Jangan Percaya dengan 4 Mitos Seputar Pernikahan Ini

Pernikahan merupakan acara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilaksanakan oleh dua orang pasangan yang berlawanan jenis dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara norma agama, norma hukum, dan norma sosial.

Karena berbagai kondisi, di sekitar kita banyak disebar mitos-mitos seputar pernikahan yang kadang membuat nyali kita untuk menikah semakin menciut. Oleh karena itu, kami akan membahas mitos-mitos seputar pernikahan tersebut dan bagaimana cara mengatasinya.

Pernikahan dan perceraian

thepennyhoarder.com

Ada sebuah mitos dari Barat mengenai perceraian dalam pernikahan. Dikatakan bahwasannya setiap pernikahan itu berpotensi hingga 50% akan berakhir dengan perceraian.

Hal ini murni 100% hanyalah mitos belaka. Hal ini berasal dari proyeksi pada tahun 70-an yang mana ketika itu perceraian sudah dilegalkan secara hukum dan orang-orang pun mulai menggampangkan pernikahan dan berbuntut pada meningkatnya kasus perceraian pada masa itu. Untuk saat ini, justru tingkat perceraian sangatlah jauh apabila dibandingkan dengan masa itu.

Asal kamu bisa saling menjaga perasaan, pernikahan akan langgeng hingga tua seperti kakek-nenek kita.

Anak dalam keluarga

jurnalbidandiah.blogspot.com
jurnalbidandiah.blogspot.com

Ada yang bilang, apabila kamu sudah memiliki anak, ia akan lebih membuatmu dan pasanganmu mesra. Benarkah? Memang benar, anak akan menjadi sarana pendekat antar pasangan, dengan catatan apabila bisa saling bekerjasama. Namun, sayangnya justru ada beberapa kasus pasangan yang justru saling mementingkan egonya sendiri sehingga si anak malah membuat keduanya menjadi jauh.

Aturlah masing-masing jobdesk pasangan agar tetap tentram. Misalnya, tugas ayah adalah menidurkan bayi, sedang tugas ibu memandikan dan menyusui bayi. Terlepas dari semua itu, anak merupakan anugerah dari Tuhan yang harus dijaga.

Perasaan cinta

Cinta Pertama Mengalir dan Berjalan Secara Alami
wallpoper.com

Mitos mengatakan, setelah punya anak biasanya cinta pasangan kita akan semakin pudar, benarkah? Jawabannya, lagi-lagi bisa benar dan bisa juga tidak. Secara umum, bulan-bulan pertama merawat sang buah hati bisa dibilang sebagai masa-masa sensitif. Mengapa? Karena di masa ini pasangan sudah mulai jarang berhubungan suami-istri dan kerap terjadi kesalahpahaman, sehingga membuat kesan bahwa cinta pasangan sudah mulai pudar.

Khusus buat kamu, sebaiknya jangan sampai terjebak dengan masalah ini. Apabila sudah ada benih-benih kesalahpahaman, sebaiknya segera diluruskan dengan ngobrol santai, bila perlu, mulailah lagi romantisme sebagaimana dulu di awal pernikahan dengan bertamasya atau berhubungan intim. Khusus yang kedua ini, ia dikenal sebagai salah satu cara paling efektif untuk merekatkan kembali hubungan dengan pasangan.

Perbedaan dalam pernikahan

womenonit.com
womenonit.com

Ada mitos yang mengatakan bahwa perbedaan akan merusak hubungan suami-istri. Pernyataan ini ada benarnya, namun lebih banyak salahnya. Pada hakikatnya, bukanlah perbedaan yang merusak hubungan, akan tetapi cara menyikapi perbedaan tersebutlah yang membuat hubungan semakin renggang.

Di akhir-akhir masa bulan madu, biasanya kalian baru akan merasakan bahwa kalian itu memiliki perbedaan. Santai saja, kamu perlu menyikapi perbedaan yang ada dengan pasanganmu dengan tenang dan santai. Perbedaan-perbedaan yang ada dalam dirimu dan pasanganmu sebenarnya merupakan suatu hal yang harus saling melengkapi.

Perbedaan itu merupakan hal yang sangat normal dan terjadi pada setiap manusia. Apabila kamu mendapati pasanganmu ternyata memiliki kekurangan-kekurangan, maka sebenarnya kamu pun memiliki kekurangan juga. Solusinya adalah, diskusikan masalah ini dengan baik-baik dan saling mengingatkan agar tidak mengulangi kesalahan atau kebiasaan buruknya lagi. Semoga dengan pernikahanmu ini, kamu bisa menjadi sosok yang semakin sempurna di mata manusia dan di mata Tuhan.

Tinggalkan komentar