Perjanjian Renville Beserta Sejarah, Latar Belakang, Dampak, dan Isinya

PERJANJIAN RENVILLE – Hai sobat satu jam! pada kesempatan ini kita akan membahas seputar sejarah yaitu mengenai perjanjian renville. Tahukah anda apa sejarah dan latar belakang dari perjanjian tersebut? Bagi anda yang belum tahu dan ingin mengetahuinya lebih lanjut, terus simak ulasan-ulasan sampai tuntas.

Nah, sebelum kita  membahas mengenai isi dan latar belakang perjanjian renville, setidaknya kita ketahui terlebih dahulu bagaimana sejarah perjanjian renville ini ada. Dan bagaimana cerita dari sejarahnya tersebut. Supaya lebih jelasnya, berikut cerita sejarah perjanjian renville.

Sejarah Perjanjian Renville

Perjanjian Renville
syuhada.net

Awl mula terjadinya perjanjian renville yaitu pada tanggal 17 Januari 1948. Perundingan tersebut dihadiri oleh 2 pihak negara, yaitu negara Indonesia dan negara Belanda. Dan perundingan tersebut dipertemukan dengan hasungan dan usulan dari  Dewan PBB (Persatuan Bangsa-bangsa) dan juga KTN (Komisi Tiga Negara).

Adapun pelaksanaan perundingan tersebut dilaksanakan di atas kapal perang USS pihak pasca agresi Belanda 1 serta menandatangani surat perjanjian yang akan dibuat. Kedua belah negara tersebut mengirimkan delegasinya masing-masing, sedangkan Indonesia mengirim delegasi yang dipimpin oleh Perdana Menteri Amir Syarifuddin. Adapun Belanda mengirim delegasinya yaitu  dipimpin oleh R. Abdulkadir Wijoyoatmodjo, seorang Indonesia yang lebih memihak bangsa Belanda.

Dengan mengajukannya Belanda delegasi dari Indonesia yaitu R. Abdulkadir Wijoyoatmodjo, maka hal tersebut  adalah siasat yang digunakan Belanda bahwa pertikaian/perkelahian antara bangsa Belanda dan Indonesia adalah pertikaian yang menjadi masalah dalam negeri Indonesia sendiri, bukan suatu masalah antar negara ataupun internasional.

Latar Belakang Perjanjian Renville

Perjanjian Renville
mondayreview.com

Belanda dengan para militer-militernya menyerang pasukan Indonesia menimbulkan  reaksi keras kepada pemerintah Indonesia atas kejadian penyerangan tersebut. Dengan aksi militer Belanda terhadap Indonesia yang disebut Agresi Militer belanda 1, adapun Belanda sendiri menyebutnya dengan aksi polisionil mampu menguasai beberapa kota, perkebunan, pelabuhan serta pabrik-pabrik.

Sebab itulah pemerintah Indonesia tidak terima dan protes kepada PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) atas penyerangan Belanda kepada Indonesia yang dimulai dari tanggal 21 Juli 1947 sampai 4 Agustus 1947. Setelah itu PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) mengadakan sidang atau musyawarah pada  tanggal 1 Agustus 1947 serta menyuruh kedua belah pihak untuk menghentikan baku tembak.

Selanjutnya pembentukan suatu komite dilakukan oleh Dewan Keamanan PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) sebagai penengah konflik antar kedua negara. Yang kemudian komite tersebut diberi nama KTN (Komisi Tiga Negara) yang mana ketiga negara tersebut adalah negara Australia yang dipilih Indonesia, negara Belgia yang dipilih Belanda, dan yang satunya adalah negara Amerika Serikat yang dipilih oleh kedua negara Australia dan Belgia.

Dan akhirnya kedua bela pihak tersebut berhasil dipertemukan oleh PBB (Persatuan Bangsa Bangsa) melalui KTN (Komisi Tiga Negara) yaitu untuk menjalani dan menyetujui akan suatu perjanjian. Kedua negara yaitu negara Indonesia dan Belanda menginginkan pertemuan tersebut dilaksanakan di suatu tempat yang netral atau tenang.

Sebab, kondisi saat itu masih sering terjadi tembak-menembak antara militer TNI Indonesia dengan militer Belanda. Yang akhirnya pertemuan tersebut dilaksanakan di kapal perang USS Renville, dari sebab itulah perjanjian tersebut diberi nama dengan perjanjian renville.

Naskah perjanjian yang dibuat akhirnya ditandatangani oleh kedua belah pihak pada tanggal 17 Januari 1948 dan diberi perjanjian tersebut diberi nama perjanjian renville.

Itulah hasil kesepakatan perjanjian yang telah disepakati kedua negara. Adapun isi dari perjanjian yang telah disepakati akan diuraikan pada penjelasan berikut.

Tokoh-tokoh Perjanjian Renville

Perjanjian Renville
doeloe.blogspot.co.id

Tokoh-tokoh atau delegasi-delegasi yang mengikuti rapat/perdebatan dalam perjanjian renville di kapal perang USS Renville, antara lain adalah;

Delegasi dari Republik Indonesia ;

  • Amir Syarifudin
  • Ali Sastroamijoyo
  •  Dr. Tjoa Sik Len
  • Moh. Roem
  • Haji Agus Salim
  • Narsun dan Ir. Juanda.

Adapun delegasi-delegasi yang Belanda kirim antara lain ;

  •  Abdulkadir Widjojoatmojo
  • Jhr. Van Vredeburgh
  • Dr. Soumokil
  • Pangeran Kartanagara dan Zulkarnain.

Wakil dari KTN (Komisi Tiga Negara);

  • Frank Graham dari Amerika Serikat
  • Richard Kirby dari Australia
  • Paul Van Zeeland dari Belgia

Delegasi-delegasi yang dikirim oleh Belanda kebanyakan tokoh-tokoh dari Republik Indonesia sendiri. Sehingga dengan itu, Belanda bisa memanfaatkannya untuk mengadu domba antara orang-orang Indonesia sendiri, supaya Indonesia lebih mudah untuk dikuasai.

Isi Perjanjian Renville yang Telah Disepakati

Perjanjian Renville
68.media.tumblr.com

Isi perjanjian yang sudah disepakati antara kedua belah pihak adalah;

1. Kedaulatan Belanda akan tetap ada dan diakui hingga terbentuk RIS ( Republik Indonesia Serikat).

2. Uni Indonesia Belanda tetap memiliki kedudukan dan derajat yang setara dengan RIS (Republik Indonesia Serikat).

3. Sebelum terbentuknya RIS (Republik Indonesia Serikat), Belanda bisa menyerahkan sementara kekuasaannya kepada Federal Pemerintah.

4. Republik Indonesia akan menjadi Negara bagian dari RIS

5. Seluruh TNI ataupun tentara militer Indonesia yang berada di luar negeri atau di Belanda harus segera pulang atau balik ke negara Indonesia.

Itulah isi dari perjanjian renville yang resmi dan disepakati oleh kedua belah pihak, yaitu negara Indonesia dan Belanda.

Dampak dari Perjanjian Renville

Dampak Perjanjian Renville
papuaweb.org

Dengan adanya perjanjian renville yang sudah disepakati tersebut, Indonesia mengalami dampak negative atau kerugian. Beberapa akibat yang dialami negara kita Indonesia, untuk lebih jelasnya berikut dampak-dampak dan akibat dari perjanjian renville ;

1. Bubarnya kabinet Amir Syarifuddin pada bulan Januari 1948 setelah menyepakati perjanjian tersebut. Karena banyak rakyat dan partai-partai yang menentang keras akan hal tersebut yang mengakibatkan kerugian bagi Indonesia.

2. Semakin berkurangnya wilayah kekuasaan wilayah Republik Indonesia. Yaitu entah di wilayah Jawa, Sumatera, dan beberapa daerah lain yang terpecah-pecah, yang mana daerah satu dengan daerah lain terpisahkan oleh daerah Belanda.

3. Selain kekuasaan yang hilang dan dimiliki oleh Belanda, perekonomian Republik Indonesia pun juga diblokade oleh negara Belanda.

4. Semua pasukan miter Indonesia yang berada di Belanda ataupun yang di luar Indonesia harus ditarik untuk kembali ke negaranya kembali.

Nah, itulah dampak-dampak yang dialami oleh Negara Republik Indonesia setelah menyetujui dan menyepakati perjanjian renville tersebut. Sekiranya sampai disini dulu penjelasan mengenai sejarah perjanjian renville beserta latar belakang, tokoh-tokoh delegasi, beserta isi perjanjian renville dan dampak dari itu semua.

Semoga bisa menambah pengetahuan untuk kita semua terutama  perjanjian renvile dan bisa bermanfaat untuk kita semua, wassalam.

 

Tinggalkan komentar