in ,

6 Pondok Pesantren Terbaik di Indonesia

firmandataufiq.wordpress.com

PESANTREN TERBAIK – Eksistensi agama Islam tidak bisa lepas dari regenerasi ulama dan pengajaran ilmu-ilmu agama. Salah satu lembaga yang berjasa dalam hal itu adalah pondok pesantren.

Di pondok pesantren lah para murid dipersiapkan menjadi ulama, atau paling tidak dididik menjadi orang baik yang merepresentasikan agama Islam.

Banyak yang bilang bahwa pondok pesantren ini adalah lembaga pendidikan Islam yang asli dari nusantara. Itu berdasarkan kemiripannya dengan lembaga pendidikan Hindu-Budha sebelum datangnya Islam.

Namun disisi lain, lebih banyak peneliti yang menyebut pondok pesantren bukanlah sistem pendidikan baru, namun merupakan adaptasi dari pendidikan timur tengah.

BACA JUGA: Pesantren Untuk Pendidikan Anak

Pesantren mirip seperti lembaga pendidikan zawiyah yang bercirikan masjid sebagai sentral tempat pengajaran. Dan jika pesantren itu sudah ada kelas khusus maka bisa disebut itu adalah madrasah.

Bedanya hanya pada istilah saja, yakni kata funduq yang artinya asrama dan pesantren yang berarti tempat berkumpulnya santri (murid). Dari sisi pengajaran, tidak beda jauh dengan yang ada di timur tengah, karena pesantren tradisional juga mengajarkan kitab kuning.

Pondok pesantren mulai dibudayakan oleh penyebar Islam ditanah jawa Walisongo. Mulai dari pemondokan di Ampel Denta, sampai dengan lembaga pendidikan di Giri Kedaton.

Pesantren yang dulu hanya mengajarkan keilmuan agama saja, kini telah berevolusi dengan dikembangkannya pesantren modern. Pada pesantren modern, ilmu-ilmu umum masuk dalam pengajaran, dan lebih menekankan pada ketrampilan bahasa dan soft skill lainnya.

Apa saja pondok pesantren terbaik di Indonesia, berikut ini adalah 7 pondok pesantren terbaik yang ada di Indonesia.

Pondok Pesantren Sidogiri, Pasuruan

sidogiri.net

Inilah pondok pesantren yang dianggap terbaik di Indonesia khususnya di tanah Jawa. Mengapa? Banyak alasan kenapa memilih Sidogiri sebagai pesantren terbaik.

Yang pertama karena Sidogiri adalah pesantren tertua yang masih bertahan sampai sekarang. Ponpes Sidogiri didirikan pada tahun 1718 (versi lain 1745) oleh Sayyid Sulaiman yang berasal dari Cirebon. Beliau termasuk dalam marga Basyaiban yang merupakan garis keturunan Rasulullah SAW.

Sudah 3 abad lebih, namun pondok ini terus eksis dengan jumlah santrinya yang mencapai puluhan ribu. Ketika pondok lain lebih memilih modernisasi dengan memasukkan pendidikan umum, Sidogiri tetap bertahan dengan pakem pendidikan salafnya.

Walaupun tetap sebagai pesantren salaf yang berkutat pada kitab klasik dan keilmuan Islam mendalam, masyarakat tetap meminati pondok ini dan tak terpengaruh dengan modernisasi.

Sidogiri juga menawarkan pendidikan jenjang yang lengkap, mulai dari madrasah diniyah sampai dengan tingkat ma’had (perguruan tinggi).

Pondok Pesantren Langitan, Tuban

muslimoderat.com

Pondok pesantren Langitan yang berada di Tuban, Jawa Timur adalah pesantren tertua kedua setelah pondok Sidogiri. Itu yang menjadi alasan kenapa pondok ini dianggap terbaik, karena Langitan mampu terus eksis dan terus berkembang dengan pakem pendidikan salafnya.

Yang paling utama tentu adalah karena magnet dari kyai besar karismatik dari KH Ahmad Sholeh sampai dengan KH Abdullah Faqih. Pada masa KH Ahmad Sholeh lah Pondok Langitan menghasilkan ulama-ulama terbaik nusantara seperti KH Hasyim Asy’ari, KH Wahab Hasbulloh, KH Syamsul Arifin, dan KH Shidiq.

Pondok Pesantren Modern Gontor Darussalam

zaimhdy.wordpress.com

Inilah pondok pesantren modern terbaik yang ada di Indonesia. Gontor adalah pelopor dari pesantren modern, dan hampir semua pondok pesantren modern menjadikan Gontor sebagai rujukan dan model ideal.

Ditengah arus modernisasi dan globalisasi jaman, tentu saja umat Islam harus bisa menyesuaikan diri agar bisa terus bersaing dalam hal kualitas sumber daya manusia.

Itulah dasar mengapa pesantren modern diperlukan, karena bukan hanya ilmu agama, tetapi para santri harus juga dibekali ilmu umum agar bisa masuk dalam banyak sektor kehidupan.

Tak ayal jika lulusan Pondok Pesantren Gontor telah tersebar dimana-mana dan menjadi tokoh besar di negeri ini. Sebutlah KH Hasyim Muzadi mantan Ketum PBNU, Prof.Dr. Din Syamsudin mantan Ketum PP Muhammadiyah, pimpinan MPR Dr.Hidayat Nur Wahid, dan menteri Agama saat ini Lukman Hakim Saefudin.

Gontor menjadi jembatan bagi masyarakat perkotaan yang dahulu tidak mau melirik pondok pesantren karena dianggap ketinggaln jaman. Lulusan Gontor bahkan bisa terampil berbahasa Inggris dan cerdas dalam ilmu umum.

Pondok Pesantren Al Khairaat, Palu

alchairaat.sch.id

Walaupun nama pondok pesantren identik dengan Jawa, namun di luar Jawa juga banyak terdapat pesantren atau yang setipe dengan pesantren.

Kali kita menuju ke pondok pesantren terbaik yang ada di luar Jawa. Pondok Pesantren Al Khairaat Palu dianggap yang terbaik karena beberapa alasan.

Pondok yang didirikan oleh para habaib ini telah tersebar bukan hanya di Sulawesi saja, tapi di Maluku, Halmahera, Papua, Kalimantan Timur, bahkan sampai Jakarta.

Total dari keseluruhan ada 1.400 unit pendidikan yang tersebar itu. Dan ada sekitar 210.000 santri dan mahasiswa yang dididik oleh 70.000 staf pengajar. Begitu besar bukan?

Pondok Khairaat juga terkenal karena bukan hanya mengajarkan ilmu agama, tapi juga mengajarkan ketrampilan dalam kesenian, seperti nasyid, samrah, dan jepeng.

Pondok Pesantren Al Khoirot, Malang

alkhoirot.com

Sama namanya, namun bukan ada di Palu, tapi di Malang. Pesantren ini tergolong baru karena baru didirikan pada tahun 1963 oleh KH. Syuhud Zayyadi. Walaupun baru, namun kualitas dan popularitasnya tidak kalah dibanding pondok lainnya.

KH. Syuhud Zayyadi sendiri dikenal sebagai bagian dari keluarga besar Bany Itsbat dengan silsilah nasab sampai ke salah satu Walisongo (Sunan Drajad / Sunan Ampel / Sunan Giri).

Kehebatan pondok ini adalah pengajaran yang holistik mulai dari pendidikan formal, pendidikan bahasa Arab modern, kajian kitab kuning serta pendidikan tingkat madrasah diniyah.

Pada awalnya Al Khoirot seperti pondok lainnya menerapkan pendidikan salaf, namun dalam perkembangannya, bertranformasi menjadi pesantren semi-modern. Kini bahkan pondok Al Khoirot juga ada program khusus tahfidzul Qur’an.

Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri

raudlatululumkencong.blogspot.com

Kota kediri yang sering disebut juga kota santri karena banyaknya pondok pesantren di kota tersebut. Namun dari kesemuanya, Lirboyo adalah pondok pesantren paling terkenal dan tertua.

Pondok ini didirikan oleh Kyai Sholeh yang berasal dari desa Banjarmelati. Dan dilanjutkan oleh tiga kyai yang dikenal amat karismatik, yakni KH. Mahrus Aly, KH. Abdul Karim, dan KH. Marzuqi Dahlan.

Sebuah puisi berjudul Lirboyo dari Gus Mus ini akan sedikit mengantarkan kita pada kesejukan suasana pondok Lirboyo.

Lirboyo
Kaifal hal
Masihkah tebu-tebu manis berderet sepanjang jalan
Menyambut langkah gamang santri anyar menuju gerbang
Ataukah seperti dimana mana
Telah di gantikan bangunan-bangunan bergaya spanyolan
Dan pabrik-pabrik yang angkuh

lirboyo
masihkah mercusuar- mercusuar petromak sepanjang bambu
setia menunggu para santri bertahalul layali
ataukah tentunya neon-neon benderang kebiruan yang berjaga kini
seperti bola-bola lampu menggantikan teplok gotakan

lirboyo
masihkah beberapa santri menghafal I’lal di rerumpunan tebu
dan senandung matan-matan alfiyah dan imrithy membuai merdu
Ataukah seperti dimana mana
Telah digantikan lagu-lagu melayu yang lewat transistor-transistor bawaan teknologi canggih masa kini

Lirboyo
Masihkah perdebatan pendalaman dalam halaqoh-halaqoh musyawarah menghidupkan malam-malammu penuh semangat dan gairah
Ataukah seperti dimana mana
Diskusi-diskusi sarat istilah tanpa kelanjutan dinilai lebih berrgengsi dan bergaya

Lirboyo
Masihkah semua santri-santri bersama melakukan shalat setiap waktu
Memburu derajat ganjaran yang berlipat dua puluh tujuh
Ataukah seperti dimana mana
Semua orang seperti tak punya waktu
Memburu saat-saat kesendirian untuk diri sendiri

Lirboyo
Masihkah penghunimu percaya pada percikan sawab berkah mbah manaf, mabah marzuki dan mbah mahrus rahimahullah
Ataukah seperti dimana mana
Itu tidak mempunyai arti apa-apa kecuali bagi dikenang sesekali pada upacara haul yang gegap gempita

Lirboyo
Masihkah jenggotmu terasa berat bagi penimba
Ataukah justru lebih berat lagi
Lirboyo
apa kabar
Lirboyo
bagaimana kabar gus war, gus idris, gus imam,gus maksum
Lirboyo
dimana mana tesebar mbah manaf-mbah manaf
Dimana mana tersebar mbah mazuki-mbah marzuki
Dimana mana tersebar mbah mahrus-mbah mahrus
Merekalah yang meski berukuran lebih kecil
Ketika disini mampu mengalahkan jenggotmu
Lirboyo
bagaiman disini
Lirboyo
aku rindu kau..

What do you think?

0 points
Upvote Downvote

Written by Dedy Suparjan

Orang faqir ilmu yang sedang belajar dan sekedar berbagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Inilah Beberapa Bahan Makanan yang Lebih Menyehatkan Jika Dimasak dengan Cara Direbus

5 Pesawat Buatan Indonesia yang Mendunia