Contoh Penggunaan Huruf Kapital yang Baik dan Benar

PENGGUNAAN HURUF KAPITAL – Huruf Kapital atau juga yang sering disebut huruf besar/capslock, sangat penting tugasnya dalam suatu penulisan dalam teks. Huruf kapital tentunya wajib dipahami secara mendalam.

Negara Indonesia dalam pemerintahnya sudah mempersiapkan buku Pedoman Umum Ejaan dalam Bahasa Indonesia. Hal ini membuat orang-orang jadi bisa belajar bahasa Indonesia dengan baik dan benar.

Penggunaan Huruf Kapital Sesuai Ejaan yang Disempurnakan/EYD

Penggunaan Huruf Kapital
si-pedia.com

Penggunaan huruf kapital bukan hanya sekedar menaruh huruf besar di sebuah awal kata saja. Tapi, penggunaan serta penulisannya juga harus sama dengan Ejaan yang telah Disempurnakan (EYD).

Dalam sebuah buku Pedoman Umum Ejaan dalam Bahasa Indonesia yang telah Disempurnakan tahun 2001. Telah dijelaskan ada beberapa aturan pemakaian dan tata cara penulisan suatu huruf kapital.

Adapun 5 aturan dalam penggunaan huruf kapital, sebagai berikut ini:

1. Dalam huruf pertama di sebuah kata pertama pada suatu kalimat.

Contoh :

  • Bulan penerang malam yang gelap gulita.
  • Tertawa adalah cara paling mudah menikmati hidup.

2. Dalam huruf pertama di sebuah kalimat petikan langsung.

Contoh :

  • Guru memarahiku sambil berkata, “Kenapa kamu yang tidak mengerjakan tugas?”.
  • Tiba-tiba wanita tersebut menghampiriku seraya bertanya, “Masih jomblo?”.

3. Dalam huruf pertama untuk sebutan/ungkapan yang berkaitan dengan Tuhan, kitab suci dan juga kata ganti dalam menyebut Tuhan.

Contoh :

  • Dialah Allah Yang Maha Bijaksana..
  • Ampunilah kami dari azab-Mu.

4. Untuk huruf pertama dalam menyebutkan suatu gelar kehormatan, keagamaan, dan keturunan.

Contoh :

  • Salah satu dari pahlawan kebanggaan negara Indonesia adalah Sultan Hasanudin.
  • Acara kultum akan dibawakan oleh Ustad Adi Hidayat, Lc, MA.

5. Untuk huruf pertama gelar atau sebutan, jabatan serta pangkat seseorang (hanya bisa diikuti oleh nama seseorang yang berkaitan. Bisa juga nama tersebut diubah dengan suatu nama instansi ataupun nama tersebut berasal).

Contoh :

  • Kasus korupsi telah menyeret nama seorang Gubernur dari Jawa Tengah.
  • Rektor dari Universitas Indonesia harus digantikan oleh wakilnya sementara disebabkan kondisi kesehatan Rektor kurang baik.

 

Itulah 5 contoh cara penempatan atau penggunaan huruf kapital. Contoh di atas hanya sebagian saja, pelajari lebih banyak contoh lainnya agar bisa menulis dengan baik dan benar.

Tinggalkan komentar