Perbedaan Limbah Organik dan Anorganik

 

Limbah merupakan buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik/rumah tangga. Di mana masyarakat tinggal, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. Ada sampah, ada air kakus (black water), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water).

Limbah padat lebih dikenal sebagai sampah, yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki nilai ekonomis.

Bila dilihat dari senyawa kimiawinya, limbah terdiri dari bahan kimia senyawa organik dan senyawa anorganik. Dengan konsentrasi dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah.

Lalu, apa pengertian dan perbedaan dari kedua jenis limbah organik dan anorganik tersebut?

Limbah Organik
savethatstuff.com

Limbah organik adalah limbah yang masih bisa diuraikan kembali oleh bakteri. Pada umumnya limbah atau sampah organik tersebut berasal dari sisa aktivitas manusia atau hewan yang bisa diuraikan. Contoh dari limbah organik adalah:

  1. Sisa-sisa makanan
  2. Dedaunan
  3. Kotoran manusia
  4. Kulit pohon
  5. Kulit telur
  6. Kotoran Hewan
Limbah Anorganik
teachkidsperu.blogspot.com

Sedangkan pengertian limbah anorganik adalah limbah atau sampah yang tidak bisa diuraikan kembali oleh dekomposer (bakteri). Contoh dari limbah anorganik adalah:

  1. Sampah plastik
  2. Sampah botol plastik
  3. Sampah kain
  4. Limbah pabrik
  5. Limbah minyak
  6. Sampah logam

Lalu perbedaannya adalah limbah organik mudah terurai sedangkan limbah anorganik tidak. Oleh karena itu, sebaiknya kita mengurangi pemakaian barang yang berpotensi menghasilkan limbah anorganik dan mendaur ulang limbah-limbah anorganik.

Semoga bermanfaat. 🙂

Tinggalkan komentar