Sejarah Pithecanthropus Mojokertensis dan Ciri-cirinya

PITHECANTHROPUS MOJOKERTENSIS – Manusia purba merupakan manusia yang hidup di zaman prasejarah. Dimana zaman tersebut semuanya masih sangat sederhana, belum tersentuh teknologi seperti zaman sekarang. Semuanya masih sangat sederhana sampai cara bertahan hidup dan cara hidupnya pun masih bergantung pada alam seperti makan yang belum mengenal bumbu, tempat tinggal yang masih di hutan, dan lainnya.

Di Indonesia, manusia purba dibagi menjadi 3 bagian, yakni Meganthropus Paleojavanicus, Pithecanthropus, dan satu lagi yaitu Homo. Pada artikel ini, kita akan membahas tentang manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis. Sebenarnya Pithecanthropus masih dibagi menjadi 3 lagi. Yaitu Pithecanthropus Mojokertensis, Pithecanthropus Erectus, dan Pithecanthropus Soloensis.

Dari ke-3 Pithecanthropus tersebut, yang akan dibahas disini adalah Pithecanthropus Mojokertensis. Pembahasannya meliputi sejarah dan ciri-cirinya. Untuk lebih jelasnya, bisa simak pembahasan lebih lengkapnya.

Sejarah Pithecanthropus Mojokertensis

PITHECANTHROPUS MOJOKERTENSIS
Sumber: slideshare.com

Pada tahun 1939 seorang ilmuwan yang bernama Von Koenigswald menemukan sebuah fosil tengkorak anak-anak di sekitar Mojokerto. Menurutnya, fosil tersebut merupakan tengkorak dari manusia yang berumur masih 5-6 tahun. Keputusan tersebut tidak sembarang mengambil keputusan, melainkan sudah diteliti terlebih dahulu.

Pada tahun-tahun selanjutnya, ilmuwan tersebut menemukan fosil kembali di wilayah lembah sungai Bengawan Solo. Penemuan fosil dari tahun ke tahun semakin banyak, akhirnya ilmuwan tersebut membaginya menjadi 3, pembagiannya berdasarkan dengan lapisan dilluvium lembah sungai Bengawan Solo.

Lapisan tersebut yaitu lapisan jetis/Pleistosen Bawah, Lapisan Trinil/Pleistosen Tengah, dan Lapisan Ngandong/Pleistosen Atas. Berdasarkan lapisan tersebut, Pithecanthropus termasuk ke dalam Lapisan Trinil. Pada lapisan tersebut memiliki ciri-ciri tubuh kuat dan besar.

Karena memiliki tubuh yang kuat dan besar maka ilmuwan tersebut menamainya Pithcanthropus Robustus. Di lapisan Jetis, Homo Mojokertensis tinggal, oleh karena itu makhluk tersebut dinamakan Pithcanthropus Mojokertensis.

Ciri-ciri Pithecanthropus Mojokertensis

PITHECANTHROPUS MOJOKERTENSIS
Sumber: eyuana.com

Pada pembahasan di atas adalah sedikit pembahasan tentang sejarah dari Pithecanthropus Mojokertensis, selanjutnya adalah pembahasan tentang ciri-ciri manusia purba jenis ini. Ciri-cirinya yaitu.

  • Mempunyai badan tegap.
  • Mempunyai tinggi badan antara 165 sampai dengan 180 cm.
  • Mempunyai tulang raham dan juga gigi geraham.
  • Mempunyai kening yang menonjol.
  • Tidak mempunyai dagu.
  • Volume otak antara 750 sampai 1.300 cc, yang menandakan belum sempurna.
  • Mempunyai tulang tengkorak bagian atap yang melonjong.
  • Mempunyai alat untuk pengunyah dan juga sudah makan segalanya.
  • Otak tengkuknya kecil.

Demikian pembahasan tentang sejarah dan ciri-ciri Pithecanthropus Mojokertensis, namun perlu digaris bawahi bahwa banyak kesamaan antara jenis Pithecanthropus yang satu dengan lainnya.