Menyimpan ASI yang Benar

Bukan hal asing lagi, seorang ibu menjadi wanita karir. Namun, kesibukan ibu yang begitu padat tidak seharusnya menjadi alasan untuk menghentikan pemberian ASI eksklusif. Ibu yang bekerja di luar rumah dapat menyimpan ASI untuk si kecil. dapat diperah untuk kemudian disimpan dan nanti diberikan kepada si kecil saat ibu tidak berada di rumah.

Wadah Penyimpanan ASI

Gunakan wadah penyimpanan ASI dari bahan gelas, stainless steel atau plastik. Ingat selalu untuk mencuci bersih wadah tersebut dengan air hangat. Apa lagi jika kondisi air di rumah Anda kurang baik.

Penyimpanan ASI yang diperah beresiko menurunkan kadar kandungan kekebalan. Penyimpanan ASI dengan memakai bahan dari gelas merupakan pilihan ideal. Sifat gelas tidak membuat kadar kandungan kekebalan (immunoglobulin) dan komponen lain tidak akan menempel pada dinding wadah penyimpan.

Jika Anda menggunakan wadah berbahan plastik, sebaiknya wadah tersebut tidak digunakan secara berulang karena bahan dasarnya buruk serta mudah bocor sehingga akan terkontaminasi. Komponen penting pada ASI kemungkinan juga akan menempel pada plastik sehingga nutrisi yang Anda berikan akan berkurang.

Cara Menyimpan ASI

  1. Jangan lupa cuci tangan sebelum menyiapkan ASI.
  2. Sebaiknya beri label pada tiap wadah, tanggal berapa dan jam berapa ASI dimasukkan.
  3. Untuk menghindari ASI terbuang, siapkan untuk satu kali penyajian per wadah.
  4. Simpan ASI di dalam freezer.
  5. Jika ingin menambahkan ASI yang baru Anda pompa ke wadah di dalam freezer yang belum terisi penuh, dinginkan dahulu ASI yang baru selama satu jam dalam kulkas. Setelah itu Anda dapat mencampurkannya dengan ASI yang sudah beku.

Batas Waktu Penyimpanan ASI

Jika Anda hanya meletakkannya pada suhu ruangan biasa, ASI dapat bertahan selama 8 jam
Jika Anda meletakkannya di dalam lemari es (suhu empat derajat), ASI dapat bertahan selama 2×24 jam.
Jika Anda meletakkannya di dalam freezer (suhu minus lima belas derajat) :
– Dalam freezer yang tidak terpisah dari kulkas dan sering dibuka, ASI dapat bertahan 3-4 bulan
– Dalam freezer yang terpisah dari kulkas, ASI dapat bertahan selama 6 bulan.

Sebagian ASI akan mengental dan melekat pada wadah ketika disimpan. Anda tidak diperkenankan mengocok-ngocok atau mengaduk susunya. Cukup goyang-goyangkan wadahnya hingga bagian yang melekat tadi menyatu.

Cara Mencairkan ASI yang Beku

1. Pilihlah ASI beku yang disimpan palig lama.
2. ASI beku tersebut harus ditempatkan di lemari es pendingin supaya mencair ( harus digunakan dalam 24 jam )
3. Wadah ASI tersebut kemudian dicelupkan ke dalam air hangat, hingga tercelup bagian penutupnya. Jangan mencairkan ASI pada suhu ruang, karena beresiko terkontaminasi bakteri. Apalagi mencairkannya dengan microwave. ASI yang sudah dihangatkan tidak boleh dikembalikan ke dalam lemari es.

Semoga bermanfaat.

Tinggalkan komentar