Aktivitas-Aktivitas Pendidikan yang Ramah Otak untuk Anak Usia Dini

Dalam buku Pendidikan yang Patut dan Menyenangkan, pakar pendidikan karakter Ratna Megawangi menjelaskan aktivitas pendidikan yang ramah otak untuk anak tahap 1-2 tahun, 3-5 tahun, dan 6-8 tahun.

Aktivitas pendidikan anak usia 1 dan 2 tahun

http://littlewondersschool.com/
http://littlewondersschool.com/

Pada usia ini anak-anak paling utama belajar dengan menggunakan panca-inderanya (melihat, mendengar, mengecap, menciup, dan meraba). Anak-anak merespon  objek-objek yang bergerak di sekelilingnya. Anak-anak juga belajar dengan interaksi sosial dengan pengasuhnya, yaitu Anda orang tuanya.

Anak yang masih belum bisa berjalan akan lebih banyak menyerap dan belajar dari orang-orang di sekelilingnya. Penting bagi orang tua anak usia 1-2 tahun untuk banyak berbicara, bernyanyi, dan memberi  mainan yang bisa anak raba dan manipulasi.

Orang tua anak usia 1-2 tahun perlu menggendong anaknya untuk menunjukkan objek-objek  yang menarik di sekitarnya. Saat anak sudah bisa berjalan, anak lebih banyak menggunakan mainan dan bahasa dalam mempelajari lingkungannya.

Peran orang tua pada masa ini sangat penting untuk memberi perhatian yang hangat. Pada masa ini, anak membangun rasa percaya pada lingkungannya. Rasa percaya ini akan membuat anak merasa aman sehingga bebas mengeksplorasi. Kebebasan mengeksplorasi ini adalah fondasi dari rasa percaya dirinya.

Orang tua perlu sabar menghadapi anak-anak usia ini. Anak-anak usia 1-2 tahun sangat senang bereksperimen dengan hal-hal baru. Misalnya saja membanting mainan bahkan sampai merebut mainan anak lainnya.

Pada usia ini, anak-anak diberi kesempatan untuk mencoba sesuatu sehingga anak dapat belajar mandiri dan merasa mampu untuk melakukannya. Misalnya dengan membiarkan anak memakai bajunya sendiri walau memerlukan waktu yang lama.

Atau saat anak sudah bisa menggenggam benda, biarkan ia belajar makan sendiri walau akan sangat berantakan. Anak usia 1-2 tahun juga perlu belajar pergi  ke  toilet walau harus ditemani.

Orang tua tidak boleh mengkritik anak yang masih salah dalam melakukannya.

Bagi anak-anak usia 2 tahun yang sudah lancar dalam berbicara, anak perlu diberi buku-buku yang sederhana, gambar-gambar, puzzles, music dan menyanyi. Tujuannya adalah agar anak dapat mengekspresikan rasa ingin tahu dan merangsangnya untuk bertanya.

Anak juga perlu diberi waktu untuk melompat, berlari, dan menari. Orang tua perlu berulang-ulang mengatakan kata-kata baru dan membacakan buku dengan suara keras.

Aktivitas pendidikan anak usia 3-5 tahun

pendidikan anak usia  dini 3-5 tahun
giz-img.blogspot.com

Aktivitas untuk anak usia 3 tahun perlu menekankan pada penggunaan bahasa, aktivitas, dan gerak. Dalam hal gerak, anak-anak perlu ditekankan dalam melatih kemampuan motorik kasarnya.

Aktivitas yang dapat diberikan untuk menstimulus perkembangan anak usia 3 tahun adalah:

  • Bermain peran
  • Mainan beroda (yang bisa ditarik), alat-alat untuk memanjat, kotak-kotak yang bisa diisi dan dikosongkan
  • Balok-balok untuk rancang bangun dan puzzles
  • Kesempatan untuk berbicara dan mendengarkan cerita-cerita sederhana.

Begitu anak menginjak usia 4 tahun, ia akan lebih tertarik dengan aktivitas yang lebih beragam. Salah satunya adalah kegiatan motorik halus.

  • Menggunakan gunting, menggambar, dan menempel
  • Mainan edukatif yang melatih kemampuan berkreasi bentuk-bentuk objek, misalnya playdough
  • Memasak
  • Materi pelajaran yang melatih anak untuk berkonsentrasi dan mengingat, termasuk mengenal bentuk, warna, dan ukuran
  • Sudah mengerti konsep hitungan dan kemampuan memecahkan masalah

Setelah anak berusia 5 tahun, ia akan semakin tertarik dengan konsep-konsep yang lebih rumit. Anak juga mulai memiliki daya ingat yang bagus dan kemampuan motorik yang lebih sempurna.

  • Ketertarikan dengan aspek fungsional dari bahasa tertulis, sehingga anak ingin menuliskan namanya sendiri dan mengenal kata-kata yang mempunyai arti baginya. Misalnya saja seorang anak yang diajak orang tuanya pergi ke Taman Safari. Ia memaksa ibunya untukmengajarkan bagaimana cara menulis Taman Safari. Ia bisa menuliskannya walau belum bisa membaca. Seorang anak tertarik dengan tulisan yang bermakna bagi dirinya. Memberi lingkungan yang kaya dengan tulisan (buku-buku) dan poster dengan tulisan akan lebih efektif untuk merangsang kemampuan bahasa dan membaca anak daripada mengajarkan anak secara langsung membaca dan menulis.
  • Anak sudah mampu bekerja dalam kelompok dan sudah bisa berkonsentrasi untuk memperhatikan hal-hal yang menarik. Oleh karena itu, orang tua memperkenalkan huruf dan angka pada usia ini hanya ketika anak memiliki minat dan tertarik secara aktif. Misalnya saja dilakukan sambil bermain. Biarkan anak mengambil inisiatif sendiri untuk mengemukakan ketertarikannya.
  • Anak usia 4 dan 5 tahun sudah tertarik dengan dunia di luar lingkungan keluarganya. Oleh karena itu, anak-anak akan sangat gembira untuk diajak jalan-jalan dan melihat hal-hal yang baru.

Aktivitas untuk anak-anak usia 6-8 tahun

http://strichenschoolblog.typepad.co.uk/
http://strichenschoolblog.typepad.co.uk/

Umumnya anak-anak usia 6-8 lebih menyukai belajar secara aktif dengan melakukan pekerjaan atau percobaan yang konkret daripada hanya belajar sambil duduk. Anak akan lebih cepat memahami konsep matematika dengan menggunakan pengalaman yang melibatkan perhitungan. Misalnya dalam kegiatan bermain, memasak (seperti volume air waktu memasak), atau pertukangan (mengukur panjang, jumlah paku, dan berbagai aktivitas pertukangan lainnya).

Anak usia 6 tahun sudah menunjukkan kemampuan bahasa yang semakin canggih. Anak-anak semakin tertarik dengan permainan yang melibatkan peraturan, pengembangan konsep, dan pemecahan masalah.

Memasuki usia 7 tahun, anak semakin tertarik untuk menganalisis, mendengarkan pembicaraan orang lain, dan belajar mengembangkan kecakapan sosial untuk saling memberi.

Pada usia 8 tahun, anak tertarik pada masalah sosial. Anak akan tertarik untuk mempelajari corak kehidupan masyarakat lain yang berbeda.

Anak-anak usia 6-8 tahun banyak belajar pengalaman simbolik yang mereka peroleh dari buku-buku dan mendengarkan cerita. Walau begitu, pemahaman terhadap yang dibaca dan didengar masih tergantung pada pengalaman hidup mereka sendiri.

Oleh karena itu, aktivitas yang dilakukan harus kontekstual, yakni sesuai dengan kehidupan sehari-hari anak. Pada rentang usia ini, anak-anak sudah tertarik untuk menuliskan pengalaman dan imajinasinya.

  • Jika anak sudah bersekolah, pastikan guru memberi peluang ada anak untuk aktif dalam kegiatan di kelas. Bisa dengan menggunakan bahan-bahan ajaran ataupun dengan diskusi aktif. Misalnya saja guru melontarkan pertanyaan yang merangsang anak untuk berpikir dan memberikan usulan yang dapat menstimulus kemampuan anak.
  • Guru menyediakan berbagai macam kegiatan dan bahan-bahan ajaran agar anak memiliki kesempatan untuk memilih. Keragaman ini akan meningkatkan minat anak. Selain itu, kesempatan memilih akan meningkatkan rasa kemandirian dan kemampuan mengambil keputusan (decision making).
  • Memberikan beragam kegiatan baik secara kelompok maupun individual
  • Membantu dan mengarahkan anak yang masih belum mampu melakukan aktivitas, bukan menghukum anak yang belum bisa
  • Anak-anak memerlukan waktu untuk mengulang kembali apa yang telah dikuasainya. Hanya saja biarkan anak berinisiatif sendiri untuk mengulang apa yang sedang ia pelajari.

Tinggalkan komentar