan ini.

    Balas

Tinggalkan komentar