6 Pohon yang Menjadi Saksi Sejarah dalam Peristiwa Penting Manusia

Bicara soal sejarah, cerita muncul karena ada penuturan dari orang-orang yang menyaksikan langsung peristiwa sejarah, atau biasa disebut dengan saksi sejarah.

Tapi ternyata saksi sejarah bukan hanya manusia lho, ada beberapa pohon yang diduga menjadi saksi sejarah dari peristiwa penting dalam sejarah manusia.

Pohon apa saja yang menjadi saksi sejarah itu, berikut ini adalah 6 pohon yang menjadi saksi sejarah dalam peristiwa besar sejarah manusia.

Pohon Sahabi

jaditahukan.wordpress.com

Bukan sembarang pohon, pohon ini menjadi saksi sejarah dari manusia paling mulia Nabi Muhammad SAW. Itu berarti pohon ini sudah berusia lebih dari satu milenium.

Pohon ini diceritakan dalam tiga manuskrip kuno karangan Ibn Hisham, Ibn Sa’d al-Baghdadi, dan Muhammad Ibn Jarir al-Tabari. Dikisahkan bahwa pendeta Bahira bertemu dengan Muhammad kecil.

Pendeta itu takjub melihat ada pohon rindang di gurun pasir yang melindungi Nabi dan menjadi tempat berteduh.

Ditemukannya pohon ini adalah hasil penulusuran dari lokasi-lokasi yang diterangkan oleh manuskrib teresebut. Dan semuanya mengarah padah lokasi pohon tersebut diantara gurun Yordania.

Tinggal bagaimana penelitian biologis untuk  menentukan umur dari pohon tua tersebut.

Pohon Kalayaan

beritabca.com

Namanya adalah Kalayaan yang berarti kebebasan. Sesuai namanya, pohon ini menjadi saksi sejarah dari proses kemerdekaan dan kebebasan Filipina dari penjajah.

Terletak di sekitar Basilica of Our Lady of Immaculate Conception, Malolos, Bulacan, Filipina. Di tempat itulah tempat pertemuan para petinggi Katipunan, kelompok pejuang yang bercita-cita memerdekakan Filipina dari Spanyol.

Pohon Kalayaan menjadi saksi dari pertemuan rahasia untuk mengatur strategi para pejuang kemerdekaan.

Jika kamu mengunjungi pohon itu sekarang, kamu akan menjumpai sejumlah patung yang menggambarkan perundingan anggota-anggota Katipunan, tepat di bawah pohon.

Patung-patung itu antara lain ada Gregorio del Pilar, Jenderal Isidoro Torres, Don Pablo Tecson, Padre Mariano Sevilla, dan Dona Basilia Tantoco, salah satu pejuang kemerdekaan wanita.

Pohon Jaya Sri Maha Bodhi

wajibbaca.com

Ini adalah pohon yang dikeramatkan oleh umat Budha di Srilanka. Konon pohon ini adalah cabang dari pohon paling suci umat Budha yakni Bodhi Gaya.

Dalam penuturan sejarah mereka, pohon Bodhi Gaya adalah pohon yang menjadi tempat Sidharta Gautama Budha mendapat pencerahan.

Sebagai tempat keramat dan tempat tujuan ziarah umat Budha, Pohon Jaya Sri Maha Bodhi dilindungi oleh pemerintah dengan melarang pembanngunan apapun dalam radius 500 meter dari lokasi.

Pohon Chankiri

twobikersoneworld.com

Tahu peristiwa pembantaian di Kamboja? Sebuah genosida terbesar kedua setelah genosida Nazi di zaman modern ini. Diperkirakan 2 juta penduduk atau sekitar 20 % dari total penduduk menjadi korban keganasan rezim Khmer Merah.

Pohon Chankiri yang berarti pohon pembunuhan, adalah saksi sejarah dan tempat pembantaian para korban yang dituduh membangkang terhadap Khmer Merah. Bukan hanya pria dewasa, bahkan anak-anak dan wanita tidak luput dari pembantaian.

Pohon Chene Chapelle

amusingplanet.com

Pohon ini dalam sejarahnya pernah menjadi tempat berteduh William sang penakluk. Seorang raja Inggris yang kekuasaanya sampai ke wilayah Prancis.

Ketika revolusi Prancis bergulir, pohon ini lalu menjadi simbol tirani kerajaan yang dibenci oleh kaum revolusioner. Sempat hendak dibakar, namun pohon ini masih bertahan sampai dengan hari ini.

Pohon Caesarsboom

allnumis.com

Ini adalah pohon yang diyakini para peneliti sejarah sebagai pohon yang pernah menjadi tempat persinggahan Raja Julius Caesar yang hendak menaklukan Belgia. Kita tahu bahwa Julius Caesar adalah raja terbesar Romawi Kuno yang kekuasaanya membentang di Eropa dan Mediterania.

Pohon ini terletak di kota Lo, Vlaanderen, Belgia, kini menjadi tujuan wisata yang menarik bagi wisatawan. Walaupun sebenarnya lokasi Caeasarboom masih diperdebatkan karena perbedaan pendapat tentang rute penaklukan Julius Caesar.

Tinggalkan komentar