7 Tips Mencegah dan Mengobati Kanker Serviks

Kanker serviks atau kanker rahim merupakan penyakit kanker yang hanya menyerang kaum wanita. Gejala awalnya biasanya terdapat semacam luka di bagian organ reproduksi kewanitaan. Memang, pada awalnya kanker ini sulit terdeteksi karena menyerupai luka.

Gejala lainnya adalah masalah keputihan yang parah sampai memiliki aroma darah, pendarahan tidak wajar di luar masa menstruasi, pendarahan setelah berhubungan suami istri dan nyeri di panggul.

Buat para wanita, kamu harus mengetahui jenis penyakit kanker serviks atau kanker mulut rahim ini. Karena faktanya, kanker serviks merupakan jenis kanker yang paling banyak menyebabkan kematian di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri ada 15.000 kasus setiap tahunnya. Sedangkan untuk catatan kematiannya, terdapat satu orang yang meninggal setiap 2 menit karena penyakit ini di seluruh dunia.

Berdasarkan fakta yang telah disebutkan tadi, kamu perlu mengetahui bagaimana cara menangkal datangnya kanker serviks ini sejak dini. Berikut ini adalah upaya-upaya yang bisa kamu lakukan untuk mencegah datangnya kanker serviks.

Pengecekkan Secara Berkala

http://www.newsworks.org/
www.newsworks.org

Yang dimaksud pengecekkan di atas adalah tes papsmear. Tes ini dapat mengecek apakah kamu berisiko terkena kanker serviks atau tidak. Biasanya tes papsmear dilakukan setahun 3x atau 4 bulan sekali.

Pengecekkan ini berfungsi apabila kita sudah terdeteksi berpotensi terkena kanker serviks, langsung bisa diobati sebelum semakin parah.

Memakai Vaksin HPV

suntik burung puyuh
Keganasan virus yang menyebabkan kanker serviks tidak akan mengenal usia. Oleh karena itu, lakukan pencegahan dengan memanfaatkan vaksin HPV, terutama bagi kalangan pemudi. Karena, idealnya vaksin ini dipakai oleh para pemudi dengan usia berkisar 14-26 tahun.

Memakai vaksin HPV juga sangat membantu agar tubuh terlindung dari datangnya infeksi di rahim. Kamu bisa mendapatkannya di dokter kandungan dan sekaligus tanyakan bagaimana tips hidup sehat agar terhindar dari penyakit berbahaya ini.

Perlu diingat, bahwasannya pemakaian vaksin hanya efektif untuk pencegahan dan bukan pengobatan. So, jangan terlambat ya.

Tidak Bergonta-ganti Pasangan

pixabay.com
pixabay.com

Terkadang, masyarakat kita ini sangat mudah mengikuti budaya-budaya dari Barat tanpa memperdulikan apakah itu baik atau buruk. Salah satu kebiasaan buruk orang Barat yang diikuti oleh banyak masyarakat di Indonesia, terutama muda-mudi, adalah bergonta-ganti pasangan (untuk melakukan hubungan suami-istri).

Bergonta-ganti pasangan untuk hubungan ‘itu’ adalah cara paling mudah untuk tertular kanker serviks. Karena kita sendiri pun tidak tahu, apakah ‘lawan main’ kita sudah terkena virus HPV atau belum.

Maka, sebaiknya jauhi kebiasaan buruk tersebut dan kembalilah ke jalan yang benar. Pilihlah 1 pasangan hidup yang kamu nilai baik perangainya agar aman dan tentram.

Tidak Berpacaran

infobandung.co.id
infobandung.co.id

Pacaran pada hakikatnya adalah kegiatan untuk menuruti hawa nafsu. Dalam pacaran, perempuanlah yang akan sangat dirugikan.

Contohnya ketika terjadi hubungan suami istri (yang mana, inilah tingkatan puncak yang pasti akan kamu lakukan apabila masih melanjutkan pacaran, cepat atau lambat), yang rugi adalah perempuan. Kehormatan yang begitu berharga yang semestinya hanya diberikan kepada pria yang sah sebagai suami malah diberikan kepada pria yang belum tentu jelas masa depannya. Apabila dari hubungan itu si perempuan hamil, yang menanggung malu hanya si perempuan dan pasangan lelakinya bisa saja dengan mudah pergi meninggalkannya. Dan masih banyak lagi.

Selain kerugian di atas, berhubungan suami istri bukan pada umurnya juga memperbesar risiko terkena kanker serviks. Apabila kamu belum siap untuk menikah, sendirian tanpa pacar adalah lebih baik untukmu.

Sedangkan apabila kamu atau orang terdekatmu sudah terlanjur terkena kanker serviks, maka pilihan pengobatan konvensional adalah yang utama.

Kalau pengobatan di Indonesia, rata-rata masih menggunakan metode operasi dan radioterapi biasa. Efek samping yang didapatkan dari metode tersebut biasanya adalah infeksi di dalam organ tubuh seperti infeksi kandung kemih yang membuat penderitanya sedikit sulit buang air kecil.

Sedangkan bagi negara-negara yang memiliki teknologi yang lebih maju, biasanya mereka menyediakan cyrosurgial therapy, yang mana terapi ini dirancang untuk membasmi kanker tanpa berisiko sedikit pun. Tentu saja, penggunaan metode ini menelan biaya yang cukup besar.

Ada beberapa ramuan atau obat tradisional juga yang bisa kamu pakai untuk mengobati kanker rahim. Simak penjabarannya di bawah ini.

Ramuan Daun Sirsak

http://www.healthfitnessrevolution.com/
http://www.healthfitnessrevolution.com/

Daun sirsak sudah digunakan sebagai obat herbal berbagai macam penyakit sejak lama. Diantara kadar penyakit yang dapat diminimalisir oleh ramuan herbal daun sirsak adalah kanker serviks.

Cara pembuatannya sangat mudah, kamu hanya perlu menyiapkan 10 lembar daun sirsak muda yang sudah dicuci bersih. Kemudian daun sirsak tadi direbus pada air sekitar 500-600 ml atau sekitar 2 gelas standar. Biarkan rebusan daun sirsak mendidih sampai kadar air berkurang hingga setengahnya. Setelah matang, saring airnya dan kamu bisa meminumnya dalam keadaan hangat.

Jalani metode ini setiap hari selama 2 minggu yang dilanjutkan dengan pengecekkan lebih lanjut, apabila bisa berkurang, maka teruskan resep ini. Tapi apabila tidak ada perubahan, segera hubungi dokter ahli.

Ramuan Kunyit Putih

deherba.com
deherba.com

Tanaman obat yang memiliki nama latin Curcuma zedoria ini mempunyai banyak manfaat untuk kesembuhan berbagai macam penyakit, contohnya nyeri saat haid, keputihan, penurun demam dan berbagai macam gangguan pencernaan.

Menurut ilmu teknologi modern, terdapat 3 jenis kandungan aktif yang paling mendominasi yang ada di kunyit putih. Kandungan tersebut adalah antioksidan, anticurcumin dan ribosome inacting protein. Ketiga kandungan inilah yang berkhasiat menyembuhkan ragam penyakit tadi.

Penggunaan kunyit putih sebagai obat harus didampingi oleh pakar herbal agar tidak ada efek samping kepada penggunanya.

Ramuan Dedaunan Herbal

Daun pepaya
kertasvanilla.com

Ramuan ini terdiri dari beberapa jenis dedaunan herbal yaitu daun belimbing, daun pepaya muda, daun cermai muda, daun bayam merah serta wortel dan madu.

Siapkan bahan-bahan di atas masing-masing 5 lembar daun kecuali daun pepaya muda, karena cukup 1/2 lembar. Sedangkan wortelnya pilih yang seukuran 2 jari dan madunya cukup 1 sendok makan.

Kumpulkan semua bahan, kecuali madu, yang sudah dicuci ke dalam blender dan tambahkan 1 gelas air matang. Bahan-bahan tersebut kemudian diblender hingga halus. Saring air hasil blender-an tadi dan pindahkan ke dalam gelas. Tambahkan jamu tadi dengan sesendok madu dan jamu siap dikonsumsi. Minum jamu ini secara rutin 1x sehari.

 Apabila cara-cara diatas belum juga mengurangi kadar penyakit kanker serviks, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Barangkali kanker serviks yang diderita sudah cukup parah sehingga ramuan herbal belum cukup untuk mengatasinya.