Yuk, Ketahui 10 Nama Malaikat Allah Beserta Tugasnya

NAMA MALAIKAT DAN TUGASNYA – Mengimani malaikat Allah merupakan rukun iman yang ke dua. Sudah sepantasnya kita semua sebagai seorang muslim perlu mengetahuinya.

Beberapa ayat di dalam Al Quran memaparkan mengenai keberadaan malaikat. Diantara ayat tersebut adalah :

“ Dan kepunyaan-Nya lah segala yang di langit dan di bumi dan malaikat-malaikat yang di sisi-Nya, mereka tiada mempunyai rasa angkuh untuk menyembah-Nya dan tiada (pula) mereka letih. Mereka selalu bertasbih malam dan siang tiada henti-hentinya.” (QS.  Al-Anbiya : 19-20)

“ Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa Dia kehendaki diantara hamba-hamba-Nya, yaitu “ Peringatkan-lah” olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku.” (QS. An Nahl : 2)

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai ( perintah ) Allah terhadap apa yang diperintahkanNya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang di perintahkan”. (QS. A-Tahrim : 6)

Memang ada banyak sekali malaikat-malaikat Allah. Namun setidaknya, ada sekitar 10 malaikat beserta tugasnya yang perlu diketahui oleh setiap muslim. Lantas, siapa nama-nama malaikat tersebut dan apa saja tugasnya? Yuk, simak penjelasannya berikut ini.

 

Malaikat Jibril AS

cintanasihat.wordpress.com
cintanasihat.wordpress.com

Tugas utama dari malaikat Jibril as adalah menyampaikan wahyu dari Allah kepada para Nabi dan RasulNya. Khusus kepada Nabi Muhammad SAW, Jibril as merupakan salah satu guru dan sahabat nabi yang selalu datang menghibur ketika beliau sedang bingung, sedih ataupun takut.

Hubungan Jibril as dengan Nabi Muhammad SAW sangatlah dekat. Suatu saat, kedua cucu Nabi Muhammad SAW, yakni Hasan dan Husain ra, sedang terkena suatu penyakit, maka Nabi Muhammad SAW pun terlihat gelisah.

Ketika itu, Jibril as pun mendatangi Nabi Muhammad SAW dan bertanya kepada beliau, “Ada apa gerangan, mengapa wajahmu terlihat sedih?”, maka nabi menjawab, “Hasan dan Husain sedang sakit”, maka malaikat Jibril as pun mengajarkan doa kepada Nabi Muhammad SAW supaya dua cucu kesayangannya itu sembuh.

Selain menyampaikan wahyu, malaikat Jibril juga bertugas sebagai penyambung hidayah ke dalam hati manusia dari Allah SWT. Beliaulah yang menaruh hidayah kepada para pemimpin untuk selalu berbuat adil dan beliau juga yang mencabutnya jika diperintahkan oleh Allah SWT.

Malaikat Mikail AS

Dipermudahkan Rezekinya
lancarrezeki.blogspot.com

Malaikat Mikail as bertugas menyebarkan rezeki yang sudah Allah tentukan untuk setiap makhluk-Nya. Bentuk rezeki yang diberikan sangatlah beragam, mulai dari harta, keselamatan. kesehatan dan lain-lain. Pada intinya, malaikat mikail as bertugas mengurus kesejahteraan makhluk-makhluk hidup ciptaan Allah.

Mikail adalah malaikat yang bertanggung jawab menyebarkan  rezeki di mana pun Allah ingin .

Mengenai malaikat Mikail ada sebuah ayat menerangkan sebagai berikut :

“Barang siapa yang menjadi musuh Allah dan malaikat-Nya , rasul-rasul-Nya, Jibril dan Mikail, maka sesungguhnya Allah adalah musuh orang-orang kafir .” ( QS. al Baqarah : 98 )

Wujud para malaikat telah digambarkan di dalam Al Qur’an ada yang memiliki sayap sebanyak 2, 3 dan 4, sebagaimana dalam surat Faathir 35:1 yang berbunyi:

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Qs. Faathir 35:1)

Malaikat Ridwan AS

salafiyunpad.wordpress.com
salafiyunpad.wordpress.com

Malaikat Ridwan merupakan satu diantara 10 malaikat yang harus diketahui. Malaikat Ridwan diberikan tugas oleh Allah sebagai penjaga pintu syurga. Sebenarnya, di dalam al-Quran sendiri tidak ada ayat yang menerangkan dengan jelas tentang malaikat penjaga syurga adalah malaikat Ridwan.

Begitu juga jika kita meneliti hadist-hadist sahih, tidak ada yang menyebutnya dengan jelas. Terkadang namanya juga disebut dengan “Rizvan” oleh orang-orang Persia, tajik, Pashto, urdu, pashmir, Punjabi dan bahasa lainya yang terpengaruh oleh bahasa Persia. Sedangkan orang perancis menyebutnya dengan nama “Redouane”.

Namun, saat ini nama dipakai sebaga nama maskulin oleh orang-orang arab atau orang muslim. Malaikat ridwan biasanya dikaitkan dengan malaikat malik. Hal ini disebabkan malaikat ridwan adalah penjaga syurga sedangkan malaikat malik sebalinya, ia bertugas sebagai penjaga neraka.

Apabila kita melakukan kajian tentang hadist hadist disana terdapat beberapa yang menjelaskan tentang nama dari malaikat ini, namun hadist-hadist tersebut adalah hadist yang kekuatanya dhoif sehingga tidak bisa dijadikan hukum. Berikut beberapa hadist yang menjelsakan  tentang malaikat ini:

“Tidak ada seorang muslim pun yang membaca Yasin sedang dia berada dalam sakaratul maut, maka tidaklah Malaikat Maut mencabut nyawanya sampai Ridwan penjaga surga memberinya minuman.”

“Allah Azza wa Jalla berfirman, “Wahai Ridwan, bukalah pintu-pintu surga.”

“Lalu saya berkata (di dalam surga), “Wahai Ridwan, punya siapa istana ini?”

“Rabbul Izzah Tabaraka wa Ta’ala memanggil Ridhwan dan dia adalah penjaga surga.”

Al Waahidy juga telah memberikan komentarnya mengenaik malaikat ini dengan panjang lebar di dalam kitabnya yang berjudul “Asbabun Nuzuul”. Dengan demikian periwayat hadist ini sangatlah lemah, bahkan beberapa ulama mengkategorikan hadist-hadist ini sebagai hadist Maudhu’at (hadis palsu), Abul Hasan Ali bin Muhammad bin ‘Iraaq al-Kinaani dalam kitabnya Tanziihu Asy-Syarii’ah Al-Marfuu’ah ‘anil Akhbaar Asy-Syanii’ah Al-Maudhuu’ah.

Tugas Malikat Ridwan

Malaikat Ridwan diberikan tugas oleh Allah untuk menjaga surga. Lebih jelasnya adalah menjaga surga dan penduduknya supaya merasa aman, tentram dan nyaman. Beliau pula yang akan menyambut orang-orang beriman saat mereka memasuki surga dengan ucapan selamat dan wajah yang berseri-seri. Semoga kita semua bisa memasuki surga Allah SWT.

Wujud Malaikat

Wujud malaikat telah dijelaskan di dalam kitab suci al-Quran, di dalam surat al Fatir Allah berfirman:

“Segala puji bagi Allah Pencipta langit dan bumi, Yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap, masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat. Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (Qs. Faathir 35:1)

Bahkan di dalam hadist disebutkan bahwa malaikat Jibril mempunyai sayap sebanyak 600 sayap, malaikat israfil memiliki sayap sebanyak 1200 dimana setiap sayapnya mempunyai kesamaan dengan 600 sayap malaikat jibril dam para malaikat Hamalat Al-‘Arsy mempunyai 2400 sayap dimana setiap sayapnya memiliki kesamaan dengan 1200 sayapnya malaikat israfil.

Sebagai manusia biasa kita tidak dapat melihat langsung wujud malaikat dengan kedua mata kita. Hal ini karena mata menusia diciptakan dari tanah liat yang kemudian diberikan bentuk oleh Allah subhanahu wa ta’ala sehingga kita tidak akan bisa melihat wujud asli dari para malaikat yang sejatinya Allah ciptakan dari cahaya.

Akan tetapi, jika kita menelaah hadist-hadist nabi, kita kan menjumpai bahwa Nabi Muhammad saw pernah melihat wujud asli dari malaikat Jibril.

Sifat-sifat dari para malaikat adalah mereka tidak bertambah tua ataupun bertambah muda, keadaan mereka akan selalu sama seperti pada saat mereka diciptakan hingga sekarang bahkan hingga hari kiamat kelak. Allah menciptakan malaikat dengan tugas-tugas tertentu seperti mengatur perniagaan rezeki, mengatur hujan, berdzikir menyebut nama Allah dan tugas-tugas khusus lainya.

Malaikat Malik AS

berjagajaga.wordpress.com
berjagajaga.wordpress.com

Malaikat Malik adalah pemimpin para malaikat penjaga dan penyiksa neraka. Jika digambarkan, dia merupakan sosok yang tegas dan tidak mempunyai rasa kasihan kepada para penduduk neraka sedikitpun.

Dikisahkan dalam surat Az-Zukhruf ayat 77 tentang percakapan antara para penduduk neraka dengan malaikat malik. Allah berfirman: “Mereka (penduduk neraka) berseru: “Hai Malik biarlah Tuhanmu membunuh kami saja”. Dia menjawab: “Kamu akan tetap tinggal (di neraka ini)”. (QS Az-Zukhruf : 77).

Malaikat Munkar dan Nakir AS

akhwatindonesia.net
akhwatindonesia.net

Malaikat Munkar dan Nakir bertugas untuk memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada orang-orang yang sudah meninggal di alam kubur. Adapun pertanyaan-pertanyaan yang akan ditanyakan kepada penghuni kubur adalah mengenai Tuhan, Rasul dan Agama.

Malaikat Raqib dan ‘Atid AS

akhwatindonesia.net
akhwatindonesia.net

Raqib dan ‘Atid bertugas untuk mencatat amal-amal kita semua. Baik itu berupa pikiran, perkataan, perbuatan bahkan isi hati. Oleh karena itu, kita semua harus benar-benar memperhatikan segala tindak-tanduk kita pribadi dalam segala situasi.

Sudah jelas dikatakan dalam Al Quran bahwa :

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah. Sesungguhnya Allah tidak merubah Keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.” (QS. Ar-Ra’d: 11).

Sekilas Tentang Malaikat Malik

Nabi Muhammad SAW pernah berjumpa dengan Malaikat Malik ketika sedang naik ke Sidrat al-Muntaha dimana beliau melihat sekilas pemandangan isi neraka dan siksaan macam apa yang ada di dalamnya.

Malaikat Malik berwajah seram dan memiliki tubuh besar. Malaikat ini juga tidak mengenal yang namanya kompromi.
Malaikat Malik memiliki suatu syaraf yang terletak diantara kedua bola matanya. Bila ia menatap bumi maka penghuni bumi akan mati tak bersisa.

Saking kejamnya Malaikat Malik, saat ia memandang neraka, maka penghuni neraka akan saling memakain sesamanya karena takut.

Dari sekian banyak Malaikat dan Tugas yang Allah berikan, Malaikat Malik ialah yang paling mengerikan dan merupakan pimpinan dari Malaikat Zabaniah di dalam Neraka.

Kisah Malaikat Malik dan Umat Nabi Muhammad SAW

Sudah menjadi pengetahuan umum kalau neraka adalah tempatnya para pendosa. Hanya saja ada pendosa yang kekal di neraka dan adapula yang hanya menetap untuk sementara sebelum akhirnya diangkat dan dimasukkan ke dalam surga.

Ada 2 jenis pendosa di dunia ini, yaitu orang kafir yang akan kekal di neraka dan orang beriman yang berdosa namun masih beriman kepada Allah SWT. Seperti apakah orang – orang ini akan dibawa ke neraka?.

Para manusia yang menjadikan Allah sebagai musuhnya akan dibawa ke dalam neraka. Wajah mereka berwarna hitam kelam dengan mata melotot dan mulut yang dikunci. Sesampainya mereka di depan pintu neraka, mereka disambut oleh Malaikat Zabaniyah yang membawa rantai dan belenggu.

Rantai tersebut lalu dimasukkan ke dalam mulut dan dikeluarkan dari dubur orang kafir tersebut sementara tangan kanan dimasukkan ke dalam dadanya. Tangan kiri orang kafir tersebut dibelenggu ke dalam leher dan dicabut dari bahunya.

Orang – orang kafir itu diikat dengan satu rantai yang bergandengan dengan setan. Kemudian mereka diseret sambil dipukuli oleh para malaikat dengan menggunakan gada besi.

Ketika orang kafir tersebut mau melarikan diri dari neraka, maka malaikat menarik dan mengembalikan mereka kembali ke dalam neraka seraya berkata “Rasakanlah siksaan neraka ini yang dulu pernah kamu dustakan:.

Fatimah RA bertanya kepada Nabi, “Ya Rasulullah, apakah engkau tidak bertanya tentang umatmu?”. Nabi Muhammad SAW berkata, “Para malaikat itu menggiring umatku ke neraka dengan wajahnya tetap putih (tidak hitam), maka mereka tidak melotot, mulut mereka tidak terkunci, mereka juga tidak digandengkan dengan setan, rantai dan belenggunya tidak diletakkan di atas mereka.”

Fathimah RA kembali bertanya kepada Nabi Muhammad SAW. “Ya Rasulullah, bagaimana para malaikat itu menuntun umat?” Rasulullah berkata, “Adapun orangtua dan anak muda, maka keduanya dipegang dengan jenggotnya. Sedangkan perempuan akan dipegang gulungan rambutnya dan ubun-ubunnya, maka banyak orang yang beruban dari umatku yang dicabut ubannya lalu dituntun ke neraka. Ia terus menjerit-jerit, ‘Aduh… masa mudaku, aduh… kelemahanku.’ Banyak dari kalangan umatku yang ditarik jenggotnya kemudian dituntun ke neraka, mereka menjerit-jerit, ‘Aduh… rasa maluku, aduh… kerusakan tutupku.’ Sehingga, umatku itu sampai di tempat malaikat Malik.”

Sewaktu Malaikat Malik melihat wujud mereka, ia bertanya pada malaikat yang bertugas membawa orang – orang ini, , “Siapa mereka, aku belum pernah melihat orang celaka yang sangat mengherankan ini, wajah mereka tidak hitam, sedangkan letak rantai dan belenggu di lehernya?” kemudian malaikat yang pembawa tersebut menjawab “Kami diperintahkan mendatangkan mereka dalam keadaan seperti ini”. Malaikat Malik lalu bertanya lagi pada mereka “Wahai orang yang celaka, siapa kalian?” Merekapun menjawab, “Kami adalah umat Muhammad SAW”.

Malaikat Izra’il AS

ummi-online.com
ummi-online.com

Malaikat Izrail as tugasnya adalah mencabut nyawa setiap makhluk jika waktu hidup di dunianya sudah habis. Semoga kita semua ketika dicabut nyawa oleh malaikat Izrail bisa mati dalam keadaan yang baik.

Ada sesuatu yang istimewa mengenai malaikat izra’il ini, sampai ada beberapa ayat Al Quran yang menjelaskan sebagai berikut :

“Malaikat maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa) mu akan mematikan kamu, kemudian kepada Tuhanmu lah kamu akan di kembalikan.” ( QS. al Sajdah : 11 )

“Sehingga ketika kematian akan mendatangi salah satu dari kalian , malaikat Kami mencabut nyawanya , dan mereka tidak pernah lalai dalam tugasnya.” ( QS. al An’am : 61 )

“Ketika utusan kami ( kematian ) tiba dan mencabut nyawa mereka, mereka berkata : ” Di mana sesembahan  yang biasa  kamu sembah selain Allah?”. ( QS. al A’raf : 37 )

Malaikat Israfil AS

erikosaparingga18.blogspot.com
erikosaparingga18.blogspot.com

Malaikat Israfil as diberi tugas oleh Allah SWT untuk meniup sangkakala yang menjadi pertanda bahwa dunia sudah kiamat. Jika sangkakala tersebut ditiupkan, maka seluruh makhluk yang masih ada di dunia akan dimatikan semuanya oleh Allah SWT, kecuali yang DIA kehendaki.

Penjelasan mengenai malaikat Israfil alaihissalam dalam Al Quran :

“Dan pada hari ketika sangkakala ditiup, maka mereka yang di langit dan orang-orang yang berada di bumi akan takut kecuali siapa yang dikehendaki Allah dan semua akan datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri”. ( QS. al Naml : 87 )

“Lalu Sangkakala akan ditiup ( tiupan kedua ) dan lihatlah ! seketika itu mereka akan keluar dari kuburnya( dalam keadaan hidup) menuju kepada Tuhannya”. ( QS. al Yasin : 51 )

“Pada hari itu mereka akan mengikuti (panggilan) penyeru ( Israfil ), tanpa berbelok-belok (membantah); dan semua suara tunduk merendah kepada Allah Yang maha Pemurah sehingga  kamu tidak akan mendengar apa pun kecuali suara lembut”. ( QS. al Ta -ha : 108 )

“Dengan patuh mereka  segera datang  kepada  penyeru itu ( Israfil ). Orang-orang kafir akan berkata :  Ini adalah hari yang sulit”. ( QS. al Qamar : 8 )

Mengenal lebih jauh Malaikat Malik AS, Sang Penjaga Pintu Neraka yang Kejam

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَيَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَّا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Artinya:  “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan kelmrgamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu, penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, yang keras, yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan(QS At Tahrim: 6).

Pasti kita tidak asing lagi mendengar bahwa penjaga pintu surga adalah malaikat Ridwan, maka dari itu kita pun juga perlu mengenal lebih banyak tentang malaikat Malik, seperti apa dia dan apa tugas detailnya selain dari menjaga pintu neraka?.

Penasarankan?  Yaudah langsung saja kita bahas dibawah ini, simak dengan seksama ya !!

Mengenal Malaikat Malik, Sang Penjaga Pintu Neraka, Baik dari Wujud dan Kisahnya

Banyak di kisahkan bahwa wujud malaikat Malik AS. malaikat malik memiliki kaki dan tangan yang jumlahnya dan rupanya pun sama dengan yang dimiliki oleh ahli neraka.

Tangan dan kaki yang dimiliki malaikat malik AS mempunyai kemampuan untuk duduk dan berdiri serta bisa merantai setiap orang yang diinginkannya dan kemudian membelenggunya.

Dikisahkan bahwa sebagian api sampai memakan api lainnya karena wujud malaikat Malik AS yang begitu menyeramkan hingga api saja merasa takut kepada malaikat malik.

Pernah Rasulullah SAW bertemu dengan Malik AS saat memutuskan untuk naik ke Sidrat al-Muntaha yakni di mana ada pandangan yang ditunjukkan sekilas tentang bagaimana kondisi di neraka dan penderitaan seperti apa saja yang dapat ditemukan di sana.

Sejak waktu itu jugalah malaikat Malik tidak pernah terlihat tersenyum. Selain wajahnya yang menyeramkan dan sangar karena menunjukkan suasana kemarahan, tubuhnya pun juga besar. Malaikat malik tidak mengenal yang namanya kompromi.

Pastinya jauh berbeda dari Malaikat Ridhwan, malaikat Malik memiliki pusat syaraf yang ada di antara kedua matanya dan jika sampai tatapannya menuju ke bumi, manusia yang menghuni bumi bisa lenyap tanpa ada sisanya.

Sebegitu menyeramkan dan kejamnya malaikat Malik AS hingga diketahui juga bahwa setiap penyiksaan yang dilakukan oleh malaikat Malik, tangannya ada yang mendirikan dan ada yang mendudukkan serta bisa mengikat dengan rantai para penghuni neraka.

Pada saat pandangannya menuju ke arah neraka, tidak heran kalau penghuninya bisa saling memakan satu sama lain saking takutnya terhadap malaikat penjaga neraka ini.

Dari sekian banyak wujud, sifat & tugas Malaikat Allah, malaikat Malik adalah yang paling mengerikan serta perlu diketahui bahwa malaikat Malik merupakan malaikat pemimpin dari

malaikat-malaikat Zabaniah di neraka.  Namanya Zabaniah karena apa yang mereka lakukan dapat dengan mudah menggunakan kaki seperti pada saat bekerja menggunakan tangan.

10 ribu orang kafir dapat diambil hanya dengan satu tangan oleh satu malaikat Zabaniah. Tak hanya itu saja, bahkan ada 40 ribu orang kafir yang bisa saja disiksa secara bersamaan dengan kedahsyatan dan kekuatan malaikat-malaikat tersebut.

Mereka ini memang diciptakan Allah, namun mereka diciptakan dengan tanpa adanya rasa kasih sayang sedikit pun. Ada salah satu malaikat yang selama empat puluh tahun berada di lautan api, namun mereka tidak dibahayakan secara langsung sebab cahaya yang dimiliki malaikat ini lebih dahsyat dari segala api yang ada di penjuru neraka.

Selain mengenal Malaikat Ridwan, sang penjaga pintu surga, kita juga perlu mengetahui siapa yang menjaga neraka. malaikat Malik memimpin sembilan belas penjaga neraka serta segala perintah Allah akan selalu dipatuhi oleh malaikat Malik AS.

Seperti yang telah difirmankan oleh Allah tentang Neraka Saqor, neraka ini adalah yang dapat membakar kulit manusia di mana ada 19 Zabaniah di atasnya dan tidak ada penjaga neraka lain yang Allah ciptakan selain malaikat.

Dengan begitu seramnya penjaga neraka dan bukan hanya suasana dan penderitaan di neraka saja yang mengerikan. Jadi, perlulah bagi kita orang-orang beriman untuk segera bertaubat dan selalu ingat kepada Allah swt dimanapun kita berada dengan kondisi apapun, setelah mengenal malaikat Malik, sang penjaga pintu neraka yang menyeramkan ini.

Mengenai Api Neraka Sendiri Ada 3 Fakta ini :

  1. Panas Api Neraka 70 Kali Api Dunia

Fakta pertama yakni api neraka panasnya 70 kali lipat dari api yang terdapat di dunia. Tidak bisa dibayangkan bagaimana pedihnya siksaan ketika kita terlempar ke dalam tempat ini.

Nyatanya api dunia saja begitu menyiksa tatkala kobarannya menyentuh bagian tubuh. Bagaimana pula dengan tingkat suhu panas yang mencapai 70 kali lipat dari api yang ada di dunia ini. Tentu sangat menyiksa. Hal ini dijelaskan dalan Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

Abu Hurairah ra. menyatakan bahwa Rasulullah  SAW bersabda yang artinya : ” Api yang biasa kalian nyalakan merupakan sebagian dari tujuh puluh bagian panasnya neraka jahanam”

“Ya Rasulullah, demi Allah sungguh api dunia ini benar-benar cukup panas,” ungkap para sahabat.

Nabi Muhammad SAW melanjutkan “Tetapi sungguh api neraka jahanam enampuluh sembilan kali lebih panas dibandingkan api dunia, yang masing-masing bagian sama panasnya dengan api di dunia” (Hadist Riwayat Bukhari, Muslim dan Tirmidzi)

  1. Panas Api Neraka Akibatkan Hitam dan Gelap

Nabi Muhammad SAW bersabda “Neraka dinyalakan selama seribu tahun hingga tampak merah. Lalu dinyalakan lagi selama seribu tahun sampai kelihatan putih. Kemudian dinyalakan selama seribu tahun sehingga terlihat hitam. Hingga sekarang neraka itu hitam dan gelap” (HR Tirmidzi).

  1. Tinggi Gejolak Api Neraka

Api neraka menyala-nyala hingga bunga apinya tinggi mencapai empat puluh tahun perjalanan. Abu Sa’id ra menyatakan, Muhammad SAW bersabda “Sungguh tinggi gejolak api neraka itu empat buah tembok yang tebal-tebal. Tinggi masing-masing tembok seperti perjalanan empat puluh tahun.” (HR. Tirmidzi).

Kisah Malaikat Jibril Bertemu dengan Nabi Muhammad

Jibril ‘alaihissalam adalah malaikat yang oleh Allah ditugaskan untuk menyampaikan wahyu kepada para nabi. Seluruh ajaran agama yang wajib diketahui oleh para nabi untuk disampaikan kepada umatnya, kalau tidak secara langsung disampaikan oleh Allah, maka akan diturunkan melalui malaikat Jibril.

Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam sendiri menerima wahyunya yang pertama melalui kabar dari Malaikat Jibril. Dalam berbagai keterangan, waktu itu dalam suatu malam, Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam sedang berkhalwat (menyendiri) di gua Hira.

Hal ini sudah menjadi kebiasaan beliau ketika itu untuk menghilangkan berbagai kegundahan di dalam hatinya dikarenakan menyaksikan banyaknya penyimpangan yang dilakukan oleh kaumnya seperti menyembah berhala, membunuh bayi-bayi perempuan, perang antar suku, dan lain sebagainya.

Tanpa beliau duga sebelumnya, datanglah Malaikat Jibril alaihissalam dan berkata, “Bergembiralah hai Muhammad, aku adalah Jibril dan engkau adalah utusan Allah untuk umat ini.” Setelah itu Jibril alaihissalam memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca. Alangkah terkejutnya perasaan beliau karena beliau tidak bisa membaca ataupun menulis. Karena itu, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Aku tidak bisa membaca.”

Belum selesai perasaan bingung Nabi Muhammad, lalu malaikat Jibril membekapnya dengan selimut yang biasa dipakainya untuk tidur, sehingga terasa sesak sekali. Berkali-kali malaikat Jibril melakukan hal tersebut sambil memerintahkan Nabi Muhammad untuk membaca. Tapi karena Nabi Muhammad memang benar-benar tidak bisa membaca, maka jawabannya tetap saja sama, “Aku tidak dapat membaca.”

Hal ini terjadi hingga tiga kali, sehingga akhirnya malaikat Jibril menyampaikan wahyu pertama kepada Nabi Muhammad yang menyatakannya sebagai nabi. Bunyi wahyu itu adalah:

“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan (makhluk). Yang telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah dan Tuhanmu itu Maha Pemurah. Yang mengajarkan tulis menulis dengan pena. Mengajar manusia apa-apa yang tidak diketahuinya.” (Qs. Al-Alaq: 1-5)

Jadi, tugas dari malaikat Jibril ialah untuk menyampaikan wahyu tersebut kepada Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam. Selanjutnya, dengan cara berangsur-angsur, Jibril menyampaikan pesan dari Allah subhanahu wa ta’ala kepada Rasulullah.

Sesudah wahyu pertama, agak lama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam tidak menerima wahyu. Padahal waktu itu beliau sangat membutuhkannya.

Keberadaan wahyu merupakan hal yang mendesak untuk memberikan dorongan kepada Nabi Muhammad ketika melihat kondisi kaumnya yang sangat terbelakang. Karenanya, seringkali Rasulullah pergi ke tempat sunyi, misalnya di atas gunung, hanya agar bisa bertemu malaikat Jibril dan mendengarkan wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala.

Pernah suatu ketika Rasulullah berjalan-jalan, dengan tidak sengaja terdengar ada suara dari langit. Begitu beliau menengadahkan wajahnya ke atas, ternyata yang tampak adalah malaikat Jibril alaihissalam. Ini adalah kali kedua malaikat Jibril menampakkan dirinya di hadapan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam. Kala itu tampak Jibril duduk di antara langit dan bumi. Antara percaya dan tidak, maka beliau cepat-cepat pulang ke rumahnya dan meminta kepada sang istri, Khadijah radiyallahu anha untuk diselimuti. Ketika itu jugalah, Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan wahyunya untuk yang kedua kali, yaitu:

“Hai orang yang berselimut! Bangunlah, lalu berilah peringatan! Agungkanlah Tuhanmu. Bersihkanlah pakaianmu. Tinggalkan perbuatan dosa. Janganlah memberi karena ingin memperoleh balasan yang lebih banyak. Dan bersabarlah terhadap segala tantangan untuk memenuhi perintah Tuhanmu.” (Qs. Al-Muddatstsir: 1-7)

Setelah kedua tersebut turun, selama kurang lebih 22 tahun, Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam dalam berbagai kesempatan menerima wahyu dari Allah subhanahu wa ta’ala. Sedangkan puncak dari wahyu yang diterima olehnya ialah:

“Pada hari ini Aku (Allah) telah menyempurnakan agama untukmu semua, dan Aku telah mencukupkan kenikmatan-Ku kepadamu semua dan Aku telah rela/ridha bahwa Islam itu sebagai agamamu semua.” (Qs. Al-Maidah: 3)

Selain datang berkunjung kepada Rasulullah untuk menyampaikan wahyu, malaikat Jibril juga pernah datang dengan wujud yang berbeda kepada para Sahabat Rasulullah. Hal tersebut terjadi sebagaimana diceritakan oleh Sahabat Umar ibn Khaththab radiyallahu anhu dalam Sahih Muslim:

“Suatu hari ketika kami duduk di dekat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, maka sekonyong-konyong nampaklah kepada kami seorang laki-laki yang memakai pakaian sangat putih dan berambut hitam. Tak terlihat padanya bekas (tanda-tanda) perjalanan dan tak seorang pun di antara kami yang mengenalnya, sehingga ia duduk di hadapan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam lalu disandarkan lututnya pada lutut Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam dan meletakkan tangannya di atas pangkuan Rasulullah kemudian berkata, “Hai Muhammad, terangkanlah padaku tentang Islam.” Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab, “Islam yaitu hendaklah engkau bersaksi bahwasanya Muhammad itu utusan-Nya. Hendaklah engkau mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, berpuasa pada bulan Ramadhan, dan hendaklah engkau mengerjakan haji ke Baitullah (Makkah) jika sudah kuasa menjalankannya.”

Orang asing tersebut kemudian mengatakan, “Engkau benar.” Maka kami heran, ia yang bertanya namun ia juga yang membenarkannya.

Maka orang itu bertanya lagi, “Terangkanlah kepadaku tentang iman.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Hendaklah engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, terhadap utusan-utusan-Nya, hari kiamat, dan beriman pula kepada takdir baik dan buruk.” Orang itu berkata, “Engkau benar.” Maka orang itu berkata lagi, “Terangkan kepadaku tentang ihsan.”

Jawab Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam, “Hendaklah engkau beribadah (mengabdi) kepada Allah, seakan-akan engkau melihat-Nya sekalipun engkau tak dapat melihat-Nya, maka sesungguhnya Ia melihat engkau.”

Kembali orang tadi bertanya, “Beritahukan padaku tentang hari kiamat.” Maka Rasulullah menjawab, “Orang yang ditanya tidak lebih mengetahui dari yang bertanya.” Orang itu selanjutnya bertanya lagi, “Terangkanlah padaku tentang tanda-tandanya”, maka Rasulullah pun menjawab, “Di antaranya, jika seorang hamba (budak) telah melahirkan tuan (majikan)nya. Dan jika engkau melihat orang yang tadinya miskin, berbaju compang-camping, sebagai penggembala kambing, sudah berubah menjadi orang yang mampu hingga berlomba-lomba dalam membangun bangunan yang megah.”

Kemudian orang itu pergi. Setelah aku diam sejenak, kemudian Rasulullah bersabda, “Wahai Umar, tahukah engkau siapakah yang bertanya tadi?” Aku menjawab, “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Dia itu adalah Jibril, dia datang untuk menerangkan agama.” (H.R. Muslim)

Dalam berbagai keterangan diceritakan bahwa nama lain dari malaikat ini adalah Ruhul Amin atau Ruhul Qudus.


Demikian penjelasan mengenai nama dan malaikat beserta tugasnya yang perlu diketahui oleh setiap muslim. Semoga bermanfaat ya. Sekian dan terima kasih.

Tinggalkan komentar