5 Fakta Unik Penangkapan Labora Sitorus

Jika kamu menyimak berita akhir-akhir ini, kamu tentu tahu siapa Labora Sitorus. Dia adalah terpidana kasus pencucian uang dan pembalakan liar di Sorong, Papua. Labora ini termasuk terpidana yang sangat “licin”. Sehingga pihak kepolisian kesulitan dalam menangkap Labora.

Padahal Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Sorong sudah menetapan bahwa Labora dihukum selama dua tahun penjara dan uang denda sebesar Rp50 juta pada akhir 2013 atas kasusnya pembalakan hutan liar dan penimbunan bahan bakar minyak.

Sedangkan, kasus Labora mengenai tidak pidana pencucian uang tidak terbukti. Mabes Polri juga sudah memblokir sebanyak 60 rekening milik Labora. Rekening-rekening tersebut sebagian atas nama labora dan sebagian lagi atas nama orang lain.

Dari hasil penetapan hukuman dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Sorong, Kejaksaan Tinggi Papua kemudian melakukan banding. Atas banding tersebut diputuskan bahwa Labora divonis delapan tahun penjara dan denda sebesar Rp50 juta.

Vonis tersebut terbilang lebih berat dibandingkan vonis dari Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Sorong. Karena Kejaksaan Tinggi Papua menetapkan bahwa Labora juga terbukti melakukan tindakan pencucian uang.

Perlu Dua Regu untuk Sitorus

portalkbr.com

Seperti sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Labora tergolong sangat “licin” untuk ditangkap. Sehingga, pihak berwenang membentuk dua regu untuk bisa menangkapnya. Regu pertama dikirim dari Jakarta dan regu kedua dari Dirjen Lapas.

Meskipun sudah dibentuk dua regu untuk menangkap Labora, kedua regu tersebut perlu latihan khusus dan merancang strategi untuk menangkap Labora.

Strateginya adalah dengan membentuk regu pengalih untuk masuk rumah Labora di Kecamatan Tampak Garam, Sorong melalui pintu depan. Sedangkan tim utama lewat pintu samping.

Meskipun sudah dibentuk strategi sedemikian rupa, ternyata kedua tim tidak mampu menangkap Labora. Karena saat penggerebekan Labora tidak berada di lokasi.

Menurut petugas, Labora masih ada di sekitar rumahnya. Asumsi pertama adalah Labira bersembunyi di sekitar cottage-cottage dan asumsi kedua adalah kabur sekitar situ.

Upacara Adat dengan Kepala Suku untuk Labora

radarlampung.co.id

Berbagai cara dilakukan oleh tim gabungan antara petugas lapas dan kepolisian untuk meringkus Labora. Salah satu cara yang dilakukan adalah mengadakan upacara adat dengan kepala suku sebagai bentuk upacara perdamaian. Karena anak kepala suku setempat berkerja untuk Labora.

Ada Pasukan Lempar Batu di Rumah Labora

radarlampung.co.id

Ternyata, Labora juga masih memiliki banyak sekali pengikut. Hingga mereka rela menghadang pihak berwenang meringkus Labora di kediamannya. Sekitar 50 orang berusaha menghadang aparat gabungan meringkus Labora.

Mereka bersiap-siap membawa batu untuk melempari aparat gabungan tersebut. Tidak hanya itu saja, masih banyak orang yang berjaga-jaga di rumah Labora dengan membawa kayu gelondongan, serta rumahnya ditutupi truk kontainer sebagai benteng.

Memang sangat menyulitkan untuk menangkap polisi yang memiliki rekening gendut ini.

Labora Diduga Bersembunyi di Bunker

www.aktual.com

Kisah dramatis penangkapan labora untuk dipindahkan ke LP Cipinang, Jakarta belum berakhir. Warga setempat menduga bahwa Labora bersembunyi di ruang bawah tanah areal PT Rotua Kelurahan Tampa Garam, Sorong. Karena areal perusahaan tersebut diduga memiliki ruang bawah tanah.

Menyerahkan Diri Karena Kelaparan

www.tokohindonesia.com

Meskipun pasukan gabungan sudah berusaha menangkap labora, pasukan gabungan tersebut tidak berhasil menangkap tangan. Namun, pada akhirnya Laboora menyerahkan diri ke Kepolisian Resor Sorong, papua Barat. Pada pukul 03.00 WIT.

Alasan Labora menyerahkan diri adalah karena dia merasa terdesak dan kelaparan. Memang, semua akses untuk Labora sudah ditutup oleh pihak berwenang.

Tinggalkan komentar